Advertorial

UPH Festival 2026 Bekali Mahasiswa Baru untuk Menemukan Jati Diri dan Panggilan Hidup

Kompas.com - 15/08/2026, 13:59 WIB

KOMPAS.com – Memasuki dunia perkuliahan merupakan salah satu titik balik penting bagi generasi muda. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kompleksitas persoalan sosial, serta kebutuhan akan pemimpin yang berintegritas, mahasiswa membutuhkan lebih dari sekadar kompetensi akademik.

Mereka perlu memahami jati diri, menemukan panggilan hidup, serta mengenali bagaimana pengetahuan dan talenta yang dimiliki dapat digunakan untuk melayani dan membawa dampak bagi sesama.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Universitas Pelita Harapan (UPH) menghadirkan UPH Festival 2026 sebagai rangkaian penyambutan bagi hampir 7.000 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

Kegiatan itu diselenggarakan Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, pada 13–15 Agustus 2026, serta di UPH Kampus Medan 10–12 Agustus 2026, sebagai bagian dari rangkaian awal perjalanan mahasiswa sebelum memasuki kehidupan perkuliahan di UPH.

Sebagai universitas yang berlandaskan Wawasan Dunia Kristen Reformed, UPH menjadikan True Knowledge, Faith in Christ, dan Godly Character sebagai fondasi dalam seluruh proses pendidikan holistis.

Ketiga nilai tersebut tidak hanya mengarahkan mahasiswa untuk mencapai keunggulan akademik, tetapi juga membentuk karakter yang takut akan Tuhan serta mempersiapkan mereka untuk melayani, memberikan dampak bagi masyarakat, dan memuliakan Tuhan.

Melalui UPH Festival 2026, fondasi tersebut diperkenalkan sejak awal agar mahasiswa tidak hanya mengenal UPH sebagai tempat untuk bertumbuh dalam ilmu dan wawasan, tetapi juga memahami apa yang diyakini, nilai yang dihidupi, tujuan yang hendak dicapai, dan panggilan yang dijalani sebagai bagian dari perjalanan mereka bersama komunitas UPH.

Ribuan mahasiswa baru UPH Festival 2026 mengikuti rangkaian sesi bertema Imago Dei di auditorium Kampus Utama UPH Lippo Village.Dok. UPH Ribuan mahasiswa baru UPH Festival 2026 mengikuti rangkaian sesi bertema Imago Dei di auditorium Kampus Utama UPH Lippo Village.

Mengusung tema "Imago Dei: Created by God, Restored in Christ, Called to Transform", UPH Festival 2026 mengajak mahasiswa untuk melihat perjalanan pendidikan mereka dalam perspektif yang lebih luas seperti memahami bahwa setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, memiliki nilai dan tujuan yang melekat dalam dirinya, serta dipanggil untuk menjalani kehidupan yang bermakna.

Dari pemahaman akan identitas tersebut, mahasiswa diarahkan untuk mengenali diri dan panggilan hidupnya, memahami dunia di sekitarnya, membangun relasi, bertumbuh dalam karakter dan kompetensi, serta menemukan bagaimana pengetahuan, talenta, dan kehidupan mereka dapat membawa transformasi dan memberikan dampak bagi sesama.

UPH Festival tegaskan martabat dan panggilan hidup mahasiswa

Founder and Trustee Chair UPH, Dr (HC) James T Riady, menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting untuk membina dan memperlengkapi generasi muda dalam lingkungan yang menghargai martabat mereka.

Menurutnya, mahasiswa perlu didorong untuk berpikir kritis, bertumbuh, mengembangkan talenta, dan menemukan tujuan hidup, bukan dibentuk melalui rasa takut maupun penyalahgunaan kekuasaan.

“Di UPH, kami percaya bahwa generasi muda hadir bukan untuk dihancurkan, melainkan untuk dibangun. Bukan untuk dibungkam, melainkan untuk diperlengkapi. Bukan untuk didikte tentang apa yang harus dipikirkan, melainkan untuk belajar bagaimana cara berpikir,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (14/8/2026).

Pandangan tersebut menjadi bagian dari pendekatan pendidikan UPH yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani dan memandang mahasiswa sebagai pribadi yang dibentuk secara utuh, mencakup intelektual, karakter, spiritual, dan panggilan hidup.

Semangat inilah yang mendasari UPH Festival sebagai ruang untuk merayakan iman, pembelajaran, komunitas, serta keunikan mahasiswa, sekaligus mengajak mereka memahami bagaimana talenta dapat digunakan untuk membawa dampak.

“Ketika UPH Festival ini usai, saya berharap mahasiswa melangkah keluar dengan pemahaman diri yang lebih mendalam, kejelasan akan tujuan hidup, serta komitmen menggunakan hidup mereka untuk berdampak bagi sesama dan memuliakan Tuhan,” ujar Dr James.

Sejalan dengan hal tersebut, President of UPH, Dr Stephanie Riady, BA, MEd, mengajak mahasiswa memahami bahwa keberadaan mereka di UPH bukanlah sebuah kebetulan. Melalui tema Imago Dei, mahasiswa diajak menyadari bahwa setiap pribadi diciptakan menurut gambar Allah.

“UPH percaya bahwa pendidikan bukan sekadar alat untuk memperoleh pengetahuan. Pendidikan adalah tentang menjadi diri kita sebagaimana kita diciptakan, serta menggunakan apa yang telah kita pelajari untuk mengasihi Tuhan, melayani sesama, dan mentransformasi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UPH, Dr (Hon) Jonathan L Parapak, MEngSc, menegaskan bahwa perjalanan mahasiswa di UPH tidak hanya diarahkan untuk meraih gelar, tetapi juga untuk bertumbuh sebagai pribadi yang utuh dan menemukan panggilan hidupnya sebagai ciptaan yang segambar dan serupa dengan-Nya.

“Kami berkomitmen untuk membina perkembangan diri secara utuh, baik secara intelektual, spiritual, emosional, maupun sosial. Setiap mahasiswa akan diperlengkapi bukan hanya untuk sebuah karier, melainkan untuk sebuah panggilan. Di UPH, iman dan pembelajaran menyatu, keunggulan dikejar dengan kerendahan hati, dan pengetahuan digunakan untuk melayani sesama. Inilah yang membuat UPH menjadi rumah bagi setiap mahasiswa,” ujarnya.

Memahami identitas, dunia, dan panggilan hidup

Landasan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam perjalanan UPH Festival 2026 melalui lima pertanyaan mendasar yang menjadi benang merah kegiatan selama tiga hari: Siapa saya? (Who am I?); Apa yang salah dengan dunia ini? (What is wrong with the world?); Apa jawabannya? (What is the answer?); Mengapa saya ada di sini? (Why am I here?); dan Apa yang akan saya lakukan dengan hidup saya? (What will I do with my life?).

Kelima pertanyaan tersebut mengajak mahasiswa melihat masa perkuliahan bukan sekadar perjalanan meraih gelar, melainkan sebagai kesempatan untuk memahami identitas, mengenali tantangan dunia, menemukan panggilan, serta mengarahkan pengetahuan dan talenta yang dimiliki akan digunakan dalam kehidupan.

Pertanyaan “Who Am I?” menjadi fokus pada hari pertama. Mahasiswa diajak memahami identitas diri sebagai manusia yang diciptakan menurut gambar Allah yang diberikan martabat dan tujuan. Kemudian, ditutup melalui Imago Dei Night, sebuah drama musikal persembahan Fakultas Musik UPH yang menggambarkan kisah mengenai martabat dan identitas manusia.

Hari kedua mengangkat pertanyaan “What Is Wrong with the World?”. Melalui sesi ibadah, diskusi, dan temu wicara lintas disiplin ilmu, mahasiswa diajak memahami berbagai tantangan yang dihadapi dunia melalui perspektif iman Kristen, termasuk isu kesehatan, teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sains, hukum, bisnis, serta pentingnya komunitas.

Memasuki hari ketiga, pertanyaan “Why Am I Here?” mengajak mahasiswa baru untuk merefleksikan tujuan, perjalanan, dan panggilan hidup mereka. Hari diawali dengan tradisi Founder's 5K Run sebagai simbol dimulainya perjalanan bersama sebagai bagian dari keluarga besar UPH.

Mengusung slogan Finish What You Start, 5K Run menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk menjalani dan menyelesaikan perjalanan pendidikan yang telah mereka mulai di UPH dengan komitmen dan ketekunan.

Semangat kebersamaan kemudian dilanjutkan melalui berbagai aktivitas olahraga sekaligus pengenalan fasilitas olahraga UPH, seperti gym, kolam renang berstandar Olimpiade, dan lapangan basket, serta Mentor-Mentee Fellowship dan sesi refleksi yang mengajak mahasiswa untuk semakin memahami perjalanan, tujuan, dan panggilan hidup mereka.

Menjelang sore di hari ketiga, Parents Gathering menjadi ruang bagi orangtua untuk lebih memahami visi dan nilai pendidikan UPH sekaligus memperkuat kolaborasi antara keluarga dan universitas, dengan turut menghadirkan Dr James Riady dan Chairwoman Pelita Harapan Group, Aileen H Riady.

Rangkaian hari terakhir ini juga dimeriahkan melalui kegiatan Alumni Homecoming, yang mengundang seluruh alumni UPH untuk kembali terhubung dengan almamater, mempererat tali silaturahmi, dan merayakan perjalanan bersama sebagai bagian dari keluarga besar UPH.

Seluruh rangkaian UPH Festival 2026 ditutup melalui Imago Dei Celebration Concert and Fireworks, sebuah perayaan yang menandai dimulainya perjalanan baru bagi para mahasiswa baru untuk belajar, bertumbuh, menemukan panggilan, dan mempersiapkan diri menjalani kehidupan yang bermakna serta berdampak bagi sesama.

UPH Festival jadi langkah awal dalam pendidikan holistis

UPH Festival menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memasuki ekosistem pendidikan holistis UPH, sebagai universitas terakreditasi Unggul yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani dan dirancang untuk mendampingi mahasiswa bertumbuh secara utuh, baik dalam kompetensi, karakter maupun kesiapan menghadapi dunia profesional.

Keunggulan tersebut diwujudkan melalui 78 program studi dalam berbagai disiplin ilmu, serta jejak lebih dari 60.000 alumni yang kini berkarya di beragam sektor, baik di Indonesia maupun di tingkat global.

Proses pembelajaran didukung oleh tenaga pengajar yang kompeten serta pendekatan yang mengintegrasikan pembelajaran, industri, dan riset. Dengan begitu, mahasiswa memperoleh pengalaman yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus tuntutan dunia profesional.

Pengalaman tersebut semakin diperkaya melalui jejaring lebih dari 600 mitra strategis, yang mencakup institusi pendidikan tinggi dan industri, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kemitraan ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengasah pengalaman praktis, dan membangun jejaring profesional sejak berada di bangku kuliah.

Pada 2026, melalui Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Rankings, UPH berhasil masuk dalam Top 3 universitas swasta di Indonesia, Top 40 di ASEAN, serta menempati peringkat 401–600 dunia.

Capaian tersebut diperkuat dengan performa UPH pada sejumlah pilar Sustainable Development Goals (SDGs). Pada SDG 1 (No Poverty), UPH menempati Top 12 Indonesia sekaligus Top 3 perguruan tinggi swasta.

Selanjutnya, pada SDG 3 (Good Health and Well-being), UPH berada di Top 5 Indonesia, sementara pada pilar SDG 4 (Quality Education) UPH menempati Top 13 Indonesia. Untuk SDG 5 (Gender Equality), UPH berhasil masuk Top 9 Indonesia sekaligus Top 2 perguruan tinggi swasta, dan pada SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions), UPH menempati Top 7 Indonesia.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa kontribusi UPH tidak hanya berfokus pada kualitas pendidikan, tetapi juga mencakup berbagai upaya untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Pendidikan holistis di UPH tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu dan kesiapan karier yang bersifat akademik, tetapi juga mencakup pengembangan intelektual, pembentukan karakter, kepemimpinan, kehidupan spiritual, kesehatan dan kesejahteraan (health and wellness), serta kepedulian terhadap sesama.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui berbagai pengalaman dan program pengembangan mahasiswa yang berlangsung sepanjang perjalanan mereka di UPH. Program Mentoring, misalnya, menjadi salah satu langkah awal untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan kehidupan kampus, membangun relasi, dan bertumbuh bersama pendamping dari mahasiswa senior selama minimal satu tahun.

Tim mentor menyambut mahasiswa baru sebagai bagian dari program pendampingan sepanjang UPH Festival 2026.Dok. UPH Tim mentor menyambut mahasiswa baru sebagai bagian dari program pendampingan sepanjang UPH Festival 2026.

Sejalan dengan visi UPH untuk mempersiapkan generasi pemimpin masa depan yang unggul dan takut akan Tuhan, perjalanan mahasiswa baru dilanjutkan melalui Leadership Journey, sebuah rangkaian pembinaan yang dirancang untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan sekaligus membentuk mahasiswa menjadi transformational servant leaders.

Proses pembinaan itu berlangsung secara bertahap melalui Keystone, Cornerstone, Intermediate Leadership Training (ILT), hingga Advanced Leadership Training (ALT), yang secara berkesinambungan membantu mahasiswa mengenali potensi dan tujuan hidup mereka, mengembangkan karakter dan kapasitas kepemimpinan, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, melayani, dan membawa perubahan.

Komitmen pendidikan holistis juga diwujudkan melalui kesempatan untuk belajar sekaligus melayani masyarakat. Melalui Service Learning Community (SLC), mahasiswa menerapkan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh di bangku kuliah untuk menjawab kebutuhan nyata di tengah masyarakat.

Berbagai inisiatif seperti Mari Membaca, Mari Sehat, Ocean Sustainability Movement (OSMO), Heart to Serve, dan Organization Visit (Orvis) memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi di berbagai bidang yang ada di tengah masyarakat.

Mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi diri melalui program lainnya yang ada dalam Organisasi Kemahasiswaan (OK), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), maupun Unit Layanan Mahasiswa (ULM).

Pertumbuhan mereka turut didukung melalui ekosistem kesehatan dan kesejahteraan yang mencakup fasilitas olahraga, gym, klinik, layanan HOPE Counselling, serta komunitas olahraga untuk mendukung keseimbangan fisik, emosional, dan sosial.

Pengalaman mahasiswa juga diperluas melalui proyek nyata, praktik profesional, kompetisi, dan program internasional yang membantu mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring, serta membangun perspektif global.

Setelah menyelesaikan studi, pengalaman tersebut terus berlanjut melalui berbagai program Alumni Engagement, seperti networking, career expo, gathering, dan sesi berbagi pengalaman.

Dengan demikian, UPH Festival bukan sekadar gerbang menuju kehidupan perkuliahan, melainkan awal dari perjalanan pembentukan diri yang berkelanjutan. Nilai dan refleksi yang diperkenalkan melalui Festival akan terus dikembangkan melalui berbagai pengalaman pendidikan dan pengembangan diri di UPH.

Melalui ekosistem tersebut, UPH mempersiapkan mahasiswa tidak hanya menjadi lulusan yang kompeten dan profesional, tetapi juga pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan, berkarakter, serta berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau