Advertorial

Merdeka di Jatim Park, Ini Spot Kemerdekaan yang Bisa Dikunjungi di JTP 3

Kompas.com - 20/08/2026, 09:54 WIB

KOMPAS.com — Momentum kemerdekaan dapat dirayakan dengan banyak cara. Selain mengikuti upacara atau lomba Agustusan, masyarakat juga bisa mengisi bulan kemerdekaan dengan wisata edukasi yang mengenalkan sejarah, tokoh bangsa, dan budaya Indonesia.

Pengalaman tersebut dapat ditemukan dalam rangkaian Merdeka di Jatim Park di Jatim Park 3, Kota Batu, Jawa Timur.

Di kawasan tersebut, pengunjung dapat menjelajahi sejumlah spot bertema kemerdekaan dan kebangsaan. Mulai dari Istana Merdeka dan Soekarno Corner di The Legend Stars Park, hingga Spot WR Supratman, Spot Gesang, Spot Indonesia, dan Challenge Interaksi Musik di Museum Musik Dunia.

Berbagai spot tersebut menghadirkan cara berbeda untuk mengenal Indonesia. Sejarah tidak hanya ditampilkan melalui teks atau kronologi peristiwa, tetapi juga lewat patung lilin, replika ruang bersejarah, alat musik tradisional, lagu kebangsaan, hingga aktivitas interaktif.

Istana Merdeka dan tokoh bangsa

Salah satu spot yang dapat dikunjungi dalam rangkaian Merdeka di Jatim Park adalah Istana Merdeka di The Legend Stars Park.

Istana Merdeka, The Legend Stars Park, Jatim Park menghadirkan suasana bangunan kenegaraan dengan figur tokoh penting sebagai bagian dari pengalaman Merdeka di Jatim Park.Dok. Jatim Park Group Istana Merdeka, The Legend Stars Park, Jatim Park menghadirkan suasana bangunan kenegaraan dengan figur tokoh penting sebagai bagian dari pengalaman Merdeka di Jatim Park.

Bangunan itu berada di area pintu masuk dan menjadi salah satu titik yang langsung menarik perhatian pengunjung sejak memasuki kawasan. Istana Merdeka menghadirkan suasana yang terinspirasi dari bangunan kenegaraan dengan berbagai patung lilin tokoh penting di dalamnya.

Pengunjung dapat menjumpai figur para presiden Indonesia hingga sejumlah tokoh mancanegara dalam satu area. Kehadiran figur-figur tersebut memberi kesempatan bagi pengunjung untuk mengenali sosok yang selama ini mungkin hanya ditemui melalui buku sejarah, pemberitaan, atau sumber informasi lain.

Selain menjadi lokasi berfoto, Istana Merdeka juga menghadirkan informasi yang membantu pengunjung mengenal lebih jauh tokoh-tokoh yang ditampilkan.

Dengan pendekatan visual tersebut, anak-anak dapat melihat sosok tokoh sejarah secara lebih konkret. Sementara itu, orang dewasa dapat kembali mengingat perjalanan para tokoh yang memiliki tempat dalam sejarah Indonesia.

Manajer Operasional The Legend Stars Park, Andik Fijayanto, menjelaskan bahwa Istana Merdeka dirancang untuk memberikan pengalaman yang memadukan figur tokoh, suasana tematik, dan informasi.

“Setiap tokoh yang ditampilkan memiliki cerita dan latar belakang yang dapat menjadi bagian dari pengalaman pengunjung. Melalui Istana Merdeka, kami ingin menghadirkan ruang yang menarik secara visual sekaligus memberikan kesempatan bagi keluarga dan generasi muda untuk mengenal lebih dekat tokoh-tokoh Indonesia maupun dunia,” ujar Andik dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (19/8/2026).

Mengenal Soekarno dari dekat

Masih di The Legend Stars Park, pengunjung juga dapat menyambangi Soekarno Corner. Spot ini mengangkat sosok Ir Soekarno melalui patung lilin dan replika kediamannya di Istana Gebang, Blitar.

Soekarno Corner, The Legend Stars Park, Jatim Park 3 mengajak pengunjung mengenal sosok Proklamator melalui suasana tematik yang terinspirasi dari replika kediamannya di Blitar.Dok. Jatim Park Group Soekarno Corner, The Legend Stars Park, Jatim Park 3 mengajak pengunjung mengenal sosok Proklamator melalui suasana tematik yang terinspirasi dari replika kediamannya di Blitar.

Area tersebut berada di kawasan pintu masuk dan menjadi bagian dari pengalaman Merdeka di Jatim Park yang mengajak pengunjung mengenal sejarah melalui pendekatan visual dan suasana tematik.

