Advertorial

UMKM Mendunia, NOMNOM Go International Tembus Pasar Singapura lewat Rengginang, Jamur, dan Tempe

Kompas.com - 16/08/2026, 05:33 WIB

KOMPAS.com -  Rengginang, jamur, serta tempe selama ini identik sebagai hidangan harian masyarakat Indonesia. Di tangan NOMNOM, ketiga komoditas tersebut berhasil diubah menjadi kudapan yang menyita perhatian konsumen internasional.

Apalagi, usai meraih sambutan positif pada ajang pameran di Singapura yang didukung BRI, pelaku UMKM ini sedang menyusun strategi ekspansi menuju pasar Negeri Singa.

Tercatat, NOMNOM mulai didirikan oleh Erwin Jogisaputra pada tahun 2016 lewat gagasan menyajikan makanan ringan sehat berbasis bahan lokal yang dapat diterima konsumen dunia.

Bermula lewat kreasi rengginang panggang demi menghadirkan alternatif hidangan yang lebih sehat, Erwin konsisten menggarap berbagai inovasi ragam produk dengan mengusung potensi pangan lokal Nusantara supaya mempunyai nilai jual beserta daya saing yang jauh lebih unggul.

“Dalam perjalanan mengembangkan usaha, saya telah menjadi nasabah BRI sejak 2018. Awalnya, saya memanfaatkan berbagai layanan perbankan BRI untuk mendukung aktivitas transaksi dan operasional bisnis,” jelasnya.

“Puji Tuhan, seiring berkembangnya usaha, saya pun diberi kesempatan untuk mengikuti berbagai program pemberdayaan UMKM yang dihadirkan BRI,” ungkap Erwin.

Erwin menjelaskan, salah satu momentum penting dalam perjalanan NOMNOM terjadi saat pandemi Covid-19.

Berangkat dari keinginan membantu para petani jamur lokal memasarkan hasil panen, NOMNOM menghadirkan Super Shrooms, camilan jamur panggang sehat, bebas gluten (gluten free), tanpa lemak trans (no trans fat), dan hanya mengandung sekitar 100 kalori per kemasan.

Ia menyebut, semangat inovasi tersebut terus berlanjut. Apalagi, melihat meningkatnya tren gaya hidup aktif pada tahun 2025, NOMNOM kembali memperluas portofolio produknya melalui Tempe Bites, camilan berbahan dasar tempe yang dirancang sebagai sumber protein praktis bagi masyarakat yang aktif berolahraga.

Meski terus menghadirkan inovasi, Erwin tak menampik fakta perjalanan NOMNOM tidak lepas dari berbagai tantangan. Kondisi tersebut membuat Erwin menyadari pertumbuhan usaha tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga membutuhkan pengelolaan bisnis lebih kuat, strategi pemasaran yang tepat, serta jejaring yang lebih luas.

“Saya dulu memiliki kendala, seperti keterbatasan distribusi, perluasan pasar, hingga dinamika dalam membangun tim dan mengembangkan organisasi,” kenangnya.

Sejalan dengan upaya tersebut, Erwin nyatanya terus membuka diri terhadap berbagai kesempatan pengembangan usaha, salah satunya melalui program Pengusaha Muda BRILian yang diselenggarakan BRI.

Dalam program tersebut, NOMNOM mengikuti rangkaian seleksi, pembekalan, serta pengembangan bisnis yang membantu memperkuat kapasitas usaha secara lebih terstruktur.

“Kami belajar melihat bisnis dari perspektif yang berbeda. Tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun brand yang memiliki nilai, memahami kebutuhan pasar, serta menyiapkan bisnis agar mampu tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Erwin.

Berkat kerja keras dan partisipasi aktif selama mengikuti rangkaian program tersebut, Erwin berhasil membawa NOMNOM meraih posisi Top 3 Pengusaha Muda BRILian.

Pencapaian ini menjadi salah satu momentum penting bagi NOMNOM memperluas jejaring, meningkatkan kesiapan bisnis, serta membuka akses menuju pasar internasional.

Lebih lanjut, Erwin menyampaikan dukungan BRI tersebut semakin terasa ketika NOMNOM memperoleh kesempatan mengikuti pameran internasional di Singapura.

Menurut Erwin, keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi peluang penting bagi NOMNOM untuk menguji penerimaan pasar sekaligus membuka jaringan bisnis baru di tingkat internasional.

"Respons yang kami terima selama pameran sangat positif. Produk NOMNOM berhasil menarik perhatian calon buyer di Singapura dan saat ini kami telah memasuki tahap negosiasi akhir,” ungkap Erwin.

“Kami berharap proses ini dapat segera terealisasi sehingga produk pangan lokal Indonesia dapat menjangkau pasar yang lebih luas," lanjutnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, perjalanan NOMNOM menunjukkan pentingnya membangun ekosistem yang mampu mempertemukan inovasi UMKM dengan akses pasar lebih luas.

"BRI meyakini bahwa daya saing UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi, berinovasi, dan mengakses pasar,” jelas Dhani.

Oleh karena itu, kami terus memperkuat ekosistem pemberdayaan yang menghubungkan pembiayaan, pendampingan, digitalisasi, hingga business matching agar semakin banyak UMKM Indonesia mampu tumbuh secara berkelanjutan dan bersaing di pasar global," ujarnya.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI akan terus memperkuat perannya dalam menciptakan value creation melalui pemberdayaan UMKM.

Dengan memperluas akses terhadap pembiayaan, pendampingan, teknologi, dan pasar internasional, BRI berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang mampu mengubah inovasi menjadi produk berdaya saing global serta menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau