KOMPAS.com – PT Nojorono Tobacco International (Nojorono Kudus) menggandeng Pewarta Foto Indonesia (PFI) untuk menggelar kompetisi fotografi bertajuk “Berkarya Lewat Lensa”.
Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi insan media dan masyarakat umum untuk mengeksplorasi kreativitas serta menyampaikan cerita melalui perspektif visual yang autentik.
Program itu melanjutkan inisiatif “Tinta Inspirasi” yang sebelumnya dihadirkan Nojorono Kudus sebagai wadah bagi jurnalis untuk menuangkan gagasan melalui karya tulis.
Memasuki usia ke-94 pada 2026, perusahaan memperluas ruang kreativitas tersebut ke ranah fotografi dengan menggandeng PFI.
Mengusung tema “Menjaga Warisan, Selaras dengan Waktu”, peserta ditantang untuk menerjemahkan esensi tema ke dalam karya visual.
Kompetisi dibuka dalam dua kategori kepesertaan. Kategori Jurnalis ditujukan bagi pewarta foto dan insan pers, sementara kategori Umum dapat diikuti citizen journalist dan masyarakat luas.
Ketua Umum PFI Dwi Pambudo mengatakan, penilaian dalam kompetisi tersebut tidak hanya berfokus pada aspek teknis fotografi.
Kemampuan peserta dalam menerjemahkan tema dan menyampaikan cerita melalui visual juga menjadi bagian dari penilaian.
Dwi menjelaskan, selama ini rekan-rekan jurnalis dan pewarta foto terbiasa menghadirkan karya yang berangkat dari peristiwa dan fakta.
“Melalui kompetisi ini, kami ingin membuka ruang yang lebih luas bagi mereka untuk mengeksplorasi sudut pandang, kreativitas, dan kekuatan visual dalam bercerita, tanpa meninggalkan nilai jurnalistik yang menjadi identitas utama karya mereka,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (11/8/2026).
Menurut Dwi, kompetisi tersebut memberikan kesempatan bagi pewarta foto untuk mengembangkan pendekatan yang lebih eksploratif dalam menghasilkan karya.
Dengan demikian, kekuatan sebuah foto tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga kemampuan menghadirkan perspektif dan narasi di balik visual yang ditampilkan.
Corporate Communication PT Nojorono Tobacco International Eliza Susanto mengatakan, kreativitas visual memiliki peran penting dalam menyampaikan cerita di tengah perkembangan media saat ini.
Eliza mengatakan, pihaknya percaya bahwa cerita yang kuat lahir dari kebebasan bereksplorasi, dan kreativitas visual merupakan kunci penting dalam menyampaikan warta masa kini.
“Melalui ruang eksplorasi ini, kami berharap lahir karya-karya fotografi yang tidak hanya mengasah aspek teknis, tetapi juga memperkaya narasi jurnalistik Indonesia,” katanya.
Selain menjadi ruang eksplorasi karya, kompetisi “Berkarya Lewat Lensa” juga menjadi bentuk apresiasi perusahaan terhadap insan pers.
Menurut Eliza, perjalanan Nojorono Kudus menuju usia satu abad turut melibatkan peran media sebagai salah satu mitra perusahaan.
“Perjalanan Nojorono menuju usia satu abad tak lepas dari peran rekan-rekan media sebagai mitra strategis kami. Kami mengucapkan terima kasih yang tulus atas dukungan serta sinergi positif yang terus terjalin hingga saat ini,” ujarnya.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai rangkaian kompetisi “Berkarya Lewat Lensa”, dapat diperoleh melalui akun Instagram @nojoronokudus dan @pewartafotoindonesia.