KOMPAS.com – PT Bank Syariah Indonesia (Persero)Tbk (BSI) bersama Danantara Indonesia mempercepat penguatan ekonomi kerakyatan dengan membangun ekosistem pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terintegrasi.
Melalui 35 Sentra UMKM, BSI UMKM Center, dan 23 Desa BSI di berbagai daerah, BSI tidak hanya membuka akses pembiayaan, tetapi juga menyiapkan infrastruktur agar pelaku usaha mampu naik kelas, menjadi bankable, dan menembus pasar yang lebih luas.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional sekaligus pintu masuk utama pengembangan ekosistem halal Indonesia.
Oleh karena itu, BSI mengusung pendekatan end-to-end, mulai dari pendampingan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), sertifikasi halal, akses pembiayaan syariah, digitalisasi, hingga perluasan pasar domestik dan global.
BSI saat ini memiliki lebih dari 340.000 nasabah UMKM. Dari jumlah tersebut, BSI bersama Danantara juga membangun empat UMKM center untuk melakukan pembinaan secara khusus agar UMKM tersebut naik kelas.
Saat ini, ada lebih dari 6.000 UMKM memperoleh pendampingan dari BSI UMKM Center. BSI UMKM Center yang berada di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar saat ini berfungsi sebagai pusat pelatihan, konsultasi bisnis, pemasaran, dan akses pembiayaan, serta showcasing produk-produk UMKM binaan yang tidak hanya bertahan, tumbuh menjadi usaha yang sehat, legal, feasible, bankable, dan berdaya saing.
“Hal ini sejalan dengan komitmen kami menjadikan UMKM tidak hanya sekedar pembiayaan, melainkan ekosistem yang membuat pelaku usaha benar-benar naik kelas. Sejalan dengan menghadirkan ekosistem UMKM nasional sejalan dengan visi pemerintah," ujar Anggoro lewat siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (4/8/2026).
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo. Penguatan dan pendampingan kepada UMKM dilakukan melalui lima strategi utama, yaitu peningkatan kualitas SDM, percepatan sertifikasi halal, pengembangan halal value chain dari hulu hingga hilir, penyediaan pembiayaan syariah, serta penguatan inovasi dan digitalisasi usaha.
Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, BSI mengembangkan 35 Sentra UMKM yang didukung dana zakat untuk memberdayakan pelaku usaha mustahik agar menjadi legal, feasible, dan bankable. Sebagai bagian dari mendukung pengembangan UMKM di pedesaan, BSI juga membangun 23 Desa Binaan yang mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Komitmen tersebut turut diperkuat melalui penyaluran pembiayaan Ritel dan UMKM yang hingga Mei 2026 mencapai Rp 54,80 triliun, tumbuh double digit 11,14 persen dari tahun ke tahun (yoy) kepada lebih dari 340.000 pelaku usaha melalui pembiayaan KUR Syariah, Mikro, dan SME.
Di sisi lain, BSI mempercepat transformasi digital UMKM melalui Portal UMKM BSI, BEWIZE by BSI, BSI QRIS, dan BYOND by BSI agar pelaku usaha semakin adaptif terhadap ekonomi digital.
"Ketika UMKM naik kelas, manfaatnya tidak berhenti pada satu pelaku usaha. Dampaknya akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat industri halal, dan menggerakkan ekonomi daerah. Inilah nilai ekonomi dan peran bank syariah sekaligus nilai sosial yang terus kami bangun bersama Danantara Indonesia," ujar Anggoro.