KOMPAS.com – Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas dan Kompas Gramedia bersama Google, menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Hotel Amaris Bekasi, mulai Jumat (14/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026). UKW ini diikuti oleh 64 wartawan dari platform media cetak, siber, televisi, dan radio.
“Ini pertama kalinya Google mendukung kegiatan UKW. Kami amat bersyukur. Ini bagian dari tanggung jawab dan komitmen bersama untuk mendukung jurnalisme berkualitas,” kata Ketua Dewan Kompetensi Kompas Gramedia (KG) Tri Agung Kristanto dalam sambutannya ketika membuka UKW, Jumat.
Untuk menjaga obyektivitas dan standar pengujian dalam penyelenggaraan UKW, lembaga uji Kompas juga menggandeng para penguji dari lembaga uji lain.
Mereka adalah dari dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Radio Republik Indonesia (RRI). Seluruhnya ada 11 penguji yang terlibat.
Sebanyak 64 peserta UKW juga berasal dari berbagai media. Mereka juga mengikuti UKW, baik untuk tingkatan muda, madya, maupun utama.
Sementara itu, Google News Partner Manager Yos Kusuma menuturkan, pentingnya adaptasi teknologi dalam ekosistem jurnalisme modern. Ia menyoroti bagaimana kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat diintegrasikan secara positif oleh para jurnalis.
"Di sesi pra-UKW sudah saya sampaikan, AI bisa membantu kerja teman-teman semua," kata Yos.
Yos berharap, standardisasi melalui gelaran ini, peserta dapat memperkuat integritas dan rasa bangga para jurnalis terhadap profesi yang mereka jalani.
"UKW ini satu tujuannya, agar teman-teman semua semakin respek dengan profesi ini. Selamat UKW, semoga bermanfaat dan membuat pers menjadi lebih baik," tuturnya.
Sebagai informasi, UKW yang berlangsung dua hari tersebut menguji kompetensi peserta pada aspek ketrampilan, pengetahuan, dan kesadaran.
Kompetensi itu akan diuji melalui sejumlah pemahaman, seperti tentang kode etik jurnalistik, hukum pers, tata cara produksi berita atau konten, hingga manajemen redaksi. Mereka yang dinyatakan kompeten, akan terdaftar dan mendapat sertifikat dari Dewan Pers.