Advertorial

Tenun Manurung Berinovasi, Kelompok Tenun Mandiri kembangkan Produksi Ramah Lingkungan

Kompas.com - 20/08/2026, 11:13 WIB

KOMPAS.com – Para penenun di Desa Manurung, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, terus mengembangkan tenun tradisional dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.

Selain meningkatkan produksi, para penenun mulai mengembangkan keterampilan dalam pengelolaan limbah, penggunaan warna alami, hingga teknik ecoprinting.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat nilai tambah produk sekaligus menjaga keberlanjutan proses produksi.

Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (Pemberdayaan Desa Binaan) Tahun 2026 yang melibatkan Kelompok Tenun Mandiri yang diketuai Abd Aziz dan Generasi Tenun Pagatan yang diketuai Bahruddin.

Program tersebut dilaksanakan oleh tim dari Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Sari Mulia dengan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan kontrak Induk: 157/C3/DT.05.00/PM/2026 dan Kontrak Turunan: 280/UN8.2/AM/2026 .

Kelola limbah

Salah satu tujuan program ini adalah membantu penenun meningkatkan kemampuan dalam mengurus limbah yang muncul dari proses pewarnaan benang.

Para penenun diberi pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola limbah produksi dengan lebih baik.

Selain pengelolaan limbah, inovasi dilakukan melalui pengembangan pewarna alami dan teknik ecoprinting.

Kedua teknik tersebut memberikan alternatif dalam menghasilkan produk tekstil dengan karakter dan desain yang lebih beragam.

Bagi para penenun, keterampilan tersebut tidak hanya mendukung proses produksi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang diversifikasi produk dan meningkatkan nilai tambah kerajinan berbasis potensi lokal.

Tingkatkan keterampilan

Hasil program menunjukkan adanya peningkatan kapasitas anggota Kelompok Tenun Mandiri. Pada 2025, belum ada anggota yang terampil mengolah sampah. Jumlah tersebut meningkat menjadi empat orang pada 2026.

Kemampuan anggota dalam pewarnaan alami dan ecoprinting juga meningkat. Dari satu orang pada 2025, jumlah anggota yang memiliki keterampilan tersebut bertambah menjadi empat orang pada 2026.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian tenun tradisional dapat berjalan beriringan dengan inovasi.

Penguatan keterampilan, pengelolaan lingkungan, dan diversifikasi produk menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan tenun Manurung sekaligus meningkatkan nilai budaya dan ekonominya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau