KOMPAS.com – PT Daikin Airconditioning Indonesia (Daikin) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu merek solusi tata udara (air conditioning) tepercaya di Indonesia. Pengakuan tersebut datang melalui raihan Top Brand Award 2026 untuk dua kategori sekaligus, yakni AC hunian dan AC Central yang mewakili solusi tata udara untuk bangunan komersial.
Penghargaan diberikan berdasarkan riset independen mengenai pilihan dan loyalitas konsumen Indonesia. Bagi Daikin, pencapaian tersebut menjadi cerminan kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan yang telah dibangun perusahaan selama bertahun-tahun.
"Keberhasilan menyandingkan penghargaan terkait popularitas dan loyalitas bagi dua segmen utama perangkat solusi tata udara ini mencerminkan terus solidnya kepercayaan masyarakat terhadap Daikin," ujar Vice President Director PT Daikin Airconditioning Indonesia, Budi Mulia, seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (31/7/2026).
Top Brand Award sendiri merupakan salah satu penghargaan bergengsi bagi merek di Indonesia. Penilaiannya didasarkan pada tiga parameter utama, yaitu Top of Mind Share, Top of Market Share, dan Top of Commitment Share. Ketiga indikator tersebut merepresentasikan tingkat kesadaran, penggunaan, serta loyalitas konsumen terhadap suatu merek sehingga menjadi salah satu tolok ukur kekuatan brand di pasar Indonesia.
Menurut Budi Mulia, keberhasilan Daikin meraih penghargaan di dua kategori utama tidak terlepas dari konsistensi perusahaan dalam menerapkan semangat Daikin Kualitas Jepang di seluruh lini operasional.
Berbekal pengalaman lebih dari satu abad di industri tata udara, Daikin terus menghadirkan inovasi dengan mengedepankan kualitas manufaktur Jepang.
Perusahaan juga mengembangkan teknologi yang berfokus pada kenyamanan, efisiensi energi, dan keberlanjutan. Seluruh upaya tersebut berlandaskan filosofi Perfecting the Air, yakni menghadirkan solusi yang tidak hanya memberikan kesejukan, tetapi juga menciptakan kualitas udara yang lebih baik bagi kehidupan dan aktivitas masyarakat.
Komitmen terhadap kualitas itu juga diterapkan secara menyeluruh, mulai dari penerapan standar global dalam proses manufaktur, pengendalian mutu produk dan layanan, hingga pengembangan sumber daya manusia. Seluruh aspek tersebut dirancang agar saling terintegrasi dalam menghadirkan layanan terbaik bagi pelanggan.
Di sisi lain, semangat Daikin Kualitas Jepang juga diwujudkan melalui kontribusi terhadap pembangunan Indonesia. Perusahaan menjalin kolaborasi dengan pelaku usaha kecil dan menengah sebagai industri pendukung, bekerja sama dengan berbagai lembaga vokasi untuk meningkatkan kompetensi calon tenaga ahli tata udara, serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan penghijauan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
"Semangat ini menjadi landasan Daikin di Indonesia dalam menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, sehat, dan berkelanjutan," kata Budi.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa komitmen tersebut diperkuat melalui strategi manajemen global menuju 2030 bertajuk FUSION30. Melalui strategi ini, Daikin mempercepat transformasi dari produsen sistem tata udara menjadi penyedia solusi menyeluruh yang mampu menjawab berbagai tantangan masa depan.
Transformasi tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan teknologi HVAC, layanan pemeliharaan, manajemen energi, kecerdasan buatan (AI), serta pemanfaatan data untuk menciptakan nilai tambah sepanjang siklus hidup bangunan.
Dengan pendekatan tersebut, DAIKIN tidak lagi sekadar menghadirkan sistem pendingin udara, melainkan solusi terintegrasi yang mendukung efisiensi operasional, kenyamanan, kesehatan, sekaligus keberlanjutan berbagai jenis bangunan.
"Penghargaan Top Brand Award 2026 bukan sekadar pengakuan atas kekuatan merek, melainkan juga menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melanjutkan transformasi ini. Kami ingin terus menghadirkan solusi tata udara yang memberikan nilai tambah bagi pengguna, mendukung produktivitas bisnis, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta berkontribusi pada pembangunan Indonesia yang lebih berkelanjutan," jelas Budi Mulia.