KOMPAS.com – Jalan berkelok, perbukitan, hingga kawasan hutan menjadi bagian dari keseharian Elce Putri Bontong saat menjalankan tugasnya sebagai Mantri BRI di Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Bagi Elce, perjalanan menuju desa-desa terpencil bukan sekadar rutinitas pekerjaan. Di balik setiap kilometer yang ditempuh, ada upaya untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap layanan perbankan dan pembiayaan usaha.
Sejak 2020, Elce bertugas sebagai tenaga pemasar mikro BRI atau Mantri BRI di wilayah Toraja. Ia kemudian memegang BRI Unit Bolu, Rantepao, sebagai unit kedua selama menjalani tugas sebagai Mantri BRI.
Wilayah kerjanya mencakup Desa Karre Pananian, Kecamatan Nanggala, yang berjarak sekitar 35 km dari kantor unit.
Meski jaraknya tidak terlalu jauh, perjalanan menuju desa harus melewati jalan pegunungan dengan medan yang menantang.
Karier Elce di BRI sendiri dimulai pada 2013 sebagai teller. Ia kemudian dipercaya menjadi customer service (CS) sebelum akhirnya memutuskan mengikuti rekrutmen Mantri BRI.
Keputusan itu diambil karena ia ingin memiliki ruang yang lebih luas untuk bertemu langsung dengan masyarakat.
"Tertarik menjadi Mantri (BRI) karena menurut saya jangkauan pelayanannya akan lebih luas. Kalau sebelumnya sebagai teller dan CS kan terbatas di dalam gedung saja, jadi menunggu nasabah datang. Saya mau jemput bola juga di lapangan. Makanya, saya tertarik menjadi Mantri. Kalau di luar kan nasabahnya lebih beragam kebutuhannya," ujar Elce seperti dikutip dari siaran pers, Senin (27/7/2026).
Edukasi dan dampingi nasabah
Di wilayah binaannya, mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani dan peternak, termasuk peternak babi dan kerbau. Oleh karena itu, kebutuhan layanan keuangan yang paling sering dimanfaatkan adalah tabungan dan pembiayaan usaha.
"Pinjaman biasanya digunakan untuk menambah modal, misalnya beli indukan, penggemukan, pokoknya untuk mengembangkan usahanya," katanya.
Selain menyalurkan pembiayaan, Elce juga mengedukasi masyarakat mengenai manfaat menabung di bank. Edukasi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena sebagian warga masih terbiasa menyimpan uang tunai di rumah.
Untuk mempermudah transaksi, ia turut menghadirkan BRILink Agen di desa. Menurut Elce, keberadaan agen tersebut membantu masyarakat menerima atau mengirim uang tanpa harus bepergian jauh ke kantor bank.
"Orang Toraja ini kan perantau ya, banyak yang anak-anaknya kerja di luar kota, luar pulau. Jadi, mereka tidak perlu titip uang ke orang lain lagi kalau mau kirim uang ke keluarganya," ujarnya.
Bagi Elce, kepuasan terbesar dalam pekerjaannya tidak sekadar mencapai target, tetapi melihat usaha para nasabah berkembang dari waktu ke waktu.
Ia mengaku bangga ketika melihat peternak yang awalnya hanya memiliki satu atau dua ekor ternak mampu mengembangkan usahanya setelah memperoleh tambahan modal.
"Saya merasa ikut senang karena bisa membantu mereka. Meskipun itu bukan uang saya, ada rasa bahagia tersendiri bisa membantu menggerakkan perekonomian masyarakat. Itu yang bikin saya bangga," tutur Elce.
Secara terpisah, Corporate Secretary BRI Dhany menyampaikan bahwa peran Mantri BRI tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga mendampingi nasabah dalam mengembangkan usahanya.
Menurutnya, pemahaman terhadap karakter usaha dan potensi wilayah membuat para mantri dapat berperan sebagai pendamping serta penasihat keuangan bagi pelaku usaha mikro.
BRI, lanjutnya, selalu menanamkan nilai-nilai budaya kerja yang positif bagi seluruh pekerja sehingga tercipta komitmen dan dedikasi yang ditunjukkan para mantri di lapangan
“Ini merupakan bukti nyata kontribusi perempuan dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Kisah Elce juga menegaskan bahwa perempuan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat," kata Dhany.