Advertorial

Satu Dekade CSR Merah Putih, Nippon Paint Cat 4.800 Kapal Nelayan dan 200 Gapura Ikonis

Kompas.com - 16/08/2026, 13:57 WIB

KOMPAS.com - Memasuki satu dekade pelaksanaan Program CSR Merah Putih sejak 2016, Nippon Paint Indonesia kembali menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui program CSR bertajuk “Colouring Lives”.

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Nippon Paint mendukung pengecatan 4.800 kapal nelayan dan 200 gapura ikonis di berbagai daerah dengan warna Merah Putih.

Penggunaan warna tersebut menjadi simbol semangat kebangsaan, gotong royong, dan kebanggaan terhadap Indonesia.

General Manager (TU Division) Nippon Paint Indonesia Mark Liew mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung semangat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat.

"Bagi kami, semangat Merah Putih bukan hanya diwujudkan melalui warna, tetapi juga melalui aksi nyata yang dikerjakan bersama untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami berharap program ini dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap ruang publik, memperkuat semangat gotong royong, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut menjaga lingkungan di sekitarnya," ujar Mark Liew dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Sabtu (15/8/2026).

Lawang Suryakancana tampil semarak dengan warna Merah Putih. Melalui CSR Merah Putih, Nippon Paint mendukung pengecatan gapura ikonis ini sebagai bagian dari upaya mempercantik ruang publik Kota Bogor. Dok. Nippon Paint Lawang Suryakancana tampil semarak dengan warna Merah Putih. Melalui CSR Merah Putih, Nippon Paint mendukung pengecatan gapura ikonis ini sebagai bagian dari upaya mempercantik ruang publik Kota Bogor.

Lawang Suryakancana jadi ikon program

Sebagai bagian dari Program Gapura Ikonis Merah Putih, Lawang Suryakancana di Kota Bogor dipilih sebagai salah satu gapura ikonis yang merepresentasikan pelaksanaan program secara nasional.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurut dia, Lawang Suryakancana merupakan salah satu ikon Kota Bogor yang menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus pintu masuk kawasan kuliner legendaris.

"Kami mengapresiasi kontribusi Nippon Paint dalam mendukung beautifikasi kawasan ini melalui program CSR. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan semakin mendorong kepedulian bersama untuk menjaga warisan budaya serta ruang publik Kota Bogor," ujar Dedie.

Untuk mendukung pengecatan Lawang Suryakancana dan gapura ikonis di wilayah lainnya, Nippon Paint menggunakan Weatherbond Max dengan warna Merah Merdeka 1945 dan Brilliant White 1001.

Kedua warna tersebut telah disesuaikan dengan standar internasional Pantone untuk warna Bendera Indonesia.

Sebelum menghiasi Lawang Suryakancana, Nippon Paint juga dipercaya untuk mempercantik dan melindungi sejumlah bangunan bersejarah di Kota Bogor, termasuk Lawang Salapan. Kini, semangat yang sama hadir di landmark Bogor lainnya. Dok. Nippon Paint Sebelum menghiasi Lawang Suryakancana, Nippon Paint juga dipercaya untuk mempercantik dan melindungi sejumlah bangunan bersejarah di Kota Bogor, termasuk Lawang Salapan. Kini, semangat yang sama hadir di landmark Bogor lainnya.

Dengan perlindungan cuaca dan ketahanan warna yang lebih lama, Weatherbond Max juga telah dipercaya pada sejumlah landmark Kota Bogor, di antaranya Lawang Salapan dan Jembatan Otista.

Menjangkau masyarakat pesisir

Program CSR Merah Putih tahun ini turut menjangkau masyarakat pesisir melalui pengecatan 4.800 kapal nelayan.

Kolaborasi untuk masyarakat pesisir. Melalui CSR Merah Putih, Nippon Paint mendukung pengecatan kapal nelayan dengan menghadirkan perlindungan agar kapal tetap terawat dan siap mendukung aktivitas melaut. Dok. Nippon Paint Kolaborasi untuk masyarakat pesisir. Melalui CSR Merah Putih, Nippon Paint mendukung pengecatan kapal nelayan dengan menghadirkan perlindungan agar kapal tetap terawat dan siap mendukung aktivitas melaut.

Salah satunya dilakukan bersama Paguyuban Nelayan Putra Sang Fajar di Cilacap, Jawa Tengah, yang merupakan salah satu sentra perikanan nasional.

Selain memberikan tampilan yang lebih baik, penggunaan Bee Brand 1000 dan Nippon Copper Paint Anti-Fouling memberikan perlindungan pada kapal nelayan dari paparan cuaca, teritip, dan organisme laut.

Dengan perlindungan tersebut, kapal tetap terawat dan siap mendukung aktivitas melaut para nelayan.

Memasuki satu dekade pelaksanaan Program CSR Merah Putih, Nippon Paint berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat yang telah berkolaborasi dalam program ini. Mari bersama-sama menjaga kebersihan dan keindahan ruang publik agar tetap menjadi kebanggaan kita bersama," tutup Mark Liew.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau