Advertorial

BRI Konsisten Salurkan Kredit dengan Prinsip Kehati-hatian, Jaga Pertumbuhan Berkualitas dan Berkelanjutan

Kompas.com - 20/08/2026, 17:50 WIB

KOMPAS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menjaga momentum pertumbuhan kredit dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang disiplin.

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya BRI memastikan ekspansi bisnis berlangsung secara sehat, berkualitas, dan berkelanjutan di tengah dinamika perekonomian.

Sebagai bank dengan fokus utama pada pemberdayaan segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), BRI memandang pertumbuhan kredit tidak semata-mata diukur dari besarnya penyaluran pembiayaan, tetapi juga dari kualitas kredit yang dihasilkan.

Oleh karena itu, setiap proses penyaluran kredit dilakukan dengan mempertimbangkan profil risiko debitur, prospek usaha, kemampuan membayar, serta kondisi sektor dan industri yang dibiayai.

Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti mengungkapkan bahwa prinsip kehati-hatian menjadi fondasi dalam setiap keputusan penyaluran kredit BRI.

Penguatan kualitas aset dilakukan sejak tahap awal melalui proses underwriting yang disiplin, pemantauan kualitas kredit secara berkelanjutan, serta penerapan early warning system untuk mengidentifikasi potensi risiko sedini mungkin.

“BRI tetap memiliki appetite untuk tumbuh dan menyalurkan kredit kepada sektor produktif. Namun, pertumbuhan tersebut harus dilakukan secara terukur dengan tetap mengutamakan kualitas. Kami memastikan setiap ekspansi kredit melalui proses asesmen risiko yang memadai sehingga pertumbuhan bisnis dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Ety dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (20/8/2026)

Dalam menjalankan strategi pertumbuhan, BRI menerapkan pendekatan yang selektif dengan mempertimbangkan karakteristik risiko pada setiap segmen dan sektor ekonomi. 

BRI juga terus menyempurnakan kebijakan perkreditan serta mekanisme pemantauan portofolio agar tetap relevan terhadap perubahan kondisi ekonomi dan profil risiko.

Pendekatan tersebut memungkinkan BRI menjaga keseimbangan antara peluang pertumbuhan dan tingkat risiko yang dapat diterima oleh bank.

Di sisi lain, pengelolaan risiko tidak berhenti setelah kredit disalurkan. BRI melakukan pemantauan portofolio secara berkala melalui pendekatan berbasis data, baik untuk mendeteksi perubahan kualitas debitur maupun potensi tekanan pada sektor tertentu.

Untuk menjaga pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan, BRI konsisten dalam menyalurkan kredit.Dok. BRI Untuk menjaga pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan, BRI konsisten dalam menyalurkan kredit.

Perkuat kualitas dan risiko

Ety mengatakan, prinsip perseroan bukan hanya mendorong pertumbuhan kredit, melainkan juga memastikan kredit tumbuh dengan kualitas yang tetap terjaga.

“Karena itu, kami terus memperkuat proses dari hulu hingga hilir, mulai dari underwriting, pemantauan baik on-site maupun off-site, early warning system, hingga penanganan kredit yang membutuhkan perhatian khusus,” ucap Ety.

Pendekatan tersebut menjadi semakin penting mengingat portofolio BRI yang didominasi segmen UMKM dengan karakteristik nasabah yang beragam dan tersebar di seluruh Indonesia.

Dengan basis data dan pengalaman panjang di segmen UMKM, BRI terus meningkatkan kemampuan dalam memahami karakteristik dan profil risiko nasabah secara lebih granular.

Sebagai informasi, perbaikan kualitas aset BRI tersebut tecermin dari rasio NPL yang membaik secara quarter on quarter (QoQ) dari 3,07 persen pada akhir Desember 2025 menjadi 3,01 persen pada Maret 2026.

Selain itu, salah satu indikator risiko kredit yang lebih forward-looking, yaitu rasio loan at risk (LaR) juga menunjukkan perbaikan yang signifikan. Rasio LaR turun dari 11,13 persen pada Maret 2025 menjadi 9,67 persen pada Maret 2026, atau turun 146 basis poin.

BRI juga secara konsisten menjaga kecukupan pencadangan dan permodalan sebagai bagian dari mitigasi risiko serta bantalan untuk menghadapi berbagai potensi tekanan.

Langkah itu diambil untuk memastikan fundamental perseroan tetap kuat dalam mendukung ekspansi bisnis ke depan.

Hal itu tecermin dari rasio NPL Coverage yang terjaga pada 179,45 persen dan rasio LaR Coverage pada 55,75 persen.

Konsistensi tren yang stabil dari kedua aspek tersebut menggambarkan kedisiplinan dalam menjaga tingkat pencadangan risiko sebagai bagian dari implementasi manajemen risiko yang penuh kehati-hatian.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau