KOMPAS.com – PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) memberikan edukasi mengenai kebiasaan menabung dan keamanan transaksi digital kepada siswa, guru, serta orangtua di SDN 4 Pataruman, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kegiatan yang diselenggarakan BWS Kantor Cabang Garut pada Selasa (21/7/2026), tersebut diikuti sekitar 80 peserta. Materi edukasi disampaikan oleh tim Funding BWS Kantor Cabang Garut yang diwakili Silvi Sucira Listian.
Pada kegiatan tersebut, peserta mendapat pemahaman mengenai peran penting membangun kebiasaan menabung sejak dini, mengelola uang secara bijak, serta mempersiapkan kebutuhan pada masa mendatang.
BWS juga memperkenalkan produk tabungan anak sebagai salah satu sarana yang dapat digunakan orangtua untuk membantu anak membangun kebiasaan finansial yang sehat.
BWS menilai, edukasi keuangan sejak dini berperan penting di tengah lebarnya kesenjangan antara akses masyarakat terhadap layanan keuangan dan tingkat pemahamannya.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia berada di angka 66,46 persen.
Sementara itu, indeks inklusi keuangan tercatat lebih tinggi, yakni sebesar 80,51 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan berkembang lebih cepat jika dibandingkan pemahamannya.
Oleh karena itu, peningkatan akses perlu diiringi edukasi agar masyarakat dapat menggunakan layanan keuangan secara bijak, aman, dan sesuai kebutuhan.
Corporate Secretary Bank Woori Saudara Ricko Irwanto mengatakan, kebiasaan menabung tidak hanya berkaitan dengan jumlah uang yang disisihkan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga dapat membantu anak membangun disiplin dan belajar menentukan prioritas.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak mulai mengenal kebiasaan finansial yang sehat, dengan dukungan guru dan orangtua sebagai pendamping utama,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (29/7/2026).
Kenalkan keamanan transaksi digital
Selain memberikan edukasi mengenai kebiasaan menabung, BWS juga membekali guru dan orangtua dengan pemahaman mengenai keamanan transaksi digital.
Peserta diajak mengenali berbagai modus kejahatan siber, termasuk penipuan atau scam dan phishing.
Mereka juga diingatkan untuk menjaga kerahasiaan data pribadi, kata sandi, nomor identifikasi pribadi atau PIN, serta kode one-time password (OTP).
Edukasi keamanan digital dinilai penting seiring peningkatan penggunaan aplikasi perbankan dan layanan keuangan digital.
Pemahaman mengenai risiko digital diharapkan dapat membantu masyarakat memanfaatkan kemudahan layanan keuangan tanpa mengabaikan keamanan data dan potensi penipuan.
Untuk diketahui, kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) BWS untuk memperluas akses dan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan.
Dengan melibatkan anak, guru, dan orangtua, edukasi keuangan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
BWS menyatakan akan terus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan serta mendorong masyarakat agar semakin cakap dan aman dalam menggunakan layanan keuangan.