KOMPAS.com - Indonesia memiliki tantangan geografis yang tidak sederhana. Dari kawasan perbatasan hingga pulau-pulau kecil, jarak masih menjadi salah satu faktor yang menentukan seberapa mudah masyarakat mengakses berbagai layanan, termasuk layanan keuangan.
Di tengah kondisi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebagai bagian dari ekosistem Danantara terus memperluas akses layanan perbankan ke berbagai wilayah Indonesia.
Memasuki momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, upaya tersebut dilakukan dengan memadukan jaringan fisik dan digital. Mulai dari kantor dan BRILink Agen hingga Super App BRImo serta layanan perbankan terapung Teras Kapal BRI, berbagai kanal disiapkan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat di wilayah yang berbeda.
Direktur Operations BRI Hakim Putratama mengatakan, perluasan akses layanan merupakan bagian dari upaya BRI mendukung aktivitas transaksi keuangan masyarakat di berbagai daerah.
“BRI terus berupaya menghadirkan layanan yang mudah diakses, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Langkah ini sekaligus memperkuat sinergi BRI dan Danantara dalam mendorong transformasi layanan yang semakin berorientasi pada masyarakat,” kata Hakim melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin (17/8/2026).
Menurut dia, salah satu upaya tersebut dilakukan melalui program CX100 yang berfokus pada peningkatan pengalaman nasabah melalui kualitas layanan yang lebih dekat, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Hingga Juni 2026, BRI memiliki lebih dari 7.000 jaringan kantor yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Jaringan tersebut tidak hanya berada di pusat-pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga menjangkau sejumlah wilayah yang relatif jauh, antara lain melalui Kantor Cabang Gunung Sitoli, Abepura, Tahuna, dan Kupang.
Kehadiran BRI juga terdapat di kawasan perbatasan negara yang menjadi beranda terdepan Indonesia.
Sebanyak 20 unit kerja BRI tersebar di kawasan perbatasan, terdiri dari 14 unit di perbatasan Indonesia-Timor Leste, satu unit di perbatasan Indonesia-Papua Nugini, serta lima unit di perbatasan Indonesia-Malaysia.
Di sisi lain, kebutuhan transaksi masyarakat yang semakin beragam turut diimbangi dengan penguatan layanan digital.
Hingga Juni 2026, Super App BRImo telah digunakan oleh 49,7 juta pengguna. Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi, mulai dari transfer dan pembayaran hingga pembelian serta layanan perbankan lainnya.
Dengan layanan yang dapat diakses selama 24 jam, kebutuhan transaksi tidak sepenuhnya bergantung pada keberadaan kantor cabang secara fisik.
Di tingkat komunitas, BRI juga mengandalkan jaringan BRILink Agen untuk mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat.
Hingga Juni 2026, sebanyak 1,13 juta BRILink Agen telah melayani masyarakat di lebih dari 60.753 desa.
Melalui agen tersebut, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi, seperti tarik tunai, setor tunai, transfer dana, hingga pembayaran tagihan.
Bagi para agen, keberadaan layanan tersebut juga menjadi peluang usaha sekaligus bagian dari aktivitas ekonomi di lingkungan tempat mereka berada.
Pilihan transaksi masyarakat turut didukung oleh lebih dari 19.000 ATM dan cash recycling machine (CRM) BRI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan jaringan tersebut, akses layanan perbankan tidak hanya bertumpu pada kantor bank, tetapi juga hadir melalui agen dan infrastruktur yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat.
Aktivitas jual beli berlangsung di atas perahu di salah satu wilayah perairan Indonesia. Kondisi geografis kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam menghadirkan akses layanan keuangan yang dekat dengan masyarakat. Tantangan geografis Indonesia tidak hanya ditemukan di wilayah perbatasan. Kondisi kepulauan juga membuat sebagian masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan perbankan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BRI menghadirkan Teras Kapal BRI, yakni layanan perbankan terapung yang mendatangi langsung masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan.
Saat ini, layanan tersebut beroperasi melalui sejumlah kapal di beberapa wilayah Indonesia.
Bahtera Seva I beroperasi di Kepulauan Seribu dan menjangkau enam pulau. Bahtera Seva II melayani wilayah Halmahera Selatan, sedangkan Bahtera Seva III beroperasi di Kepulauan Anambas dengan jangkauan enam pulau.
Adapun Nera Seva beroperasi di Labuan Bajo dan menjangkau 10 pulau.
Layanan yang tersedia mencakup kebutuhan perbankan sehari-hari, mulai dari setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, pembukaan rekening simpanan, hingga pengajuan pinjaman.
Teras Kapal BRI juga dapat mendukung transaksi pembayaran serta menyediakan tambahan kas bagi BRILink Agen. Setiap kapal dilengkapi satu unit ATM untuk melayani kebutuhan transaksi masyarakat.
Layanan tersebut didukung infrastruktur teknologi informasi serta petugas yang terdiri dari teller, customer service, dan petugas kredit mikro.
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang dipisahkan oleh laut dan jarak, model layanan seperti ini membuat akses perbankan dapat didekatkan kepada mereka, alih-alih selalu mengharuskan masyarakat datang ke kantor bank.
Hakim mengatakan, BRI bersama Danantara akan terus menyesuaikan solusi keuangan dengan kondisi setiap wilayah.
“Dari kawasan perbatasan terdepan hingga pulau-pulau terluar, kami ingin memastikan bahwa kemajuan layanan perbankan dapat dirasakan secara inklusif sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hakim.
Di negara kepulauan seperti Indonesia, memperluas akses layanan keuangan pada akhirnya bukan hanya soal memperbanyak titik layanan. Tantangannya juga memastikan masyarakat, di mana pun mereka berada, memiliki pilihan untuk mengakses layanan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka.