KOMPAS.com – Antusiasme masyarakat terhadap Twilite Orchestra 35th Anniversary Concert begitu tinggi. Tiket umum konser yang mulai dijual pada 16 Juli 2026 habis terjual hanya dalam waktu satu jam. Bagi yang belum kebagian, peluang untuk menyaksikan konser tersebut masih terbuka melalui alokasi tiket khusus yang tersedia di aplikasi BRImo.
Konser yang digelar untuk merayakan 35 tahun perjalanan Twilite Orchestra sebagai orkestra dengan aktivitas berkelanjutan terlama di Indonesia ini akan berlangsung pada Minggu, 6 September 2026 pukul 16.00 WIB di Aula Simfonia Jakarta, Kemayoran.
Penyelenggaraan konser merupakan hasil kolaborasi Adinda Bakrie Foundation, PT Summarecon Agung Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan seni budaya sekaligus industri kreatif nasional.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, dukungan terhadap konser tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai kegiatan seni dan budaya melalui layanan digital BRI.
"Melalui dukungan terhadap Twilite Orchestra 35th Anniversary Concert, BRI ingin menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya nasabah, dengan memberikan akses yang lebih mudah dan eksklusif terhadap pengalaman menikmati pertunjukan musik berkualitas melalui BRImo,” ujar Dhanny dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (31/7/2026).
Ia menyebut bahwa kolaborasi tersebut juga merupakan wujud komitmen BRI dalam menghadirkan berbagai manfaat yang melampaui layanan perbankan melalui ekosistem digital yang semakin lengkap.
Dalam konser perayaan 35 tahun tersebut, Twilite Orchestra di bawah arahan konduktor sekaligus Music Director Addie MS akan menghadirkan perjalanan musikal yang merefleksikan kiprahnya sejak 1991 hingga saat ini.
Repertoar yang akan dibawakan mencakup musik film, video game, Broadway musical, musik klasik, lagu daerah Indonesia, hingga aria opera.
Beberapa karya yang akan ditampilkan antara lain Die Fledermaus Overture karya Johann Strauss II, Liberi Fatali karya Nobuo Uematsu, Phantom of the Opera karya Andrew Lloyd Webber, Fantasia Nusantara karya Addie MS, Nessun dorma, Sempre libera, serta March of the Toreadors dari Opera Carmen.
Konser tersebut juga akan dimeriahkan oleh penyanyi soprano Meechot Marrero yang pernah tampil di Sydney Opera House, penyanyi tenor Oswin Wilke, serta harpist Rama Widi bersama 73 musisi Twilite Orchestra. Sebanyak 200 penyanyi paduan suara dari Twilite Chorus, Perbanas Institute Choir, PSM IPB Agria Swara, Paduan Suara Gita Swara Jaya, Uhamka Choir, dan PSM Universitas Mercu Buana turut ambil bagian dalam pertunjukan tersebut.
Melihat tingginya minat masyarakat, BRI menghadirkan kesempatan bagi nasabah untuk memperoleh tiket melalui aplikasi BRImo. Tiket dapat dibeli mulai Selasa (28/7/2026) selama kuota masih tersedia.
Menu Lifestyle dalam aplikasi BRImo.Bagi nasabah yang ingin mendapatkan tiket konser melalui BRImo, ikuti langkah berikut:
Nasabah yang ingin memperoleh tiket konser melalui BRImo dapat mengikuti langkah-langkah
berikut:
BRI mengingatkan bahwa kuota tiket yang tersedia melalui BRImo bersifat terbatas dan penjualan akan ditutup apabila seluruh alokasi telah habis.
Melalui kolaborasi tersebut, BRI berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung kemajuan seni budaya nasional sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif Indonesia.
Di sisi lain, perusahaan juga terus menghadirkan inovasi layanan digital melalui BRImo yang tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memberikan pengalaman lifestyle yang relevan dan bernilai tambah bagi nasabah.