Advertorial

Diaspora Indonesia Kembangkan Kuliner Nusantara di Belanda Bersama BNI

Kompas.com - 13/08/2026, 14:30 WIB

KOMPAS.com — Memperkenalkan cita rasa autentik Indonesia ke pasar internasional membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan memasak.

Di baliknya, ada keberanian membangun usaha di negeri orang, menjaga kualitas produk, serta dukungan mitra yang mampu mengiringi pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Semangat itu tecermin dalam perjalanan Suprapti, pemilik Waroeng Padang Lapek di Den Haag, Belanda.

Berbekal kecintaan terhadap kuliner Minangkabau, Suprapti mengembangkan Waroeng Padang Lapek menjadi salah satu restoran Indonesia yang dikenal masyarakat setempat dan diaspora Indonesia.

Dalam perjalanan tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan dukungan pembiayaan untuk memperkuat kapasitas usaha Waroeng Padang Lapek.

Dukungan itu turut menopang pengembangan operasional restoran dan central kitchen di Den Haag, serta pembukaan cabang baru di Amsterdam pada 2026.

Hadirkan cita rasa autentik Minangkabau

Waroeng Padang Lapek didirikan pada 3 Oktober 2019. Restoran yang berlokasi di Schoolstraat 26, Den Haag, ini menghadirkan beragam hidangan khas Minangkabau dengan cita rasa autentik.

Restoran itu mempertahankan resep asli masakan Padang, mulai dari rendang, gulai tunjang, paru balado, gulai jengkol, hingga kue lupis.

Konsistensi dalam menjaga cita rasa membuat restoran tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Indonesia di Belanda maupun pelanggan lokal.

“Sejak awal, kami ingin menghadirkan masakan Padang dengan cita rasa yang benar-benar autentik. Sambutan yang kami terima menunjukkan bahwa kuliner Indonesia memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Belanda,” ujar Suprapti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (13/8/2026).

Seiring meningkatnya permintaan, Waroeng Padang Lapek terus memperkuat kapasitas usahanya.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoperasikan central kitchen di Mercuriusweg 70, Den Haag, sebagai pusat produksi dan distribusi makanan.

Fasilitas tersebut berperan menjaga konsistensi kualitas produk, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung pengembangan jaringan usaha di Belanda.

Perkuat kapasitas usaha

Untuk mendukung pengembangan tersebut, BNI memberikan fasilitas kredit tambahan pada 2025. Fasilitas ini digunakan untuk membeli properti central kitchen yang sebelumnya disewa.

Dukungan pembiayaan tersebut sekaligus memperkuat fondasi usaha Waroeng Padang Lapek dalam mendukung ekspansi restoran di Den Haag dan pembukaan cabang baru di Amsterdam.

Saat ini, cabang Waroeng Padang Lapek di Amsterdam sedang dalam proses renovasi bangunan gerai.

Dengan beroperasinya cabang baru tersebut, Waroeng Padang Lapek akan mengoperasikan satu central kitchen dan dua restoran yang berlokasi di Den Haag dan Amsterdam.

Dorong diaspora perluas pasar

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, perjalanan Waroeng Padang Lapek menunjukkan besarnya potensi diaspora Indonesia dalam memperkenalkan budaya bangsa melalui kegiatan usaha.

“Kami mengapresiasi semangat Suprapti dalam memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia di Belanda,” ujar Putrama.

Menurutnya, dukungan kepada diaspora Indonesia tidak hanya dilakukan melalui penyediaan akses pembiayaan.

BNI juga berupaya menjadi mitra bagi pelaku usaha untuk memperkuat kapasitas bisnis dan memperluas jangkauan pasar global.

“Bagi BNI, mendukung diaspora Indonesia bukan hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga menjadi mitra yang membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas bisnis dan memperluas jangkauannya di pasar global,” katanya.

Putrama menambahkan, penguatan kapasitas produksi dan ekspansi jaringan menjadi tahapan penting bagi pelaku usaha.

Dengan kapasitas yang lebih kuat, pelaku usaha dapat melayani pasar yang lebih luas tanpa mengurangi kualitas produk.

Ia menilai, perkembangan Waroeng Padang Lapek menjadi salah satu contoh kolaborasi antara sektor perbankan dan pelaku usaha.

Kolaborasi tersebut dapat menciptakan nilai tambah bagi bisnis sekaligus memperkuat eksistensi produk dan budaya Indonesia di tingkat internasional.

Memasuki usia ke-80 dengan mengusung tema Swadharma Bhakti Nagara, BNI terus memperkuat perannya sebagai mitra pertumbuhan bagi pelaku usaha Indonesia.

Peran tersebut juga mencakup diaspora Indonesia yang mengembangkan bisnis di berbagai negara.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BNI akan terus menghadirkan solusi keuangan yang adaptif dan terintegrasi.

Langkah ini diharapkan dapat mendukung lebih banyak pelaku usaha Indonesia memperluas pasar serta membawa produk, budaya, dan identitas bangsa ke tingkat global.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau