Advertorial

Satelit Kembar Hiperspektral OSE, Lampung-1 dan Samarkand 2028, Segera Diluncurkan STAR.VISION

Kompas.com - 04/08/2026, 11:38 WIB

KOMPAS.com - Perusahaan teknologi antariksa STAR.VISION mengumumkan kesiapan peluncuran misi satelit kembar Hiperspektral OSE. Peluncuran dijadwalkan berlangsung dari laut di lepas Pantai Shandong, China, Rabu (5/8/2026).

Dilansir dari unggahan akun Instagram resmi STAR.VISION, @star.vision_aerospace, perusahaan menyebut, roket pembawa satelit kembar Hiperspektral OSE telah diangkut ke kapal peluncur dan sedang menuju lokasi peluncuran.

Misi tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama antariksa internasional dengan membawa dua satelit utama, yakni Lampung-1 dan Samarkand 2028. 

STAR.VISION juga mengajak publik mengikuti perkembangan terbaru menjelang peluncuran misi tersebut.

Dalam unggahan itu, STAR.VISION turut menandai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, BRIN Indonesia, dan Uzcosmos Uzbekistan sebagai bagian dari kolaborasi atau pihak terkait dalam misi tersebut. 

STAR.VISION menjelaskan bahwa Lampung-1 dikembangkan melalui kerja sama dengan Pemprov Lampung. Satelit tersebut dirancang untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi kelautan, penguatan tata kelola lingkungan, serta kolaborasi industri di wilayah Lampung.

Roket pembawa misi satelit kembar Hiperspektral OSE diangkut menuju lokasi peluncuran di laut lepas Pantai Shandong, China. Peluncuran yang dijadwalkan pada Rabu (5/8/2026) akan membawa satelit Lampung-1 dan Samarkand 2028.Dok. STAR.VISION Roket pembawa misi satelit kembar Hiperspektral OSE diangkut menuju lokasi peluncuran di laut lepas Pantai Shandong, China. Peluncuran yang dijadwalkan pada Rabu (5/8/2026) akan membawa satelit Lampung-1 dan Samarkand 2028.

Sementara itu, Samarkand 2028 dikembangkan bersama Uzbekistan untuk mendukung pemantauan ekologi regional dan inovasi teknologi.

Dalam unggahan yang sama, STAR.VISION juga menyebut bahwa kedua satelit dibekali teknologi pencitraan hiperspektral multiband yang dipadukan dengan komputasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di dalam satelit.

Teknologi tersebut memungkinkan pemrosesan data dilakukan langsung di orbit sehingga menghasilkan informasi yang lebih cepat, cerdas, dan mudah diakses oleh berbagai pengguna.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau