KOMPAS.com – Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak tumbuh di lingkungan yang mendukung proses belajar, bermain, dan mengembangkan potensinya.
Tak hanya melalui pendidikan di dalam kelas, pembentukan karakter anak juga dapat dilakukan lewat pengalaman belajar yang menyenangkan dan ruang sekolah yang nyaman.
Lingkungan belajar yang aman, fasilitas pendidikan yang memadai, serta kegiatan yang mampu mengasah kreativitas dan rasa percaya diri menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Semangat itulah yang turut diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif di enam sekolah penerima manfaat Program BRI Peduli Ini Sekolahku dalam rangka Hari Anak Nasional 2026.
Kegiatan tersebut digelar di SDN Cisoka III dan SDN Sukatani 2 Cisoka (Kabupaten Tangerang), SDN 013 Pasirkaliki dan SDN 104 Langensari (Kota Bandung), SDN 1 Sagalaherang (Subang), serta SDN Sukamahi 2 Megamendung (Kabupaten Bogor).
Para siswa mengikuti beragam aktivitas, mulai dari pentas seni hingga kelas inspirasi yang dikemas secara interaktif.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal berbagai profesi di era digital sekaligus belajar mengenai pentingnya mengelola keuangan sejak usia dini. Pendekatan seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memperluas wawasan mereka.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program BRI Peduli Ini Sekolahku, yakni inisiatif yang berfokus pada peningkatan kualitas lingkungan belajar melalui renovasi fasilitas sekolah, penyediaan sarana pendidikan, hingga pemberian beasiswa.
Tujuannya adalah menciptakan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan mendukung proses belajar mengajar.
Para siswa mengikuti beragam aktivitas, mulai dari pentas seni hingga kelas inspirasi yang dikemas secara interaktif lewat program BRI Peduli Ini Sekolahku.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan, BRI senantiasa memberikan dukungan bagi kemajuan pendidikan dan kecerdasan anak-anak Indonesia.
Upaya mencerdaskan kehidupan anak bangsa tidak hanya dilakukan melalui jalur pendidikan formal di sekolah, tetapi juga melalui berbagai pendekatan lain yang mampu membentuk karakter, menanamkan nilai tanggung jawab, dan menumbuhkan integritas sejak dini.
Kegiatan BRI Peduli di berbagai sekolah dasar dalam rangka Hari Anak Nasional bertujuan menumbuhkan semangat belajar dan keberanian meraih cita-cita, mengembangkan karakter dan keterampilan.
Kegiatan BRI Peduli di berbagai sekolah dasar bertujuan menumbuhkan semangat belajar dan keberanian meraih cita-cita, mengembangkan karakter dan keterampilan.
“Ini merupakan persembahan dari kami BRI bagi anak-anak Indonesia. Dalam momentum Hari Anak Nasional 2026, harapannya para siswa bisa mendapatkan pembelajaran tambahan yang mampu membentuk karakter, menanamkan nilai tanggung jawab, dan menumbuhkan integritas sejak dini,” ungkapnya.
Di lain pihak, Kepala Sekolah SDN Cisoka III Sarna mengungkapkan apresiasi atas kepedulian BRI dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui Program BRI Peduli Ini Sekolahku.
Bagi SDN Cisoka III, hadirnya Program BRI Peduli Ini Sekolahku menjadi lebih dari sekadar bantuan sarana dan prasarana pendidikan.
Program tersebut menjadi wujud kepedulian dalam menghadirkan ruang belajar yang lebih baik, sehingga mampu mendorong semangat belajar, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para siswa untuk mengembangkan potensi dan menggapai cita-cita mereka.
"Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BRI yang melaksanakan Program BRI Peduli dalam peningkatan mutu pendidikan melalui Program Ini Sekolahku. Manfaat dari program ini sangat besar, terutama bagi anak-anak didik kami. Mereka menjadi lebih semangat dalam kegiatan belajar mengajar," ujarnya.
Sejak diluncurkan pada 2021, Program BRI Peduli Ini Sekolahku telah menjangkau 68 sekolah di 17 provinsi, memberikan manfaat kepada 11.428 penerima, merenovasi 264 fasilitas, membangun 27 fasilitas baru, serta menyalurkan 4.666 unit sarana dan prasarana pendidikan.
Evaluasi program juga menunjukkan Learning Comfort Score (LCS) sebesar 89 persen, yang mencerminkan meningkatnya kenyamanan, keamanan, dan motivasi belajar siswa.