KOMPAS.com – Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pengembangan motor listrik nasional menunjukkan bahwa elektrifikasi kendaraan roda dua menjadi salah satu arah yang ingin diperkuat pemerintah.
"Saya berharap, nanti petani-petani kita minimal naik motor. Motor listrik,” ujar Prabowo dalam Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Di tengah momentum tersebut, pilihan motor listrik di Indonesia pun semakin beragam. Hal ini memberi masyarakat lebih banyak alternatif untuk mulai beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik.
Perkembangan pasar pun menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan data Sistem Informasi Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Roda Dua (Sisapira), penjualan motor listrik bersubsidi sepanjang 2024 mencapai 63.146 unit. Angka ini melonjak hampir enam kali lipat jika dibandingkan 11.532 unit pada 2023.
Sementara itu, hingga Mei 2025, penjualan motor listrik kembali menembus sekitar 15.000 unit. Data ini menandakan, minat masyarakat terhadap kendaraan listrik masih tumbuh meski pasar masih didominasi sepeda motor berbahan bakar bensin.
Bagi masyarakat yang baru ingin beralih ke kendaraan listrik, harga memang menjadi salah satu pertimbangan utama.
Namun, keputusan membeli motor listrik biasanya juga dipengaruhi oleh kemudahan penggunaan, biaya operasional, jarak tempuh, sertalayanan purnajual yang tersedia.
Produsen startup otomotif asal Vietnam, VinFast, menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan VinFast EVO.
Motor listrik entry-level yang dirancang untuk menunjang mobilitas masyarakat perkotaan itu tak hanya menawarkan desain modern.
Lebih dari itu, VinFast EVO juga hadir dengan pilihan konfigurasi baterai yang fleksibel, dukungan ekosistem battery swapping, serta biaya kepemilikan yang lebih efisien jika dibandingkan motor konvensional.
Dirancang untuk pengguna yang baru beralih ke motor listrik
VinFast EVO mengusung desain modern yang dipadukan dengan empat pilihan warna, yaitu Green Olive, Black Solid, Red Candy Tone, dan White Cyan.
Pilihan tersebut memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk menyesuaikan kendaraan dengan karakter masing-masing, mulai dari tampilan elegan hingga nuansa sporty.
Motor listrik itu dipasarkan mulai Rp 17,5 juta (OTR Jakarta) melalui skema battery subscription. Konsumen juga dapat memilih konfigurasi satu ataupun dua baterai sesuai kebutuhan mobilitas.
Untuk penggunaan harian di kawasan perkotaan, satu baterai mampu menempuh jarak hingga 85 kilometer. Sementara, konfigurasi dua baterai menawarkan jarak tempuh hingga 150 kilometer sehingga dapat disesuaikan dengan intensitas perjalanan masing-masing pengguna.
Performa VinFast EVO didukung motor listrik bertenaga hingga 5.200 watt dengan kecepatan maksimum 80 km per jam. Performa ini terbilang mumpuni untuk menunjang aktivitas sehari-hari, seperti perjalanan menuju kantor, kampus, atau berbagai kebutuhan mobilitas lain.
VinFast EVO sendiri menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP). Jenis baterai ini kini semakin banyak digunakan pada kendaraan listrik karena dikenal memiliki tingkat keamanan yang tinggi, umur pakai yang lebih panjang, serta performa yang stabil meski telah melalui ribuan siklus pengisian daya.
Karakteristik tersebut membuat baterai LFP dinilai cocok untuk penggunaan harian, termasuk di negara beriklim tropis seperti Indonesia.
Battery swapping dan biaya operasional yang lebih ringan
Selain spesifikasi kendaraan, kemudahan penggunaan menjadi faktor penting bagi calon pengguna motor listrik.
Salah satu tantangan yang kerap muncul adalah waktu pengisian daya yang relatif lebih lama ketimbang mengisi bahan bakar minyak.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, VinFast menghadirkan ekosistem battery swapping. Melalui layanan ini, pengguna dapat menukar baterai di stasiun battery swapping publik V-GREEN tanpa harus menunggu proses pengisian ulang sehingga kendaraan dapat kembali digunakan dalam waktu singkat.
Saat ini, VinFast juga telah menghadirkan 20 dealer e-motorcycle di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung layanan penjualan sekaligus purnajual.
Selain menawarkan kemudahan penggunaan, kendaraan listrik juga dikenal memiliki biaya operasional yang lebih rendah. Hal ini didukung oleh jumlah komponen bergerak yang lebih sedikit jika dibandingkan mesin pembakaran internal. Tak heran, kebutuhan perawatannya pun relatif lebih minim.
Selain itu, biaya energi listrik untuk menggerakkan kendaraan umumnya lebih hemat ketimbang penggunaan bahan bakar minyak.
Keunggulan tersebut juga tecermin pada simulasi Total Cost of Ownership (TCO) VinFast. Dengan asumsi penggunaan sekitar 40 kilometer per hari atau 14.400 kilometer per tahun, biaya energi diperkirakan hanya sekitar Rp 48 per kilometer atau sekitar Rp 690.000 per tahun.
Jika ditambah estimasi biaya perawatan sekitar Rp 150.000 per tahun, maka total biaya operasional VinFast EVO diperkirakan hanya sekitar Rp 840.000 per tahun.
Angka tersebut sekitar Rp 3,36 juta lebih rendah jika dibandingkan biaya operasional sepeda motor berbahan bakar bensin dengan pola penggunaan sama.
Sebagai bagian dari program peluncuran, VinFast juga memberikan berbagai keuntungan bagi konsumen.
Pembeli VinFast EVO berhak menikmati layanan battery swapping gratis selama satu tahun di stasiun battery swapping publik V-GREEN dengan batas maksimal 20 kali penukaran baterai per bulan untuk setiap kendaraan.
Selain itu, VinFast EVO didukung garansi kendaraan hingga 4+2 tahun atau 60.000+12.000 kilometer, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.
Melalui kombinasi desain modern, pilihan baterai yang fleksibel, dukungan battery swapping, efisiensi biaya kepemilikan, serta jaringan layanan yang terus berkembang, VinFast EVO menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat yang mulai mempertimbangkan transisi menuju kendaraan listrik.
Seiring berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dan semakin banyaknya pilihan produk di pasar, kehadiran motor listrik entry-level, seperti VinFast EVO, menunjukkan bahwa beralih ke kendaraan listrik kini semakin mudah dijangkau.
Bagi masyarakat perkotaan yang membutuhkan kendaraan praktis dengan biaya operasional lebih ringan, motor listrik tak lagi sekadar menjadi alternatif, tetapi mulai menjadi pilihan yang relevan untuk mobilitas sehari-hari.