Advertorial

XPENG Hadirkan Ekosistem Physical AI for All di GIIAS 2026

Kompas.com - 01/08/2026, 16:20 WIB

KOMPAS.com — Kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) kini tidak lagi sebatas teknologi yang bekerja di balik layar.

Dalam industri otomotif, AI mulai hadir lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari cara kendaraan membaca kondisi jalan, membantu pengemudi, hingga menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih intuitif.

Gambaran itu ditampilkan XPENG Indonesia dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 melalui tema “Physical AI for All”.

XPENG menghadirkan ekosistem mobilitas berbasis AI melalui lini kendaraan listrik pintar dan berbagai inovasi mobilitas masa depan di Hall 3A, ICE BSD City, pada Kamis (30/7/2026) hingga Minggu (9/8/2026).

Tema Physical AI for All menjadi cara XPENG memperlihatkan bagaimana AI tidak hanya diterapkan pada kendaraan listrik pintar, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem mobilitas yang lebih terhubung, aman, dan mudah diakses.

Chief Executive Officer (CEO) Erajaya Active Lifestyle Djohan Sutanto mengatakan, XPENG ingin menunjukkan bahwa teknologi berbasis AI dapat hadir dalam berbagai bentuk inovasi mobilitas.

“Melalui tema Physical AI for All, kami ingin memperlihatkan bagaimana teknologi berbasis kecerdasan buatan tidak hanya diterapkan pada kendaraan listrik pintar, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem mobilitas masa depan yang lebih terhubung, aman, dan mudah diakses,” ujar Djohan dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (31/7/2026).

L03 tampil perdana di Asia Tenggara

Salah satu sorotan utama di stan XPENG di GIIAS 2026 adalah kehadiran XPENG L03. Model terbaru XPENG ini sebelumnya baru diluncurkan di Munich, Jerman. Indonesia kemudian menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menampilkan XPENG L03 kepada publik.

XPENG L03Dok. XPENG XPENG L03

Kehadiran L03 di GIIAS 2026 bersifat display only dan menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk melihat lebih dekat arah pengembangan kendaraan listrik pintar XPENG.

Model itu mengusung konsep Next-Generation AI SUV Coupe dan dikembangkan di bawah arahan eks Chief Exterior Designer Ferrari, JuanMa Lopez.

Secara desain, L03 mengadopsi filosofi Vital Flow dengan koefisien hambatan udara 0,228 Cd. Di dalam kabin, XPENG L03 menghadirkan pengalaman berkendara berbasis AI melalui Global Intelligent Cockpit terbaru yang dijalankan oleh XOS 6.

Sistem tersebut dilengkapi layar sentral 15,6 inci, Wide Head-Up Display (W-HUD), pencahayaan ambient, pengaturan iklim cerdas, hingga asisten suara generasi terbaru yang mampu memahami konteks percakapan secara lebih natural.

Dari sisi komputasi, L03 ditenagai tiga Turing AI Chips dengan kemampuan hingga 2.250 TOPS. Mobil ini juga mengadopsi NGP (VLA 2.0), sistem intelligent driving generasi terbaru yang dirancang untuk memahami situasi berkendara secara lebih komprehensif dibanding sistem ADAS konvensional.

XPENG GX jadi representasi Physical AI

Selain L03, XPENG juga menampilkan XPENG GX sebagai salah satu representasi dari konsep Physical AI.

XPENG GX merupakan konsep mobilitas generasi berikutnya yang memadukan desain futuristis dan teknologi cerdas.

XPENG GXDok. XPENG XPENG GX

Model itu menunjukkan bagaimana AI dapat menjadi fondasi kendaraan yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan penggunanya.

Melalui GX, XPENG ingin memperlihatkan bahwa AI dalam kendaraan tidak hanya berfungsi sebagai fitur tambahan.

Lebih dari itu, AI menjadi bagian dari cara kendaraan memahami lingkungan, merespons kebutuhan pengguna, dan mendukung pengalaman mobilitas yang lebih personal.

The Next P7 tampilkan teknologi generasi terbaru

XPENG juga menghadirkan The Next P7, smart sports car yang membawa teknologi generasi terbaru.

Mobil itu dibekali kemampuan komputasi hingga 2.250 TOPS dan disebut sebagai model pertama di dunia yang mengadopsi Visual Language Action (VLA) serta Visual Language Model (VLM) dengan pemrosesan langsung di dalam kendaraan.

XPENG The Next P7 Dok. XPENG XPENG The Next P7

Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan memahami lingkungan, kondisi lalu lintas, serta perintah pengemudi secara lebih komprehensif.

Dari sisi performa, The Next P7 didukung sistem kelistrikan 800V dengan baterai 5C, suspensi udara dual-chamber, DCC Intelligent Variable Damping Shock Absorbers, kaliper rem Brembo, serta akselerasi 0-100 kilometer per jam dalam sekitar 3 detik.

Kehadiran The Next P7 menjadi bagian dari cara XPENG menunjukkan bahwa performa dan kecerdasan kendaraan dapat berjalan beriringan.

Robot humanoid dan kendaraan terbang

Konsep Physical AI for All juga ditampilkan melalui Next-Gen IRON dan XPENG X2.

Next-Gen IRON merupakan robot humanoid berbasis AI yang dikembangkan untuk menghadirkan interaksi manusia yang lebih natural.

Next-Gen IRON dan XPENG X2Dok. XPENG Next-Gen IRON dan XPENG X2

Sementara itu, XPENG X2 merupakan kendaraan terbang yang menjadi simbol eksplorasi mobilitas tiga dimensi.

Bersama GX dan The Next P7, kehadiran Next-Gen IRON serta XPENG X2 memperlihatkan cakupan Physical AI Ecosystem yang lebih luas.

Ekosistem tersebut menghubungkan kendaraan pintar, robotika, mobilitas otonom, dan kendaraan terbang dalam satu visi mobilitas masa depan.

Lini kendaraan untuk pasar Indonesia

Di tengah rangkaian inovasi global tersebut, XPENG juga menampilkan lini kendaraan yang telah dipasarkan di Indonesia, yaitu XPENG New X9, XPENG G6 Pro, dan XPENG G6 Pro AWD.

XPENG New X9Dok. XPENG XPENG New X9

Sebagai flagship MPV XPENG di Indonesia, New X9 hadir dengan penyempurnaan desain, kenyamanan, performa, dan teknologi berkendara.

Mobil tersebut mengusung desain Starship 2.0 dengan koefisien hambat udara 0,236 Cd. New X9 juga dipadukan dengan Active Rear-Wheel Steering yang menghasilkan radius putar minimum 5,4 meter.

Di dalam kabin, New X9 menawarkan ruang seluas 7,7 meter persegi, kursi Nappa Leather dengan konfigurasi Zero Gravity Seat, sistem audio XPENG XOPERA 23 speaker, layar hiburan penumpang 21,4 inci, hingga kulkas pintar dengan fungsi ganda.

Sementara itu, G6 Pro AWD hadir untuk melengkapi pilihan SUV listrik premium XPENG di Indonesia.

Model itu dikembangkan di atas platform 800V Silicon Carbide dan menggabungkan motor listrik ganda bertenaga maksimum 358 kW dengan torsi puncak 660 Nm.

Konfigurasi tersebut memungkinkan akselerasi 0-100 kilometer per jam dalam 4,13 detik, dengan jarak tempuh hingga 575 kilometer berdasarkan standar NEDC.

Seluruh inovasi tersebut dapat dilihat langsung di stan XPENG selama GIIAS 2026.

Melalui tema Physical AI for All, XPENG tidak hanya menampilkan kendaraan listrik pintar, tetapi juga menunjukkan bagaimana AI mulai diwujudkan dalam berbagai bentuk mobilitas masa depan yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau