KOMPAS.com – Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta menggelar kegiatan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus dan non-anak berkebutuhan khusus dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 pada Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan bertajuk “Aku Spesial, Aku Bertumbuh dengan Caraku” tersebut diselenggarakan bersama Teratai Biru Indonesia, Ibu Berwisata, dan Rumah Pint.Art.
Sebanyak 30 anak mengikuti kegiatan tersebut bersama dengan 50 orangtua dan pendamping.
Mengusung semangat “Menggapai Mimpi, Merayakan Keceriaan”, kegiatan itu menghadirkan pengalaman belajar, bermain, dan berinteraksi dalam lingkungan yang ramah serta inklusif bagi seluruh anak.
General Manager Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Danang Triwidyantoro mengatakan, setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam belajar, bertumbuh, dan menunjukkan potensinya.
Oleh karena itu, lingkungan yang inklusif dibutuhkan agar setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Kami percaya bahwa hotel tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga dapat menjadi ruang yang menghadirkan pengalaman bermakna bagi keluarga dan anak-anak,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (28/7/2026).
Melalui kegiatan tersebut, lanjut Danang, pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang inklusif, penuh kasih, dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk berkembang.
Perwakilan Human Capital InJourney Hospitality Dante yang turut hadir dalam kegiatan itu menekankan peran penting kolaborasi antarpihak dalam membangun ekosistem yang ramah anak.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat mendorong nilai keberagaman dan kepedulian sosial di lingkungan industri perhotelan.
Mengenalkan profesi di perhotelan
Pada kegiatan tersebut, anak-anak mengikuti rangkaian aktivitas interaktif bertajuk “Petualangan Anak Hebat”.
Kegiatan diawali dengan tur hotel. Para peserta diajak mengunjungi area kamar dan mengenal fasilitas serta kegiatan operasional hotel secara langsung.
Anak-anak kemudian mengikuti sesi pengenalan profesi di industri perhotelan, mulai dari petugas kantor depan atau front office, tata graha atau housekeeping, makanan dan minuman atau food and beverage, hingga bagian teknik atau engineering.
Pengenalan profesi disampaikan melalui aktivitas yang dirancang agar menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Para peserta juga mengikuti kegiatan musik dan gerak yang mengajak mereka beraktivitas, berinteraksi, serta mengekspresikan diri melalui irama dan permainan sederhana.
Rangkaian kegiatan anak dilanjutkan dengan sesi kriya berupa pembuatan diorama kamar hotel. Aktivitas ini bertujuan melatih kreativitas, kemampuan motorik halus, dan imajinasi anak.
Orangtua ikuti sesi bersama psikolog
Tidak hanya anak-anak, para orangtua juga mengikuti sesi berbagi bersama psikolog dan praktisi pengembangan anak Wistiadola Septiani, MPsi.
Pada sesi tersebut, orangtua diajak memahami setiap tahapan tumbuh kembang anak serta cara membangun komunikasi positif dan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan emosional dan sosial anak.
Pembahasan juga menyoroti kebutuhan pendampingan dan dukungan bagi anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan dilanjutkan dengan pameran hasil karya. Setiap peserta menunjukkan diorama kamar hotel yang telah mereka buat.
Pameran tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk memperlihatkan kreativitas serta menumbuhkan rasa bangga terhadap karya masing-masing.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan makan siang bersama yang diikuti anak-anak, orangtua, pendamping, komunitas, dan pihak penyelenggara.
Melalui kolaborasi tersebut, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta berharap dapat terus menghadirkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Program serupa juga diharapkan dapat mendukung penciptaan lingkungan yang inklusif, ramah anak, dan memiliki kepedulian terhadap kebutuhan setiap anak.