Advertorial

Berawal dari Warisan Keluarga, KAINRATU Kembangkan Tenun Troso hingga Pasar Global

Kompas.com - 27/07/2026, 21:25 WIB

KOMPAS.com — Tenun Troso menjadi salah satu warisan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Dari lingkungan tersebut, KAINRATU tumbuh sebagai usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mengembangkan produk tenun ikat menjadi kain hingga busana siap pakai.

Usaha tersebut berangkat dari tradisi keluarga yang telah lama menekuni kerajinan tenun.

Co-Owner KAINRATU Maria Leoni mengatakan, pengalaman membantu memasarkan hasil karya para perajin menjadi awal berkembangnya usaha tersebut.

“Awal mula usaha kami berangkat dari latar belakang keluarga sebagai penenun. Orangtua kami merupakan perajin tenun ikat dan kami tinggal di Desa Troso, Jepara, yang dikenal sebagai sentra tenun ikat,” ujar Maria dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (27/7/2026).

Maria mengatakan, usaha tersebut telah berjalan selama kurang lebih sembilan tahun.

Pada awalnya, KAINRATU membantu memasarkan kain tenun yang diproduksi orang tua melalui laman gardutroso.com.

Seiring perkembangan usaha, pada 2019 KAINRATU mulai mengembangkan pemasaran melalui laman tokotenun.com dan kainratu.com.

“Seiring perkembangan usaha, pada tahun 2019 kami resmi bermigrasi dan mengembangkan pemasaran melalui website www.tokotenun.com dan www.kainratu.com hingga berkembang seperti saat ini,” katanya.

Kembangkan produk tenun khas daerah

KAINRATU menghadirkan beragam produk tenun, mulai dari kain hingga busana siap pakai. Beberapa produk yang paling diminati pelanggan adalah Kain Tenun Double Ikat 3 Dimensi dan Tenun Endek CSM.

Produk tersebut mengangkat motif khas dari berbagai daerah, seperti Jepara, Kalimantan, Sumba, dan Nusa Tenggara Timur.

Seiring perkembangan pemasaran, produk KAINRATU telah menjangkau pasar ekspor. Produk tenun tersebut telah dipasarkan ke Amerika Serikat, Jepang, Myanmar, Thailand, Arab Saudi, Portugal, Malaysia, dan Selandia Baru.

Selain menghadirkan produk tenun, KAINRATU juga menyediakan layanan desain custom dan motif seragam bagi perusahaan, instansi pemerintah, serta lembaga pendidikan.

KAINRATU juga menerapkan konsep fair pricing serta membuka program kunjungan industri dan pelatihan menenun, baik bagi masyarakat maupun pelajar.

Perkuat kapasitas usaha

Dalam perjalanan mengembangkan bisnis, Maria mengenal Rumah BUMN BRI saat berkunjung ke kantor BRI.

Dari informasi yang diperolehnya, KAINRATU kemudian mengikuti seleksi peserta BRIncubator yang diselenggarakan BRI. KAINRATU pun terpilih menjadi salah satu peserta program tersebut.

Rumah BUMN BRI telah memberikan banyak manfaat bagi pengembangan usaha kami melalui berbagai pelatihan yang dibawakan oleh mentor berpengalaman,” ujar Maria.

Menurutnya, materi dan wawasan yang diperoleh dari program tersebut membantu KAINRATU meningkatkan kapasitas usaha secara praktis.

“Materi dan wawasan yang diberikan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas usaha secara praktis,” katanya.

Melalui Rumah BUMN BRI, KAINRATU mendapatkan pelatihan pengembangan produk, pengemasan, dan pemasaran digital. Pendampingan tersebut membantu KAINRATU memperkuat strategi bisnis dan pemasaran.

Selain itu, KAINRATU juga terpilih mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) setelah melalui proses kurasi. Kesempatan tersebut membuka peluang promosi yang lebih luas bagi KAINRATU.

Hingga akhir Maret 2026, BRI telah membina 54 Rumah BUMN di berbagai wilayah Indonesia. BRI juga telah menyelenggarakan lebih dari 18.000 pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM.

Warisan budaya dan peluang ekonomi

Pada kesempatan terpisah, Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, perjalanan KAINRATU menunjukkan bahwa warisan budaya dapat menjadi sumber peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Menurutnya, kemampuan menghadirkan produk yang tetap berakar pada budaya lokal sekaligus relevan dengan kebutuhan pasar menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM.

“Perjalanan KAINRATU menunjukkan bahwa kekayaan budaya lokal tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga potensi ekonomi yang mampu bersaing di pasar global,” ujar Akhmad.

Ia menilai, kemampuan memadukan kualitas produk, inovasi, dan pemanfaatan berbagai peluang pengembangan menjadi faktor penting bagi UMKM.

“BRI akan terus mendukung para pengusaha UMKM untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, memperluas jangkauan pasar, dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sehingga mampu tumbuh lebih kuat dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional,” katanya.

Melalui pendampingan dan pembukaan akses pasar, UMKM seperti KAINRATU diharapkan dapat terus tumbuh tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

Dengan begitu, tenun Troso tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sumber nilai ekonomi bagi perajin dan masyarakat di sekitarnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau