Advertorial

Bersama Danantara, BRI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Akses Modal hingga Pemberdayaan

Kompas.com - 13/08/2026, 16:08 WIB

KOMPAS.com – Perjalanan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk berkembang tidak berhenti setelah memperoleh akses pembiayaan.

Pelaku usaha juga perlu meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, membangun jaringan, serta beradaptasi dengan digitalisasi agar bisnis dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Kebutuhan tersebut semakin relevan bagi UMKM yang berada di daerah. Sebab, potensi usaha yang dimiliki perlu ditunjang dengan ekosistem yang dapat membantu pelaku usaha meningkatkan produktivitas serta daya saing.

Pendekatan itu dijalankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui kombinasi pembiayaan dan sejumlah program pemberdayaan UMKM.

Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, BRI mengembangkan program tersebut untuk mendukung penguatan ekonomi kerakyatan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dari sisi pembiayaan, hingga akhir triwulan I 2026, portofolio kredit UMKM BRI tercatat sebesar Rp 1.211 triliun. Angka ini menjadikan BRI sebagai bank dengan portofolio kredit UMKM terbesar di Indonesia.

Namun, dukungan terhadap pelaku usaha tidak hanya diberikan melalui akses terhadap modal. Pendampingan juga dilakukan untuk membantu UMKM meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Pemberdayaan menjangkau hingga desa

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui program Desa BRILiaN yang telah menjangkau lebih dari 5.000 desa di seluruh Indonesia hingga Juni 2026. Program ini diarahkan untuk memperkuat potensi dan aktivitas ekonomi di tingkat desa.

Selain itu, BRI juga menjalankan program KlasterkuHidupku dengan mengembangkan lebih dari 43.337 klaster usaha.

Pendekatan berbasis klaster tersebut digunakan untuk membangun ekosistem usaha produktif berbasis komunitas. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat berkembang bersama dengan kelompok usahanya.

Upaya memperluas kesempatan bagi UMKM juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital. BRI menghadirkan platform LinkUMKM sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, mitra bisnis, serta berbagai layanan keuangan.

Hingga Juni 2026, platform tersebut telah dimanfaatkan oleh lebih dari 17,3 juta pelaku UMKM.

Melalui LinkUMKM, pelaku usaha dapat memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, serta mempercepat pengembangan bisnis menuju usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Tingkatkan kapasitas pelaku usaha

Selain penguatan ekosistem di tingkat desa dan pemanfaatan platform digital, peningkatan kapasitas pelaku UMKM turut dilakukan melalui Rumah BUMN.

Saat ini, terdapat 54 Rumah BUMN yang tersebar di berbagai daerah. Adapun jumlah UMKM yang terdaftar mencapai 596.000 pelaku usaha dari berbagai sektor.

Melalui fasilitas tersebut, BRI telah menyelenggarakan lebih dari 18.000 pelatihan. Program pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dan daya saing UMKM. Dengan begitu, pelaku usaha tidak hanya memiliki modal, tetapi juga pengetahuan untuk mengembangkan bisnis.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, berbagai program pemberdayaan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung Danantara untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

“Di bawah supervisi Danantara Indonesia, BRI terus menjalankan peran strategisnya dalam mengakselerasi perekonomian nasional melalui penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif, khususnya UMKM,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, pemberdayaan menjadi salah satu faktor penting agar dukungan kepada UMKM tidak berhenti pada akses pembiayaan.

“Kami meyakini bahwa pemberdayaan merupakan kunci agar pelaku usaha tidak hanya memiliki akses terhadap pembiayaan, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” lanjutnya.

Melalui pendekatan yang mengintegrasikan pembiayaan dan pemberdayaan, BRI berupaya memperkuat ekosistem UMKM agar semakin tangguh dan berdaya saing.

Langkah tersebut juga sejalan dengan komitmen Danantara dalam menghadirkan investasi yang berdampak (impact investment) serta mendorong terciptanya nilai tambah ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi Indonesia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau