KOMPAS.com - Motor listrik selama ini kerap dikaitkan dengan keunggulan berupa biaya operasional yang lebih hemat. Namun, keputusan konsumen untuk menggunakan kendaraan listrik tidak hanya dipengaruhi faktor biaya.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Transportation Research Part D: Transport and Environment pada 2019 menemukan bahwa sejumlah karakteristik kendaraan, termasuk kecepatan, jarak tempuh, waktu pengisian, dan harga, berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam memilih motor listrik.
Sementara itu, riset Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diterbitkan dalam Journal of Visual Art and Design pada 2021 menunjukkan adanya preferensi terhadap desain yang playful sekaligus maskulin, dengan karakter yang tetap kompak dan aktif.
Temuan dari kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa pertimbangan konsumen terhadap motor listrik tidak hanya berkaitan dengan efisiensi. Performa, jarak tempuh, waktu pengisian, harga, serta desain juga menjadi bagian dari pertimbangan.
Sejumlah aspek tersebut kemudian menjadi bagian dari spesifikasi yang ditawarkan VinFast melalui VinFast Viper.
Tampilan depan VinFast Viper memperlihatkan detail lampu LED dengan desain tajam serta suspensi depan teleskopik yang mendukung stabilitas berkendara. Dari sisi performa, VinFast Viper tersedia dalam dua pilihan kapasitas baterai. Varian dua baterai memiliki daya maksimum 5.200 watt, sedangkan varian satu baterai menghasilkan daya maksimum 3.000 watt.
Sebagai pembanding, motor listrik di kelas harga yang setara dengan VinFast Viper varian dua baterai umumnya memiliki daya maksimum 3.500.
Berdasarkan perbandingan tersebut, daya maksimum VinFast Viper varian dua baterai memiliki selisih 1.700 watt atau sekitar 48,6 persen lebih tinggi.
Selain itu, meski menawarkan daya maksimum yang lebih besar, Vinfast Viper varian dua baterai juga mendukung penggunaan motor untuk bermanuver di jalan padat dan ruang yang terbatas.
Hal itu berkat penggunaan bodi dengan dimensi 1.950 x 712 x 1.122 milimeter dan jarak sumbu roda 1.320 milimeter.
VinFast Viper juga dilengkapi sejumlah fitur, antara lain layar TFT pintar, Smart Key System dengan pelacakan melalui Bluetooth dan GPS, serta fitur anti pencurian.
Fitur pelacakan memungkinkan pengguna mengetahui posisi kendaraan melalui ponsel, termasuk ketika motor diparkir di area seperti kampus, kantor, atau pusat perbelanjaan.
Untuk tampilan, VinFast Viper tersedia dalam lima pilihan warna, yaitu Black Solid, Cement Grey, Red Candyton, White Cyan, dan Yellow Sand.
Aspek lain yang ditawarkan VinFast Viper adalah jarak tempuh. Varian dua baterai diklaim mampu menempuh jarak hingga 145 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Sementara, varian satu baterai memiliki jarak tempuh hingga 82 kilometer.
Varian dua baterai menggunakan total kapasitas baterai 3,0 kWh dengan jenis LFP. Baterai ini diklaim Vinfast memiliki karakter yang lebih stabil terhadap panas serta umur pakai yang panjang.
Untuk pengisian di rumah, satu baterai membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam, sedangkan dua baterai membutuhkan sekitar sembilan jam.
Bagi pengguna yang tidak ingin menunggu proses pengisian, VinFast juga menyediakan opsi battery swap atau penukaran baterai.
VinFast bersama V-Green menyebut telah membangun lebih dari 2.000 titik penukaran baterai di berbagai wilayah Indonesia. Melalui fasilitas tersebut, pengguna dapat menukar baterai kosong dengan baterai yang telah terisi tanpa menunggu proses pengisian.
VinFast Viper resmi diperkenalkan sebagai e-motorcycle yang menawarkan efisiensi biaya operasional, salah satu daya tarik utama peralihan dari motor bensin ke motor listrik bagi konsumen Indonesia. Performa dan jarak tempuh menjadi salah satu pertimbangan, tetapi biaya penggunaan tetap menjadi faktor penting dalam kepemilikan kendaraan.
VinFast Viper tersedia dalam tiga skema harga, yakni Rp22 juta dengan skema langganan baterai, Rp25,64 juta dengan satu baterai, dan Rp29,28 juta dengan dua baterai.
Skema langganan baterai membuat harga masuk VinFast Viper lebih terjangkau dibanding sejumlah motor bensin atau pun motor listrik di kelas yang sama.
Perbedaan akan lebih terasa ada pada biaya harian. Dengan asumsi konsumsi motor bensin 45 kilometer per liter dan harga bensin Rp10.000 per liter, biaya bahan bakar untuk menempuh 1.000 kilometer mencapai sekitar Rp222.000.
Sementara itu, VinFast Viper dengan satu baterai dan pengisian di rumah membutuhkan biaya listrik sekitar Rp26.400 untuk jarak tempuh yang sama.
Berdasarkan asumsi tersebut, biaya energi VinFast Viper sekitar Rp26,4 per kilometer, sedangkan motor bensin sekitar Rp222 per kilometer.
Dengan demikian, dalam simulasi tersebut, biaya energi VinFast Viper sekitar 88 persen lebih rendah dibandingkan biaya bahan bakar motor bensin.
Pada skema langganan baterai, biaya penggunaan terdiri dari biaya langganan Rp84.000 per bulan dan biaya pengisian listrik di rumah sekitar Rp26.400.
Totalnya sekitar Rp110.400 per bulan berdasarkan asumsi pemakaian yang sama.
Jika pengguna lebih sering memanfaatkan Battery Swap, total biaya bulanan dalam simulasi tersebut mencapai sekitar Rp156.000, yang terdiri dari biaya langganan baterai Rp84.000 dan biaya penukaran baterai.
Perhitungan tersebut merupakan simulasi berdasarkan asumsi jarak tempuh, konsumsi energi, harga bahan bakar, serta biaya listrik yang digunakan dalam siaran pers.
Gambaran lebih utuh terkait efisiensi biaya penggunaan juga dapat ditilik melalui perhitungan total cost of ownership (TCO) selama lima tahun atau 60.000 kilometer.
Dalam simulasi tersebut, VinFast Viper dengan satu baterai memiliki harga pembelian Rp25,64 juta. Jika ditambah biaya pengisian listrik di rumah selama 60 bulan, total biaya kepemilikannya mencapai sekitar Rp27,23 juta.
Sebagai pembanding, motor bensin 125 cc dalam perhitungan yang sama memiliki harga pembelian Rp24,81 juta dan biaya bahan bakar sekitar Rp13,33 juta selama 60 bulan. Artinya, total biaya kepemilikan motor bensin tersebut mencapai sekitar Rp38,14 juta.
Berdasarkan perhitungan itu, TCO VinFast Viper dengan satu baterai lebih rendah sekitar Rp10,92 juta atau 29 persen dibandingkan motor bensin.
Pada skema VinFast Viper dengan biaya pembelian paling tinggi pun masih lebih hemat sekitar 20 persen dibandingkan motor bensin.
Namun, perhitungan tersebut belum memasukkan biaya perawatan, pajak, asuransi, dan penyusutan kendaraan.
Pengalaman penghematan dengan motor listrik turut dirasakan oleh pemerhati industri otomotif Indonesia, Pasya Usman.
Ia mengatakan, penggunaan motor listrik membuatnya tidak perlu mengantre di SPBU untuk membeli bensin ataupun rutin mendatangi bengkel untuk mengganti oli.
"Saya sendiri pengguna motor listrik. Selain tidak perlu repot antre beli bensin di SPBU dan tidak perlu ke bengkel untuk ganti oli, ternyata tidak terjadi kenaikan biaya listrik di rumah. Jadi, memang ada penghematan, dan nilainya bisa digunakan untuk hal lain, misalnya ditabung untuk kebutuhan sekolah si kecil," ujar Pasya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Selasa (18/8/2026).
Selain biaya penggunaan, aspek garansi juga menjadi bagian dari added value yang ditawarkan oleh VinFast Viper.
VinFast memberikan garansi hingga enam tahun atau 72.000 kilometer. Garansi tersebut terdiri dari garansi utama selama empat tahun atau 60.000 kilometer yang diperpanjang dua tahun atau 12.000 kilometer yang mencakup kendaraan dan baterai.
Dari sisi layanan, VinFast saat ini memiliki 20 dealer yang tersebar di Sumatera, Jabodetabek, Jawa, Bali, Sulawesi, dan Kalimantan, dengan jaringan yang akan terus diperluas ke depannya.
Jumlah dealer tersebut disebut akan terus bertambah seiring dengan pengembangan jaringan VinFast.
Pada akhirnya, pilihan terhadap motor listrik tidak hanya berkaitan dengan seberapa hemat biaya energinya. Performa, jarak tempuh, waktu pengisian, desain, hingga kemudahan kepemilikan turut menjadi pertimbangan dalam penggunaan sehari-hari.
Di tengah kebutuhan mobilitas perkotaan yang semakin beragam, faktor-faktor tersebut menjadi bagian dari perhitungan pengalaman berkendara.
VinFast Viper menjawab kebutuhan tersebut dalam satu kendaraan, sekaligus menunjukkan bahwa motor listrik bukan hanya sebagai alternatif kendaraan bensin, melainkan juga sebagai pilihan untuk menunjang mobilitas urban.