KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk secara konsisten mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia agar naik kelas. Salah satunya, melalui BRIncubator 2026. Program inkubasi ini disiapkan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing dan memperluas pasar ke tingkat global.
Digelar sejak 2018, BRIncubator menjadi salah satu inisiatif pemberdayaan UMKM yang secara konsisten dijalankan BRI melalui Rumah BUMN.
Peserta BRIncubator merupakan UMKM binaan Rumah BUMN BRI yang telah melalui proses kurasi sesuai dengan kesiapan usahanya.
Melalui skema pendampingan tersebut, BRI memberikan pembinaan yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan bisnis masing-masing pelaku usaha.
Dengan demikian, setiap peserta dibekali sesuai dengan tahap perkembangan usahanya sebelum memasuki fase akselerasi bisnis.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, BRIncubator menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat daya saing UMKM di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif.
Menurut Akhmad, pembinaan UMKM tidak hanya berfokus pada pengembangan usaha, tetapi juga memperkuat pola pikir kewirausahaan, strategi bisnis, literasi keuangan, digitalisasi, hingga kesiapan memasuki pasar ekspor.
"Untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi UMKM, diperlukan upaya penguatan kapasitas dan kapabilitas melalui pembinaan yang berkelanjutan," ujar Akhmad dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (5/8/2026).
Ia menambahkan, penguatan tersebut diharapkan mampu membantu UMKM meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, naik kelas, sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
Peserta BRIncubator 2026 memperkenalkan produk aksesori dan fesyen hasil karya UMKM binaan Rumah BUMN BRI. Program inkubasi ini dirancang untuk memperkuat daya saing usaha melalui pembinaan yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan bisnis.Pada penyelenggaraan tahun ini, BRIncubator memfokuskan pembinaan pada tiga sektor, yakni Food & Beverage, Fashion & Beauty, serta Home Decor & Craft.
Ketiga sektor tersebut dipilih karena dinilai memiliki peluang pertumbuhan yang besar, baik di pasar domestik maupun internasional.
Karena itu, pelaku usaha yang mengikuti BRIncubator tidak hanya memperoleh pelatihan, tetapi juga pendampingan intensif serta pengembangan bisnis agar lebih siap memanfaatkan peluang ekspor.
Melalui proses kurasi dan inkubasi, BRI berharap setiap pelaku usaha mampu membangun model bisnis yang lebih matang, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat daya saing di pasar yang lebih luas.
Akhmad berharap para peserta dapat memanfaatkan rangkaian pembinaan tersebut sebagai bekal untuk mengembangkan usahanya.
"Kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta Program BRIncubator 2026. Besar harapan kami agar seluruh rangkaian pelatihan dan pendampingan ini dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat daya saing, serta membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global," ujar Akhmad.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra, narasumber, pendamping, serta tim Rumah BUMN yang selama ini berperan aktif dalam mendukung pemberdayaan UMKM di berbagai daerah.
Melalui BRIncubator 2026, BRI menargetkan semakin banyak UMKM binaan Rumah BUMN mampu memperkuat bisnisnya, memperluas akses pasar, hingga membuka peluang menembus pasar ekspor.