Sosok Soekarno tidak dapat dipisahkan dari momenProklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Karena itu, keberadaan Soekarno Corner dapat menjadi ruang untuk mengajak generasi muda memahami bahwa kemerdekaan memiliki perjalanan panjang yang melibatkan keberanian, gagasan, dan perjuangan para tokoh bangsa.

Di area ini, pengunjung dapat melihat figur Soekarno dalam bentuk patung lilin, menikmati suasana klasik, serta membaca informasi mengenai perjalanan hidup sang Proklamator.

Andik mengatakan, Soekarno Corner dihadirkan agar pengunjung dapat mengenal Soekarno dari sisi yang lebih personal.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang membuat pengunjung dapat mengenal Soekarno dari sisi yang lebih personal. Melalui replika Istana Gebang, patung lilin, serta informasi yang tersedia, kami berharap generasi muda dapat memahami perjalanan hidup dan perjuangan beliau sekaligus melihat kembali nilai-nilai yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia,” ujar Andik.

Mendengar Indonesia Raya di Spot WR Supratman

Perjalanan Merdeka di Jatim Park juga dapat dilanjutkan ke Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Di museum ini, pengunjung dapat menemukan Spot WR Supratman yang menghadirkan sosok Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu “Indonesia Raya”.

Spot WR Supratman, Museum Musik Dunia, Jatim Park 3 menghadirkan patung Wage Rudolf Supratman, teks Indonesia Raya tiga bait, serta radio antik untuk mengenalkan sejarah lagu kebangsaan.Dok. Jatim Park Group Spot WR Supratman, Museum Musik Dunia, Jatim Park 3 menghadirkan patung Wage Rudolf Supratman, teks Indonesia Raya tiga bait, serta radio antik untuk mengenalkan sejarah lagu kebangsaan.

Spot tersebut menampilkan patung WR Supratman serta teks lagu Indonesia Raya secara lengkap dalam tiga bait.

Pengalaman di area ini dibuat lebih khas dengan pemutaran “Indonesia Raya” tiga bait melalui konsep radio antik. Suara yang seolah berasal dari radio masa lalu menciptakan atmosfer historis dan membuat pengunjung tidak hanya membaca informasi, tetapi juga merasakan suasana melalui elemen audio.

Bagi keluarga yang datang bersama anak, Spot WR Supratman dapat menjadi titik singgah untuk memperkenalkan sejarah secara lebih ringan.

Percakapan sederhana mengenai siapa WR Supratman, hubungannya dengan Indonesia Raya, serta posisi lagu kebangsaan dalam perjalanan bangsa dapat menjadi bagian dari pengalaman berkunjung.

Manajer Operasional Museum Musik Dunia, Mulyadi, mengatakan bahwa spot tersebut dirancang untuk mengenalkan sejarah kepada berbagai kelompok usia.

“Kami ingin pengunjung dapat mengenal sosok WR Supratman dan Indonesia Raya melalui pengalaman yang sederhana, tetapi tetap memiliki nilai sejarah. Kehadiran patung, teks Indonesia Raya tiga bait, serta suara lagu yang diputar melalui konsep radio antik diharapkan dapat membuat cerita tentang tokoh dan karya tersebut terasa lebih dekat bagi pengunjung,” ujar Mulyadi.

Dari Gesang sampai musik Nusantara

Museum Musik Dunia juga menghadirkan Spot Gesang, ruang yang mengenalkan sosok Gesang, maestro keroncong Indonesia sekaligus pencipta lagu “Bengawan Solo”.

Spot Gesang, Museum Musik Dunia, Jatim Park 3 mengenalkan sosok Gesang, maestro keroncong Indonesia sekaligus pencipta lagu Bengawan Solo, melalui sejumlah koleksi dan informasi sejarah.Dok. Jatim Park Group Spot Gesang, Museum Musik Dunia, Jatim Park 3 mengenalkan sosok Gesang, maestro keroncong Indonesia sekaligus pencipta lagu Bengawan Solo, melalui sejumlah koleksi dan informasi sejarah.

Di area ini, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi yang berkaitan dengan kehidupan dan perjalanan Gesang, mulai dari blangkon, kopiah, tongkat, celo, kontrabas, becak, dua kendang, hingga biola.

Gesang dikenal sebagai salah satu maestro besar musik keroncong Indonesia. Melalui karya “Bengawan Solo”, namanya melekat dalam perjalanan musik Indonesia dan menjadi bagian dari warisan musik keroncong.

Kehadiran Spot Gesang memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan tidak selalu hadir melalui cerita perjuangan secara langsung.

Nilai kebangsaan juga dapat ditemukan melalui karya seni, musik, dan tokoh yang turut membentuk identitas bangsa.

Selain Spot Gesang, pengunjung juga dapat mengunjungi Spot Indonesia yang menghadirkan kekayaan musik Nusantara.

Di area ini, pengunjung dapat melihat berbagai alat musik tradisional, seperti rindik, gamelan, sapek, kecapi, seruling, hingga gula gending. Masing-masing alat musik tersebut memperlihatkan keberagaman tradisi musik dari berbagai wilayah Indonesia.

Tidak hanya melihat koleksi, pengunjung juga dapat mencoba memainkan rindik dan gamelan. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman interaktif karena pengunjung dapat merasakan langsung bagaimana alat musik tradisional menghasilkan bunyi.

Manajer Operasional Museum Musik Dunia Jatim Park 3, Mulyanto, menjelaskan bahwa Spot Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkenalkan musik tradisional kepada masyarakat melalui pengalaman langsung.

“Kami ingin koleksi alat musik Indonesia di sini dapat menjadi pengenalan yang sederhana bagi pengunjung terhadap kekayaan budaya Nusantara. Ketika mereka dapat melihat langsung berbagai alat musik dan mencoba beberapa di antaranya, kami berharap muncul rasa ingin tahu untuk mengenal lebih jauh budaya dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Mulyanto.

Challenge Interaksi Musik

Untuk menghadirkan suasana kemerdekaan yang lebih interaktif, Museum Musik Dunia juga menggelar Challenge Interaksi Musik.

Melalui Challenge Interaksi Musik, pengunjung diajak membawakan lagu nasional sebagai bagian dari rangkaian Merdeka di Jatim Park.Dok. Jatim Park Group Melalui Challenge Interaksi Musik, pengunjung diajak membawakan lagu nasional sebagai bagian dari rangkaian Merdeka di Jatim Park.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian Merdeka di Jatim Park dan berlangsung selama 1-31 Agustus 2026, khusus setiap Sabtu dan Minggu.

Dalam tantangan itu, pengunjung diajak memainkan alat musik yang tersedia, yakni gitar atau drum, dengan membawakan lagu nasional. Pilihan lagu diberikan secara acak sehingga peserta tidak mengetahui lagu yang akan dimainkan sebelumnya.

Pengunjung yang berhasil menyelesaikan tantangan sesuai ketentuan berkesempatan mendapatkan penawaran tiket reguler Museum Musik Dunia beli dua gratis satu.

Sementara itu, peserta yang belum berhasil tetap memperoleh merchandise sebagai bentuk apresiasi atas keberanian mengikuti tantangan.

Mulyadi mengatakan, aktivitas tersebut dirancang agar pengunjung dapat ikut merasakan suasana kemerdekaan secara langsung.

“Musik memiliki hubungan yang kuat dengan identitas dan perjalanan budaya sebuah bangsa. Melalui Challenge Interaksi Musik, kami ingin memberikan ruang bagi pengunjung untuk ikut berpartisipasi dalam suasana kemerdekaan dengan cara yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan,” ujar Mulyadi.

Dengan berbagai spot tersebut, Merdeka di Jatim Park menghadirkan pengalaman wisata yang memadukan hiburan, sejarah, musik, dan budaya.

Pengunjung tidak hanya diajak berfoto atau menikmati suasana tematik, tetapi juga mengenal kembali tokoh bangsa, lagu kebangsaan, warisan musik Indonesia, hingga keragaman budaya Nusantara.

Kolaborasi dengan Wonderful Indonesia

Sebagai bagian dari penguatan promosi wisata, Jawa Timur Park Group juga menjadi mitra resmi dalam Program Co-Branding Wonderful Indonesia yang diinisiasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Melalui kolaborasi Jatim Park Group dan Wonderful Indonesia, perusahaan berkomitmen memperkuat promosi destinasi wisata Indonesia melalui komunikasi terintegrasi, penggunaan identitas Wonderful Indonesia sesuai panduan merek, serta berbagai aktivasi kolaboratif yang mendukung peningkatan citra pariwisata nasional.

Sebagai Proud Member of Wonderful Indonesia Co-Branding, Jawa Timur Park Group juga mengoptimalkan berbagai kanal komunikasi digital untuk memperluas jangkauan promosi dan mendukung posisi Indonesia sebagai destinasi wisata berkelas dunia.

Informasi tiket dan promo terbaru Jatim Park Group dapat diakses melalui situs resmi jtp.id serta Instagram dan TikTok @jawatimurpark.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau