KOMPAS.com – Saat Presiden China Xi Jinping tiba di Bali untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022 di Bali, Indonesia, kendaraan yang ia pakai mencuri perhatian.
Lebih dari sekadar alat transportasi, mobil tersebut dikenal menjadi simbol kemandirian industri China sekaligus bagian dari sejarah panjang negara tersebut.
Kendaraan itu adalah Hongqi. Jauh sebelum dikenal sebagai merek otomotif, Hongqi lahir dari satu gagasan politis, China ingin memiliki kendaraan kenegaraan yang dibuat oleh bangsanya sendiri. Pada 1958, mimpi ini terwujud.
Sebelumnya, mobil kenegaraan yang digunakan China bukanlah produksi dari negeri sendiri, melainkan limousine ZIS (Zavod imeni Stalina) dari Soviet atau mobil buatan Amerika Serikat yang diwariskan dari era Nasionalis.
Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang lahirnya gagasan untuk memiliki kendaraan kenegaraan yang benar-benar mencerminkan kemampuan industri China sendiri.
Di bawah kepemimpinan Mao Zedong dan baru berusia sembilan tahun sejak berdirinya Republik Rakyat Chin, langkah besar dimulai dengan menunjuk First Automobile Works (FAW) untuk merancang dan memproduksi mobil nasional pertama.
First Automobile Works yang berlokasi di Changchun, membuat rakitan pertama dengan model sedan CA72. Mobil ini berdesain besar, megah, dan mewah. Mobil itu diproduksi dalam jumlah terbatas dan hanya diperuntukkan bagi kebutuhan kenegaraan serta berbagai seremoni resmi.
Merek otomotif perdana itu diberi nama Hongqi, sebagai representasi nasional negeri tirai bambu.
Sedan Hongqi dengan model CA72 yang mengantarkan pemimpin negara ke berbagai seremonial. Hingga kini, mobil Hongqi menjadi warisan lintas generasi yang dipercaya mengantarkan pemimpin China ke berbagai acara penting kenegaraan.
Warisan ini turut dijaga oleh Presiden Xi Jinping yang mengandalkan Hongqi dalam setiap pertemuan politik, baik di dalam maupun luar negeri.
Melihat perannya yang begitu krusial sebagai mobil resmi kenegaraan, Hongqi berhasil menciptakan karakter mobil yang berwibawa untuk seorang pemimpin.
Melansir laman Hongqi Malaysia, tiga dekade tipe mobil CA72 dan CA770 diproduksi hanya ribuan unit dan tidak dijual untuk umum.
Merek tersebut dikembangkan pada akhir 1990 dan perlahan bergeser dari kendaraan eksklusif kenegaraan menjadi dapat dinikmati masyarakat umum memasuki 2010.
Hongqi pun merentangkan sayapnya lebih lebar lagi. Melansir laman FAW, pada 2018 Hongqi merancang strategi dan konsep yang berbeda dengan menembus pasar global.
Berdasarkan Asiautos, berbagai pasar internasional yang telah dijangkaunya antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Rusia, Ukraina, Mesir, Afrika Selatan, Vietnam, dan Israel.
Jika melihat napak tilasnya, Hongqi tidak sekadar menawarkan kendaraan, tetapi juga desain yang memiliki makna historis dan filosofis mendalam.
Vice President of Global Design & Chief Creative Officer FAW Hongqi Giles Taylor adalah sosok di balik sentuhan elegan Hongqi. Setiap desain Hongqi terinspirasi dari keselarasan alam.
SUV elektrik model E-HS9 dengan desain elegan yang menampilkan kemewahan yang tegas, selaras dengan karakter khas Hongqi. Salah satu nilai yang melekat adalah filosofi “Taihe”. Filosofi ini mencerminkan keharmonisan dan keseimbangan alam, ibarat pegunungan dan aliran sungai.
Kemudian, garis merah ikonik yang dimiliki Hongqi merepresentasikan filosofi "Shang Zi Yi" (?·?·?).
Filosofi tersebut merujuk pada nilai tradisi yang memadukan konsep new nobility (bangsawan baru), new delicacy (keagungan baru), dan new feelings (rasa atau sensasi yang baru).
Melalui filosofi ini, Hongqi ingin menekankan bahwa siapa pun yang mengendarai mobil ini tidak hanya merasakan kebanggaan nilai historis, tetapi juga merasakan kenyamanan personal.
Setelah puluhan tahun melekat dengan perjalanan kenegaraan China, Hongqi resmi membawa warisan tersebut ke Indonesia sejak Agustus 2026 melalui E-HS9 sebagai Flagship Full Size Sport Utility Vehicle (SUV) sebagai model perdananya.
Model E-HS9 dari Hongqi akan jadi mobil perdana di Indonesia dan siap hadir meramaikan era SUV elektrifikasi. Kehadiran SUV elektrik E-HS9 menjadi pilihan kompetitif untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama pengguna yang mendambakan lebih dari sekadar kenyamanan di tengah kepadatan lalu lintas jalanan perkotaan.