Advertorial

Menembus Jarak dan Medan Sulit, Mantri BRI Dampingi UMKM di Kepulauan Talaud

Kompas.com - 30/07/2026, 21:32 WIB

KOMPAS.com – Hamparan laut menjadi pemandangan yang lekat dengan kehidupan masyarakat di wilayah kepulauan. Desa-desa yang tersebar membuat perjalanan dari satu wilayah ke wilayah lain tidak selalu singkat.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari keseharian Andrew Christy Darea, Mantri BRI Unit Beo, Kantor Cabang Tahuna, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Ia melayani ratusan debitur yang tersebar di belasan desa di Kepulauan Talaud.

Untuk menemui nasabah, Andrew harus menempuh perjalanan darat hingga puluhan kilometer dengan waktu tempuh mencapai dua jam. Saat hujan turun, sejumlah ruas jalan yang belum beraspal berubah menjadi lumpur sehingga semakin sulit dilalui.

Namun, keramahan masyarakat di sepanjang perjalanan membuat Andrew semakin dekat dengan lingkungan tempatnya bertugas.

Ia memilih berkarier sebagai Mantri BRI karena ingin memiliki pekerjaan yang tidak hanya memberikan penghasilan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Hingga saat ini, saya tetap bertahan karena setiap hari dapat melihat secara langsung perubahan kehidupan masyarakat yang berhasil mengembangkan usahanya berkat layanan BRI. Saya bahagia ketika nasabah yang dulunya memiliki usaha kecil kini mampu berkembang, meningkatkan pendapatan keluarga, dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain," ujar Andrew dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (30/7/2026)

Sebagian besar usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang didampingi Andrew merupakan petani kelapa, pala, dan cengkih. Ada pula nelayan, pedagang, serta pelaku usaha kecil lainnya.

Dalam setiap kunjungan dari desa ke desa, ia tidak hanya memantau perkembangan usaha nasabah, tetapi juga berdiskusi mengenai pengelolaan keuangan serta mengenalkan berbagai layanan BRI, termasuk BRImo dan QRIS.

Dari waktu ke waktu, Andrew menyaksikan sendiri bagaimana usaha para nasabah berkembang. Usaha yang semula dirintis dengan modal terbatas perlahan tumbuh setelah memperoleh pembiayaan dan pendampingan dari BRI.

Dalam menjalankan pekerjaannya, Andrew juga memegang teguh pesan yang sejak lama ditanamkan orangtuanya, yakni mengerjakan setiap tanggung jawab dengan sepenuh hati.

Bagi dia, menjadi Mantri BRI bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah pengabdian kepada masyarakat.

“Profesi tersebut mengajarkan saya tentang tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, kesabaran, dan pentingnya membangun kepercayaan. Melayani masyarakat di wilayah kepulauan membuat saya semakin memahami bahwa setiap orang memiliki perjuangan yang berbeda sehingga mereka membutuhkan pelayanan yang tulus dan penuh kepedulian," cerita Andrew.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai, kisah Andrew mencerminkan dedikasi Mantri BRI yang selalu hadir di tengah masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan dengan akses yang tidak selalu mudah.

"Kedekatan antara Mantri dengan UMKM seperti inilah yang membuat BRI dapat memahami kebutuhan masyarakat dan terus mendampingi pelaku usaha agar dapat tumbuh secara berkelanjutan," imbuh Dhanny.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau