Advertorial

Usaha Mebel Asal Sukoharjo Ini Tembus Pasar Spanyol dan Amerika Serikat

Kompas.com - 23/07/2026, 10:58 WIB

KOMPAS.com — Kesuksesan sebuah usaha kerap berawal dari keberanian membaca peluang.

Hal itu tergambar dalam perjalanan CV Swakarya Jaya Furniture, usaha mebel asal Sukoharjo, Jawa Tengah, yang dirintis sejak 2020.

Dari usaha yang dibangun secara bertahap, Swakarya Jaya Furniture kini berhasil menjangkau pasar internasional, termasuk Spanyol dan Amerika Serikat.

Pemilik CV Swakarya Jaya Furniture, Febrina Lossu mengatakan bahwa usaha tersebut berawal dari ketertarikannya melihat peluang ekspor produk kayu dan mebel Indonesia.

Dengan pengetahuan terbatas, ia mulai mempelajari industri kayu, mencari informasi mengenai pasar ekspor, serta membangun jejaring calon pembeli secara mandiri.

“Karena melihat adanya peluang ekspor kayu atau mebel, saya memberanikan diri untuk mulai mencari tahu tentang industri mebel dan pasar ekspor. Dari situ saya juga mulai mencari buyer agar usaha ini bisa berkembang,” ujar Febrina dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (23/7/2026).

Merintis dari keterbatasan

Perjalanan Febrina membangun usaha tidak selalu berjalan mudah. Keterbatasan modal menjadi tantangan utama sejak awal merintis bisnis. Ia bahkan memulai usaha tanpa memiliki tempat produksi sendiri.

Seluruh proses dijalani dari nol sembari terus mencari cara agar produk mebel yang dihasilkan dapat diterima pasar.

“Kendala utama kami terletak pada keterbatasan modal, karena saya tidak memulai usaha dengan modal. Tanpa punya tempat kerja, semua dimulai dari nol,” tuturnya.

Seiring usaha berkembang, tantangan yang dihadapi ikut berubah. Selain menjaga kualitas produk, Febrina perlu memperluas jaringan dan mencari buyer baru agar produk Swakarya Jaya Furniture dapat terus menjangkau pasar global.

“Untuk saat ini kendala utamanya adalah mencari buyer,” katanya.

Di tengah proses tersebut, Febrina terus membekali diri dengan berbagai pengetahuan untuk memperkuat kapasitas usahanya. Salah satunya, melalui Pelatihan Ekspor yang diselenggarakan BRI Peduli.

Belajar memahami proses ekspor

Melalui pelatihan tersebut, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mendapatkan pembekalan mengenai proses ekspor secara menyeluruh.

Materi yang diberikan mencakup kelengkapan dokumen, mekanisme pembayaran internasional, hingga tata kelola pengiriman barang.

Pembekalan tersebut membantu pelaku usaha memahami proses ekspor secara lebih aman dan terencana.

Pemilik CV Swakarya Jaya Furniture, Febrina Lossu, saat mengikuti program Pelatihan Ekspor besutan BRI PeduliDok. BRI Pemilik CV Swakarya Jaya Furniture, Febrina Lossu, saat mengikuti program Pelatihan Ekspor besutan BRI Peduli

Bagi Febrina, pelatihan itu menjadi ruang belajar yang membuka perspektif baru mengenai praktik ekspor yang lebih profesional. Materi yang ia terima juga dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

“Setelah mengikuti pelatihan, saya jadi mengetahui beberapa langkah yang sebelumnya tidak pernah saya pahami,” ungkap Febrina.

Ia mengatakan, pemahaman mengenai dokumen ekspor, sistem pembayaran, dan jasa angkut menjadi bekal penting dalam menjalankan transaksi lintas negara.

“Sekarang saya lebih mengerti tentang dokumen ekspor, sistem pembayaran, hingga jasa angkut. Pengetahuan ini sangat membantu karena membuat proses ekspor menjadi lebih aman dan dapat mengurangi risiko,” katanya.

Produk lokal menjangkau pasar global

Bekal pengetahuan tersebut dipadukan dengan konsistensi Febrina dalam menjaga kualitas produk dan memperluas jaringan pasar.

Secara bertahap, upaya itu membuahkan hasil. Hingga kini, CV Swakarya Jaya Furniture berhasil mengekspor produknya ke Spanyol dan Amerika Serikat.

Bagi Febrina, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk mengembangkan usaha.

Keberanian memulai, kemauan untuk terus belajar, serta dukungan pengembangan kapasitas menjadi bekal penting bagi pelaku UMKM untuk menjangkau peluang yang lebih luas.

Dari usaha yang dirintis dengan segala keterbatasan, produk mebel asal Sukoharjo itu kini dapat hadir di pasar internasional.

Dorong UMKM naik kelas

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli terus mendorong pelaku UMKM agar dapat berkembang dan naik kelas. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Program Pelatihan Ekspor.

Menurut Dhanny, program tersebut bertujuan membantu pelaku UMKM memahami langkah-langkah memulai ekspor secara mandiri dan strategis.

Dengan begitu, pelaku usaha dapat meningkatkan kesiapan untuk bersaing di pasar internasional.

Program pelatihan tersebut juga berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam memahami strategi ekspor, regulasi perdagangan internasional, penyusunan dokumen ekspor, riset pasar global, hingga pengemasan dan branding produk sesuai standar internasional.

“Kisah CV Swakarya Jaya Furniture menjadi salah satu contoh bahwa ketika semangat pelaku UMKM bertemu dengan akses pembelajaran yang tepat, peluang untuk tumbuh dan menjangkau pasar internasional semakin terbuka,” ujar Dhanny.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau