Advertorial

Kelompok Usaha Harapan Bersama Gerakkan Ekonomi Desa Berkat Program AURA BRI Peduli

Kompas.com - 18/08/2026, 16:42 WIB

KOMPAS.com – Di Desa Cibubuan, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, Kelompok Usaha Harapan Bersama yang dipimpin oleh Sri Dolar Damayanti tumbuh dari sebuah usaha rumahan sederhana menjadi wadah pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kelompok usaha itu resmi terbentuk pada 2019, berawal dari berkembangnya Hj Nonoh Snack yang sejak 2014 memproduksi makanan ringan tradisional khas Sunda. Kehadiran kelompok ini menjadi harapan baru bagi para anggotanya, terutama saat pandemi Covid-19.

Di tengah keterbatasan ekonomi akibat pandemi, Kelompok Usaha Harapan Bersama menjadi kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk tetap bekerja, memperoleh penghasilan, sekaligus membantu menopang perekonomian keluarga.

Berbekal resep yang diwariskan secara turun-temurun, Kelompok Usaha Harapan Bersama mengolah beragam makanan ringan tradisional khas Sunda, mulai dari emping melinjo original, opak, opak ketan bakar, opak kembung, raginang, kolontong, hingga berbagai jenis keripik.

Dengan mempertahankan cita rasa asli dan kualitas produk, hasil olahan kelompok usaha tersebut semakin dikenal dan diminati masyarakat.

Seiring meningkatnya permintaan pasar, terutama menjelang Idul Fitri dan Tahun Baru, Kelompok Usaha Harapan Bersama menghadapi berbagai tantangan dalam proses produksi.

Sri Dolar Damayanti mengatakan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi adalah meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar, terutama saat musim-musim tertentu seperti Idul Fitri dan Tahun Baru.

Selain itu, proses produksi juga memiliki risiko lebih besar ketika musim hujan karena masih bergantung pada proses penjemuran dan keterbatasan alat pengering.

Pada 2026, Kelompok Usaha Harapan Bersama bergabung sebagai penerima manfaat Program Aspire to Uplift, Revive, and Achieve (AURA) yang diinisiasi BRI Peduli.

Program itu merupakan wujud komitmen BRI Peduli dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar dapat mengembangkan usahanya sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi yang tumbuh dari masyarakat.

Melalui dukungan Program AURA, proses produksi Kelompok Usaha Harapan Bersama menjadi lebih optimal. Kelompok usaha ini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada cuaca dalam proses pengeringan sehingga aktivitas produksi dapat berjalan lebih lancar, termasuk ketika permintaan pasar meningkat.

Sistem penyimpanan produk juga menjadi lebih tertata, rapi, dan higienis sehingga kualitas produk dapat terjaga dengan lebih baik.

“Setelah mengikuti Program AURA dari BRI, proses produksi kami menjadi lebih lancar dan meningkat. Proses pengeringan tidak lagi bergantung pada cuaca matahari, sementara sistem penyimpanan menjadi lebih baik, lebih rapi, dan higienis. Dampaknya, beberapa pelanggan rutin, seperti toko dan distributor, mulai menambah jumlah pesanannya,” ujar Sri dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (18/8/2026).

Peningkatan kapasitas produksi tersebut turut mendorong perkembangan usaha kelompok. Dengan proses produksi yang semakin efisien, Kelompok Usaha Harapan Bersama mampu memenuhi permintaan pelanggan secara lebih optimal.

Beberapa pelanggan tetap, seperti toko dan distributor, bahkan mulai meningkatkan jumlah pemesanan sehingga memberikan peluang usaha yang semakin besar bagi para anggota kelompok.

Sri menegaskan bahwa dukungan bagi pelaku UMKM di pedesaan memiliki peran penting dalam mendorong tumbuhnya usaha berbasis potensi lokal.

Ia berharap agar semakin banyak kelompok usaha yang memperoleh kesempatan untuk berkembang melalui pembinaan, penguatan kapasitas usaha, serta kemudahan akses layanan keuangan hingga menjangkau pelosok desa.

“Kami juga bersyukur telah menjadi mitra dan nasabah BRI selama ini karena mendapatkan fasilitas permodalan dan pembinaan. Semoga ke depan, BRI tetap menjadi mitra usaha untuk semua dan kami dapat terus tumbuh dan berkembang bersama BRI,” ujarnya.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan bahwa melalui Program AURA dari BRI Peduli, perseroan terus memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi melalui berbagai upaya pemberdayaan, mulai dari peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, hingga penguatan kapasitas kewirausahaan.

“Kisah Kelompok Usaha Harapan Bersama di Sumedang menunjukkan bahwa Program AURA BRI Peduli mampu memberikan manfaat nyata bagi kelompok usaha perempuan untuk terus berinovasi, meningkatkan kapasitas usaha, dan berkembang secara berkelanjutan. Kami berharap, program ini dapat terus mendorong lahirnya lebih banyak perempuan tangguh yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat,” ujar Dhanny.

Hingga saat ini, Program AURA BRI Peduli yang diluncurkan pada 2021 telah memberdayakan 30 kelompok usaha perempuan di berbagai daerah di Indonesia sebagai wujud komitmen BRI Peduli dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau