KOMPAS.com – Pemerintah lewat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengapresiasi kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam mendukung Program 3 Juta Rumah, salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Menteri PKP Marurarar Sirait mengatakan, BRI menjadi bank dengan penyaluran KUR Perumahan terbesar ketimbang perbankan lain.
"Dalam seminggu ini, kami membahas soal KUR dua kali bersama Presiden (Prabowo Subianto). Yang pertama di Hambalang minggu lalu, yang kedua kemarin juga dilaporkan dalam taklimat oleh Menko (Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto) soal KUR. Capaiannya yang paling tinggi dari semua KUR adalah KUR Perumahan. Dan KUR Perumahan yang paling tinggi itu adalah pencapaian kinerja BRI," kata Maruarar lewat siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (28/7/2026).
Realisasi KUR Perumahan BRI capai 88,3 persen
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, hingga Juli 2026, realisasi penyaluran KUR Perumahan BRI mencapai Rp 10,6 triliun atau sekitar 88,3 persen dari target Rp 12 triliun yang ditetapkan pemerintah.
Dari sisi jumlah unit, realisasinya mencapai 77.592 unit atau sekitar 167 persen dari target sebanyak 46.230 unit.
"Untuk KUR Perumahan sendiri, pencapaian BRI sudah mendekati 89 persen. Oleh karena itu, target ke depan juga akan ditingkatkan," papar Hery.
Selain KUR Perumahan, BRI juga menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hingga Senin (20/7/2026), realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 19.075 unit.
Porsi BRI dalam Program 3 Juta Rumah
BRI mendapatkan mandat terbesar dalam Program 3 Juta Rumah. Dari target nasional penyaluran KUR Perumahan sebanyak 88.535 unit, BRI mendapat target pembiayaan sebanyak 46.230 unit atau sekitar 52,2 persen.
Dari total plafon sebesar Rp 50 triliun, kontribusi target BRI mencapai 24 persen.
Tak hanya pada KUR Perumahan, BRI juga memperoleh porsi besar dalam keseluruhan program pembiayaan perumahan. Dari target nasional sebanyak 430.535 unit, BRI mendapat mandat pembiayaan untuk 148.535 unit atau sekitar 34,5 persen dari target nasional.
Hery mengatakan, penyaluran KUR Perumahan diperkirakan terus bertumbuh hingga akhir tahun. Salah satu faktor pendorongnya adalah bunga program yang relatif terjangkau.
"KUR Perumahan adalah program bersubsidi. Jadi, pricing atau bunga yang diberikan kepada nasabah hanya 6 persen per tahun atau sekitar 0,5 persen per bulan. Oleh karena itu, cicilannya masih sangat terjangkau,” jelas Hery.
Melalui penyaluran KUR Perumahan dan FLPP, BRI terus mendukung perluasan akses pembiayaan rumah bagi masyarakat serta mendorong percepatan realisasi Program 3 Juta Rumah.