KOMPAS.com — Rasa gugup saat berbicara di depan umum merupakan pengalaman yang cukup umum dialami banyak orang.
Ketika harus berdiri di depan audiens, sebagian orang dapat merasa cemas, kehilangan fokus, atau kesulitan menyampaikan gagasan dengan lancar.
Fenomena takut berbicara di depan umum dikenal dengan istilah glossophobia.
Ketakutan tersebut dapat muncul dalam berbagai situasi, mulai dari presentasi di kelas, rapat kerja, wawancara, hingga berbicara di panggung.
Meski kerap dianggap menakutkan, kemampuan public speaking menjadi salah satu keterampilan yang semakin penting.
Dalam dunia kerja, pendidikan, komunitas, hingga organisasi sosial, kemampuan menyampaikan pesan secara jelas dapat membantu seseorang membangun kepercayaan diri, memperluas jejaring, dan meningkatkan efektivitas komunikasi.
Laporan LinkedIn 2025 juga menempatkan public speaking sebagai salah satu keterampilan yang banyak dicari perusahaan di berbagai negara.
Di tengah perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), kemampuan manusia untuk berkomunikasi secara jelas, empatik, dan meyakinkan tetap menjadi nilai penting.
Rasa takut berbicara di depan umum dapat dikurangi melalui latihan yang konsisten. Seseorang perlu membiasakan diri untuk berbicara di hadapan audiens, menyusun pesan dengan runtut, serta menerima masukan yang membangun.
Lingkungan latihan yang suportif menjadi salah satu faktor penting dalam proses tersebut. Dengan ruang yang aman untuk mencoba, seseorang dapat belajar dari kesalahan, memperbaiki cara berbicara, dan perlahan membangun rasa percaya diri.
Salah satu komunitas yang menyediakan ruang latihan tersebut adalah Jakarta Toastmasters Club (JTC).
JTC merupakan komunitas public speaking, komunikasi, dan kepemimpinan yang telah hadir sejak 1979.
Komunitas tersebut menjadi bagian dari Toastmasters, organisasi nonprofit yang berfokus pada pengembangan keterampilan berbicara di depan umum, komunikasi, dan kepemimpinan.
JTC juga dikenal sebagai klub Toastmasters pertama dan tertua di Indonesia.
Jakarta Toastmasters Club mengadakan pertemuan rutin setiap Senin malam pukul 19.00-21.00 WIB.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi anggota untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum setelah jam kerja.
Pesertanya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pekerja korporat, mahasiswa, aktivis sosial, pelaku nonprofit, hingga pengusaha.
Dalam pertemuan rutin, anggota berkesempatan menyampaikan pidato selama 5-7 menit sesuai kurikulum yang dipilih. Setelah itu, mereka akan mendapatkan evaluasi konstruktif dari sesama anggota.
Evaluasi tersebut membantu peserta memahami kekuatan dan hal-hal yang masih perlu diperbaiki, baik dari sisi struktur pesan, gaya penyampaian, bahasa tubuh, maupun cara membangun kedekatan dengan audiens.
Selain sesi pidato terstruktur, JTC juga memiliki sesi latihan berbicara spontan. Dalam sesi ini, peserta ditantang untuk berbicara tanpa persiapan selama 1-2 menit berdasarkan topik yang diberikan.
Latihan tersebut membantu peserta mengasah kemampuan berpikir cepat, menyusun gagasan secara singkat, dan merespons situasi secara lebih percaya diri.
Selain public speaking, Jakarta Toastmasters Club juga menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan.
Anggota dapat terlibat dalam pengelolaan klub, memimpin sesi pertemuan, memberikan evaluasi, hingga mengatur jalannya kegiatan.
Model pembelajaran tersebut membuat anggota tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga ikut membangun komunitas.
Dengan pendekatan dari anggota dan untuk anggota, JTC memberi kesempatan bagi setiap orang untuk belajar secara bertahap dalam lingkungan yang saling mendukung.
Bagi pemula, ruang seperti ini dapat membantu mengurangi rasa takut berbicara di depan umum.
Latihan yang berulang, evaluasi yang membangun, serta dukungan dari komunitas dapat membantu seseorang memahami bahwa public speaking bukan kemampuan yang hanya dimiliki orang tertentu. Kemampuan tersebut dapat dilatih dan berkembang seiring waktu.
Rasa takut berbicara di depan umum adalah hal yang wajar. Namun, ketakutan tersebut tidak harus menjadi penghalang untuk berkembang, baik di lingkungan kampus, pekerjaan, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari.
Melalui latihan yang terstruktur dan komunitas yang suportif, seseorang dapat mulai membangun keberanian untuk menyampaikan gagasan di depan orang lain.
Jakarta Toastmasters Club menjadi salah satu pilihan bagi mereka yang ingin melatih public speaking, memperkuat kemampuan komunikasi, dan belajar memimpin dalam suasana yang terbuka.
Masyarakat yang ingin mengenal kegiatan JTC dapat mengikuti pertemuan rutin yang digelar setiap Senin malam.
Melalui langkah kecil dan latihan yang konsisten, rasa cemas saat berbicara di depan umum dapat perlahan berubah menjadi kepercayaan diri.