Advertorial

Dukung Kebijakan Penempatan Dana SAL ke Himbara, BRI Siap Salurkan ke Sektor Produktif

Kompas.com - 06/08/2026, 16:52 WIB

KOMPAS.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang memperpanjang masa penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga tahun depan.

Langkah tersebut dapat menjaga likuiditas perbankan sehingga ruang penyaluran kredit kepada sektor-sektor produktif tetap terjaga. Sebelumnya, sebagian dana SAL direncanakan akan ditarik pada akhir 2026.

SAL merupakan dana yang berasal dari sisa lebih pembiayaan anggaran dan digunakan pemerintah sebagai salah satu instrumen pengelolaan kas negara.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyambut positif kebijakan tersebut. 

Instrumen pengelolaan kas negara seperti penempatan dana SAL, lanjutnya, punya peran penting dalam mendukung stabilitas sistem keuangan.

"Kebijakan tersebut memberikan dukungan likuiditas bagi industri perbankan sehingga bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," ujar Hery dalam siaran pers kepada Kompas.com, Kamis (6/8/2026).

Ia menambahkan, likuiditas yang memadai menjadi salah satu prasyarat agar perbankan dapat terus menyalurkan kredit secara sehat.

Kondisi tersebut juga memberikan ruang lebih besar bagi bank untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha tanpa mengabaikan kualitas aset ataupun manajemen risiko.

Fokus pada pembiayaan produktif

Hery menambahkan, dukungan likuiditas tersebut akan dioptimalkan untuk memperkuat penyaluran kredit berkualitas, terutama ke sektor riil dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memiliki dampak tinggi.

“Fokus kami tetap pada pembiayaan yang produktif sehingga mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) berupa peningkatan aktivitas usaha, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat," kata Hery.

BRI sendiri merupakan bank dengan portofolio pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia. Selain UMKM, BRI juga akan terus mengarahkan ekspansi kredit ke sektor penggerak utama perekonomian nasional, seperti pertanian, perdagangan, industri pengolahan, dan berbagai sektor produktif lain.

Hingga akhir triwulan I 2026, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 1.562 triliun. Sebanyak Rp 1.211 triliun atau sekitar 77,5 persen di antaranya disalurkan kepada segmen UMKM.

Fondasi penting pertumbuhan ekonomi nasional

Hery menyatakan, sinergi antara pemerintah dan industri perbankan merupakan fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.

Untuk itu, pihaknya akan terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat kapasitas pembiayaan sektor riil.

“Melalui pengelolaan likuiditas yang prudent dan penyaluran kredit yang berkualitas, kami akan terus memperbesar kontribusi BRI sebagai agen pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutur Hery.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau