Advertorial

Dari Bandung ke Pasar Global, Perjalanan Sahate Kembangkan Camilan Sehat Bersama BRI

Kompas.com - 27/07/2026, 17:48 WIB

KOMPAS.com - Bagi banyak orang, pandemi Covid-19 menjadi masa yang sulit. Namun, Lince Sulastri justru melihat periode itu sebagai peluang. Dari masa itu, tepatnya pada 2022, ia memulai usaha camilan sehat dengan nama Sahate yang kini mulai menembus pasar internasional.

Berbekal dapur rumahnya di Kota Bandung, Jawa Barat, Lince mengolah beras menjadi keripik dan aneka kue kering gluten-free, rendah gula, tetapi tetap gurih dan renyah.

Usaha yang semula dijalankan dalam skala kecil itu perlahan mendapat sambutan positif. Pelanggan mulai datang kembali dan pesanan terus bertambah. Bisnis Sahate pun tumbuh seiring peningkatan kepercayaan konsumen terhadap produknya.

Namun, kondisi tersebut juga membawa tantangan baru. Lince menyadari bahwa mempertahankan kualitas produk saja belum cukup. Agar usahanya terus berkembang, ia membutuhkan pengetahuan yang lebih luas, akses pasar yang lebih besar, serta jaringan yang dapat mendukung langkah usahanya.

"Saya mulai mengenal LinkUMKM BRI pada 2024 untuk menambah jaringan pemasaran serta belajar mengembangkan usaha," ujar Lince dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Senin (27/7/2026).

Bagi Lince, LinkUMKM BRI tidak hanya menjadi tempat untuk belajar, tetapi juga ruang untuk bertukar pengalaman dengan sesama pelaku usaha dan memahami peluang yang sebelumnya belum terpikirkan.

Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan dari BRI, ia mulai membenahi berbagai aspek usaha, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga strategi pemasaran.

Di sisi operasional, Lince juga mulai memanfaatkan QRIS BRI untuk mempermudah transaksi dengan pelanggan.

"Saya menggunakan QRIS BRI untuk memudahkan transaksi karena tidak perlu lagi repot mencari uang kembalian. Harapan saya, usaha ini bisa memberikan dampak ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar serta semakin dikenal oleh masyarakat luas," katanya.

Berbagai upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Keripik beras Sahate kini menjadi produk andalan yang dipasarkan melalui marketplace, pameran, hingga kerja sama dengan berbagai mitra di sejumlah daerah.

Tembus pasar global

Perjalanan yang dimulai dari dapur rumah itu pun membawa Sahate melangkah lebih jauh. Produknya telah lolos kurasi untuk peluang pemasaran ke Denmark dan Hong Kong.

Saat ini, Lince juga tengah mempersiapkan sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) sebagai bagian dari upaya memperluas akses ke pasar internasional.

Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan, perjalanan Sahate menunjukkan bahwa pelaku UMKM memiliki peluang untuk terus berkembang ketika mendapatkan ruang belajar dan pendampingan yang tepat.

"Perjalanan Sahate menunjukkan bahwa dengan ruang untuk belajar, pengusaha UMKM Indonesia mampu bertahan sekaligus terus berkembang. Melalui LinkUMKM, BRI ingin membuka lebih banyak kesempatan agar pelaku usaha dapat membawa produknya melangkah lebih jauh dan menjangkau pasar yang lebih luas," ujar Dhanny.

Kisah Sahate menjadi salah satu contoh usaha yang berawal dari skala rumahan dapat berkembang secara bertahap melalui inovasi, kemauan untuk terus belajar, dan dukungan ekosistem yang membuka akses menuju pasar yang lebih luas.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau