Advertorial

Dorong Adopsi Motor Listrik, VinFast Perkuat Ekosistem dan Showroom di Indonesia

Kompas.com - 14/08/2026, 16:02 WIB

KOMPAS.com – VinFast memperkuat jaringan showroom dan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong adopsi motor listrik, mengingat Indonesia punya pangsa pasar besar pada kendaraan roda dua.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki sekitar 139 juta sepeda motor pada 2024. Jumlah tersebut mencakup sekitar 84 persen dari seluruh kendaraan yang terdaftar.

Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan 13 juta sepeda motor listrik beroperasi di jalan raya pada 2030 sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Meski demikian, perluasan adopsi motor listrik tidak hanya bergantung pada kehadiran produk baru. Kepercayaan masyarakat terhadap teknologi, ekosistem pendukung, serta layanan purnajual juga menjadi faktor penting.

Sejumlah kekhawatiran masih menjadi pertimbangan konsumen sebelum beralih dari motor berbahan bakar bensin ke motor listrik. Kekhawatiran tersebut meliputi jarak tempuh, kemudahan pengisian daya, biaya kepemilikan, dan layanan purnajual.

Survei Populix bertajuk “Electric Vehicle Dynamics: Unveiling Consumer Perspectives and Market Insights” menunjukkan, konsumen Indonesia mengharapkan harga motor listrik rata-rata sekitar Rp 18 juta dengan jarak tempuh ideal sekitar 75 kilometer.

Di sisi lain, sebagian besar responden menggunakan sepeda motor untuk perjalanan harian kurang dari 25 kilometer.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas harian konsumen sebenarnya sudah dapat dipenuhi oleh lini motor listrik VinFast yang tersedia saat ini, seperti VinFast Evo, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper.

Adapun VinFast Evo memiliki jarak tempuh 85-150 kilometer. Sementara itu, VinFast Feliz II dan Viper masing-masing memiliki jarak tempuh 82-145 kilometer.

Showroom jadi ruang edukasi

VinFast menilai, kesenjangan antara persepsi masyarakat dan kebutuhan mobilitas harian perlu dijembatani melalui edukasi langsung. Salah satu caranya dilakukan melalui jaringan showroom VinFast di Indonesia.

Saat ini, VinFast memiliki 20 showroom yang tersebar di berbagai kota dan jumlahnya akan terus bertambah.

Showroom tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penjualan. Calon konsumen juga dapat mengenal teknologi kendaraan listrik secara langsung, berkonsultasi dengan spesialis produk, melakukan test ride, serta mempelajari ekosistem kepemilikan motor listrik.

Di showroom, konsumen juga dapat memperoleh informasi mengenai pilihan model kendaraan, layanan purnajual, battery swapping, hingga solusi pengisian daya di rumah.

Chief Executive Officer (CEO) VinFast E-Motorcycle Indonesia Yordan Satriadi mengatakan, perusahaan ingin memastikan pelanggan mendapatkan pendampingan sejak pembelian hingga kepemilikan.

“Kami berkomitmen untuk memastikan setiap pelanggan di Indonesia mendapatkan layanan konsultasi yang profesional dan dukungan purnajual yang prima sehingga memberikan rasa tenang sepanjang pembelian dan kepemilikan,” ujar Yordan dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (10/8/2026).

Jawab kekhawatiran soal baterai dan jarak tempuh

Pengalaman langsung dapat membantu calon konsumen memahami penggunaan motor listrik dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu dirasakan Zahra (24) yang menghadiri VinFast E-Motorcycle Experience Day di Tribeca Park, Jakarta, Sabtu (18/7/2026).

Acara tersebut menjadi pengalaman pertama Zahra melihat dan mengendarai motor listrik secara langsung. Sebelumnya, informasi yang ia ketahui tentang kendaraan listrik hanya berasal dari media sosial dan pengalaman orang lain.

“Sebenarnya, ini motor listrik pertama yang pernah saya lihat dan coba langsung. Sebelumnya, saya belum pernah test ride. Saya melihat desain dan sistem baterai motor listrik VinFast ternyata lebih sederhana dari yang saya bayangkan dan proses battery swapping juga jauh lebih mudah,” ujar Zahra.

Model yang dicoba Zahra adalah VinFast Evo, motor listrik yang dirancang untuk mobilitas perkotaan.

Evo menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) bersertifikasi IP67. Teknologi tersebut dikenal memiliki daya tahan terhadap suhu tinggi serta tahan terhadap debu dan air.

Konsumen dapat memilih konfigurasi satu baterai untuk kebutuhan perjalanan harian yang lebih ekonomis atau dua baterai untuk perjalanan lebih jauh. Dengan dua baterai, jarak tempuh maksimum Evo mencapai sekitar 150 kilometer.

Bagi Zahra, informasi tersebut mengubah pandangannya bahwa motor listrik hanya cocok untuk perjalanan jarak dekat.

Ia juga mengetahui bahwa VinFast menawarkan beberapa pilihan kepemilikan. Selain membeli motor beserta baterainya, konsumen dapat memilih skema berlangganan baterai agar harga pembelian awal lebih terjangkau.

Untuk VinFast Evo, harga mulai sekitar Rp 17,5 juta on-the-road (OTR) Jakarta. Harga tersebut berada dalam kisaran yang diharapkan sebagian besar konsumen Indonesia berdasarkan survei Populix.

Menurut Zahra, pilihan kepemilikan tersebut membuat motor listrik VinFast terasa lebih realistis untuk dimiliki. Hal yang paling membuatnya terkesan bukan hanya harga dan spesifikasi teknis, melainkan fleksibilitas penggunaan harian.

“Kalaupun battery swapping terdekat berada cukup jauh, kita tetap bisa mengecas di rumah,” katanya.

Sebelumnya, Zahra mengira, pengguna motor listrik sepenuhnya bergantung pada stasiun pengisian daya atau battery swapping.

Namun, ia mengetahui bahwa motor listrik VinFast dapat diisi ulang di rumah (home-charging). Sementara itu, battery swapping menjadi pilihan tambahan ketika pengguna membutuhkan cara yang lebih cepat. Penggantian baterai pun dapat dilakukan dalam waktu kurang dari lima menit.

Melalui jaringan V-GREEN Battery Swapping Station (BSS) yang saat ini telah beroperasi di lebih dari 2.000 lokasi di Jabodetabek, pengguna cukup menukar baterai yang habis dengan baterai yang telah terisi penuh. 

Selama periode peluncuran, VinFast menawarkan program berlangganan baterai disertai layanan battery swapping gratis selama satu tahun. 

Dengan program tersebut, pelanggan baru dapat merasakan ekosistem motor listrik sebelum menentukan skema kepemilikan yang paling sesuai.

Perkuat layanan purnajual

Pengalaman serupa juga dirasakan Chandra Deni. Warga Bekasi ini masih menggunakan motor berbahan bakar bensin untuk bekerja dan mengantar anaknya ke sekolah.

“Saya pakai motor tidak hanya untuk bekerja, tetapi juga mengantar anak sekolah. Jadi, yang saya butuhkan adalah motor yang awet, bukan sekadar ekonomis,” ujar Chandra.

Bagi Chandra, kendaraan tidak hanya dilihat dari harga beli. Keandalan jangka panjang dan dukungan setelah pembelian juga menjadi pertimbangan penting.

Di showroom, ia mengetahui bahwa VinFast memberikan garansi kendaraan dan baterai hingga enam tahun atau 72.000 kilometer, tergantung mana yang lebih dulu dicapai.

Menurut Chandra, garansi tersebut memberi keyakinan bahwa biaya kepemilikan kendaraan listrik tidak hanya dihitung dari harga beli. Perlindungan terhadap baterai sebagai komponen utama juga menjadi hal penting bagi calon pengguna.

Selain garansi, pengalaman kepemilikan motor listrik VinFast didukung jaringan showroom, service point, layanan perawatan berkala, ketersediaan suku cadang asli, serta dukungan pelanggan yang terus diperluas.

Sebagai seorang ayah, Chandra menilai layanan tersebut membuat motor listrik VinFast lebih praktis sebagai kendaraan utama keluarga, bukan sekadar moda transportasi alternatif.

Ia juga menilai, desain VinFast Evo, Feliz II, dan Viper familiar bagi konsumen Indonesia. Desain yang tetap menyerupai motor konvensional membuat transisi menuju mobilitas listrik terasa lebih natural.

Bangun ekosistem kendaraan listrik

VinFast menilai, percepatan adopsi motor listrik memerlukan pengalaman langsung bagi masyarakat.

Oleh karena itu, showroom dikembangkan melampaui fungsi penjualan. Showroom menjadi ruang bagi calon konsumen untuk memahami penggunaan motor listrik VinFast dalam keseharian serta mengenal ekosistem pendukungnya.

Ekosistem tersebut diperkuat oleh V-GREEN sebagai mitra strategis VinFast dalam mengembangkan dan mengoperasikan infrastruktur pengisian daya, termasuk di Indonesia.

Selain memperluas jaringan pengisian daya, V-GREEN juga mengembangkan teknologi battery swapping yang memungkinkan pengendara mengganti baterai kurang dari lima menit. 

Solusi pengisian daya dan konektivitas digital juga dapat melalui aplikasi seluler yang telah disediakan oleh VinFast. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memantau pengisian daya, menemukan stasiun pengisian daya, dan melakukan pembayaran secara digital.

Layanan tersebut dilengkapi jaringan showroom, service point, ketersediaan suku cadang asli, serta dukungan pelanggan yang terus diperluas.

Dengan penguatan showroom, infrastruktur pengisian daya, dan layanan purnajual, VinFast berharap, motor listrik dapat menjadi solusi mobilitas yang lebih praktis untuk kebutuhan sehari-hari di Indonesia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau