Advertorial

Apa Itu GASS? Empat Keunggulan Teknologi Dual Mode BYD yang Perlu Diketahui

Kompas.com - 20/07/2026, 20:25 WIB

KOMPAS.com – Teknologi Dual Mode (DM) menjadi salah satu teknologi unggulan BYD yang menggabungkan tenaga listrik dan mesin bensin dalam satu sistem penggerak.

Teknologi tersebut diklaim memiliki sejumlah keunggulan dari sisi performa, kenyamanan, keandalan, hingga efisiensi bahan bakar. BYD merangkum keunggulan tersebut dalam empat karakter utama, yakni gesit, andal, senyap, dan super irit.

Teknologi DM merupakan inovasi eksklusif BYD yang dirancang untuk menghadirkan efisiensi energi, kenyamanan, sekaligus performa berkendara yang lebih bertenaga.

Keempat karakter itu berangkat dari konsep dasar teknologi DM yang mengusung filosofi electric-first. Sistem ini menempatkan motor listrik menjadi sumber tenaga utama, sedangkan mesin bensin berperan sebagai pendukung saat kapasitas baterai menurun atau kendaraan membutuhkan tenaga tambahan.

Menurut Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan, pendekatan electric-first membuat pengalaman berkendara teknologi DM terasa lebih mirip mobil listrik murni.

“Hasilnya, pengalaman berkendara terasa lebih mirip mobil listrik murni dengan karakter halus, responsif, senyap, dan minim getaran,” kata Luther seperti diberitakan Kompas.com, Selasa (19/5/2026).

Gesit berkat motor EHS 5.0

Pada aspek gesit, teknologi DM BYD didukung mesin 1.500 cc yang mampu menghasilkan tenaga maksimum 72 kW dan torsi 125 Nm. Mesin ini dipadukan dengan motor EHS 5.0 berkecepatan hingga 15.000 rpm.

Kombinasi mesin dan motor listrik itu diklaim mampu memberikan respons kendaraan yang lebih spontan. Pengemudi dapat merasakan akselerasi instan tanpa jeda perpindahan gigi, seperti pada mobil konvensional.

BYD M6 DM. Dok. KOMPAS.com/Ruly Kurniawan BYD M6 DM.

Karakter tersebut relevan untuk berbagai kondisi berkendara. Di perkotaan, misalnya, respons yang cepat membantu pengemudi bermanuver di tengah lalu lintas padat.

Sementara itu, ketika melaju di jalan tol, akselerasi yang responsif dapat membantu saat kendaraan membutuhkan tenaga tambahan, misalnya ketika menyalip.

Dalam konteks mobilitas Indonesia yang beragam, karakter gesit itu menjadi salah satu nilai penting. Sebab, kendaraan tidak hanya digunakan untuk perjalanan harian di kota, tetapi juga perjalanan antarkota dan rute dengan kontur jalan yang bervariasi.

Andal di berbagai kondisi berkendara

Keunggulan lain dari teknologi DM adalah kemampuannya menyesuaikan mode berkendara dengan kebutuhan pengemudi. Secara umum, teknologi ini memiliki tiga mode penggerak, yakni EV, HEV Series, dan HEV Parallel.

Dalam penggunaan harian di area perkotaan, kendaraan dapat beroperasi sepenuhnya dalam mode EV. Pada mode ini, roda digerakkan oleh motor listrik sehingga pengalaman berkendara terasa lebih halus dan senyap.

Ketika kapasitas baterai berada di bawah batas tertentu, sistem akan berpindah ke mode HEV Series. Pada kondisi ini, mesin bensin tidak langsung menggerakkan roda, tetapi bekerja sebagai generator untuk menghasilkan listrik dan mengisi ulang baterai. Roda tetap digerakkan oleh motor listrik sehingga karakter berkendara tetap menyerupai kendaraan listrik.

Adapun mode HEV Parallel bekerja saat kendaraan membutuhkan performa lebih tinggi. Pada mode ini, motor listrik dan mesin bensin bekerja bersama untuk menghasilkan tenaga yang lebih responsif, misalnya saat kendaraan menyalip atau melaju di jalan tol.

BYD menjelaskan, perpindahan antara mode EV, HEV Series, dan HEV Parallel berlangsung mulus tanpa hentakan. Sistem ini juga didukung kontrol terintegrasi 7-in-1 dan manajemen termal yang dirancang untuk bekerja optimal pada suhu tinggi.

Kemampuan tersebut membuat teknologi DM diklaim tetap andal untuk berbagai kondisi, mulai dari lalu lintas padat, cuaca panas, hingga perjalanan jarak jauh.

Kabin lebih senyap dan minim getaran

Aspek senyap menjadi salah satu keunggulan yang ditonjolkan dari teknologi DM. Kabin kendaraan berteknologi DM disebut lebih minim suara dan getaran, terutama saat berjalan dalam mode EV. Ini lantaran pengoperasian kendaraan mengutamakan tenaga listrik.

Berkendara BYD M6 DM. Dok. KOMPAS.com/Ruly Kurniawan Berkendara BYD M6 DM.

Karakter tersebut berperan penting untuk kenyamanan berkendara sehari-hari. Pada kondisi lalu lintas padat, kabin yang lebih senyap dapat membuat perjalanan terasa lebih nyaman. Sementara untuk perjalanan keluarga jarak jauh, minimnya suara dan getaran dapat membantu menjaga kenyamanan penumpang.

BYD menjelaskan, teknologi DM didukung optimasi NVH serta mode idle elektrik tanpa suara. Dengan begitu, pengalaman berkendara yang dihasilkan tidak hanya berfokus pada efisiensi, tetapi juga kenyamanan di dalam kabin.

Super irit untuk harian dan perjalanan jauh

Pada aspek efisiensi, BYD mengklaim teknologi DM dapat mencatat konsumsi bahan bakar hingga 65 km per liter.

Selain itu, teknologi DM 5.0 yang digunakan memiliki efisiensi termal hingga 46 persen. Angka ini menjadi salah satu capaian penting BYD dalam pengembangan teknologi mesin yang lebih efisien.

Efisiensi itu dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin sensitif terhadap biaya operasional kendaraan.

Untuk penggunaan harian, konsumsi bahan bakar yang lebih hemat dapat membantu menekan biaya mobilitas. Sementara untuk perjalanan antarkota, jarak tempuh panjang memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pengguna.

Menjawab kebutuhan mobilitas Indonesia dengan biaya pemakaian lebih terjangkau

Keunggulan gesit, andal, senyap, dan super irit menjadi cara BYD menjelaskan manfaat teknologi DM secara lebih sederhana bagi konsumen. Teknologi ini tidak hanya berbicara tentang efisiensi, tetapi juga performa, kenyamanan, dan fleksibilitas penggunaan.

Diberitakan Kompas.com, Selasa, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan bahwa teknologi DM relevan untuk pasar Indonesia. Menurutnya, pola penggunaan kendaraan di Indonesia sangat beragam, mulai dari mobilitas harian di perkotaan hingga perjalanan antarkota, sementara infrastruktur charging station belum merata.

Berdasarkan simulasi internal BYD untuk pemakaian selama tiga tahun, BYD M6 DM mampu menghadirkan efisiensi biaya perawatan hingga sekitar 30 persen lebih baik jika dibandingkan kendaraan konvensional di segmen yang sama.

Perhitungan itu mencerminkan potensi penghematan yang dapat dirasakan pengguna dalam penggunaan jangka panjang, didukung oleh teknologi DM yang mengoptimalkan penggunaan energi listrik dan bahan bakar sesuai kebutuhan berkendara.

Dengan kombinasi efisiensi dan fleksibilitas tersebut, BYD M6 DM dapat menjadi solusi mobilitas energi baru yang menawarkan nilai kepemilikan lebih optimal bagi masyarakat Indonesia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau