Advertorial

Teknologi Pemurnian Air ANGEL untuk Mendukung Higienitas Dapur Komersial

Kompas.com - 13/08/2026, 14:55 WIB

KOMPAS.com - Bagi bisnis food service, kualitas air bukan sekadar persoalan kebersihan. Air juga berperan dalam menjaga cita rasa makanan dan minuman, melindungi peralatan, serta mendukung kelancaran operasional.

Kebutuhan tersebut menjadi semakin penting seiring dengan berkembangnya bisnis restoran dan jaringan kuliner komersial di Indonesia. Di sisi lain, kondisi air baku tidak selalu sama di setiap wilayah.

Karena itu, penggunaan sistem pemurnian air tidak selalu dapat diseragamkan untuk seluruh lokasi. Teknologi yang digunakan perlu mempertimbangkan kualitas air, kebutuhan operasional, hingga sistem yang telah tersedia di masing-masing gerai.

Pendekatan inilah yang diterapkan ANGEL, perusahaan pemurnian air global yang telah bergerak di bidang pengolahan air sejak 1987.

Penyesuaian teknologi berdasarkan kebutuhan

Alih-alih menerapkan satu sistem untuk seluruh kebutuhan, ANGEL terlebih dahulu melakukan analisis terhadap kualitas air dan penggunaannya di lapangan.

Hasil analisis tersebut menjadi dasar untuk menentukan teknologi yang digunakan, mulai dari microfiltration (MF), ultrafiltration (UF), hingga reverse osmosis (RO).

Teknologi tersebut dapat digunakan secara tunggal maupun dikombinasikan. Pilihannya disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi, seperti sedimentasi, kandungan klorin, risiko mikrobiologi, dan kebutuhan peralatan.

Pendekatan tersebut membuat sistem pemurnian dapat dirancang sesuai kebutuhan tanpa harus menggunakan teknologi yang lebih kompleks dari yang diperlukan.

Tidak perlu mengubah sistem yang sudah ada

Tantangan lain muncul ketika teknologi pemurnian air harus diterapkan pada jaringan bisnis yang sudah memiliki infrastruktur.

Di lingkungan restoran komersial, misalnya, sistem pra filtrasi umumnya telah tersedia. Mengganti seluruh sistem tentu dapat menambah biaya sekaligus mengganggu kegiatan operasional.

Karena itu, solusi ANGEL dirancang agar dapat terintegrasi dengan sistem pra filtrasi yang sudah digunakan.

Selain menyederhanakan proses pemasangan, pendekatan tersebut memungkinkan peningkatan kualitas air dilakukan tanpa mengharuskan perusahaan mengubah keseluruhan infrastruktur.

Contoh penerapan di gerai makanan cepat saji

Penerapan pendekatan tersebut salah satunya terlihat dalam kolaborasi ANGEL dengan gerai KFC di Indonesia.

Tidak semua gerai menggunakan sistem yang sama. Berdasarkan analisis kualitas air di masing-masing lokasi, beberapa gerai menggunakan ANGEL C11 microfiltration yang dipadukan dengan sterilisasi ultraviolet (UV).

Kombinasi tersebut digunakan untuk membantu menyaring sedimen, mengurangi kandungan klorin, serta memberikan perlindungan tambahan terhadap risiko kontaminasi mikrobiologis dalam proses penyajian makanan dan minuman.

Sementara itu, pada lokasi dengan kualitas air baku yang sudah memadai, sterilisasi UV saja dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional.

Seluruh solusi tersebut juga dapat diterapkan tanpa mengubah sistem prafiltrasi yang telah dimiliki KFC. Dengan demikian, proses instalasi dapat dilakukan lebih sederhana dan potensi waktu henti operasional (operational downtime) dapat ditekan.

"Konsistensi kualitas air sangat penting bagi operasional kami sehari-hari, terutama saat jam-jam sibuk," ujar salah satu perwakilan operasional gerai yang terlibat dalam proyek tersebut.

Menurut dia, fleksibilitas solusi yang ditawarkan membantu pihaknya mempertahankan standar operasional tanpa perlu mengubah sistem yang telah digunakan.

C11 untuk lingkungan food service

Salah satu teknologi yang digunakan dalam penerapan tersebut adalah C Series (C11), sistem microfiltration yang ditujukan untuk kebutuhan komersial, termasuk lingkungan food service.

C11 menggunakan filter PP pleated berukuran 20 inci dan cartridge komposit berbahan serat karbon. Sistem ini dirancang untuk menyaring sedimen, mengurangi kandungan klorin, serta membantu menghilangkan bau.

Sistem tersebut juga mempertahankan kapasitas aliran air yang tinggi sehingga sesuai digunakan di dapur dan area penyajian minuman dengan aktivitas tinggi.

Ketika dipadukan dengan sterilisasi UV, C11 memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap mikroorganisme. Kombinasi tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan higienitas sekaligus menjaga konsistensi kualitas air.

Tantangan pengolahan air di Indonesia

Pendekatan berbasis kebutuhan menjadi relevan di Indonesia karena kondisi air dan karakteristik operasional bisnis dapat berbeda antarlokasi.

Hal ini semakin terasa seiring ekspansi merek restoran ke berbagai kota, termasuk kota tingkat kedua. Sistem yang sesuai untuk satu gerai belum tentu menjadi pilihan yang sama untuk gerai lainnya.

Bagi bisnis food service, kualitas air pada akhirnya bukan sekadar persoalan utilitas. Kualitas air turut menentukan konsistensi proses penyajian, kebersihan, hingga perawatan peralatan yang digunakan setiap hari.

Dengan kondisi air dan kebutuhan operasional yang berbeda di setiap lokasi, sistem pemurnian pun perlu disesuaikan. Pendekatan tersebut memungkinkan pelaku usaha mempertahankan standar operasional tanpa harus selalu membangun sistem baru dari awal.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau