KOMPAS.com – Kekayaan budaya Papua tidak hanya hidup melalui tradisi, tetapi juga lewat beragam kerajinan tangan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Namun, di balik keterampilan para perajin lokal, masih banyak karya menghadapi tantangan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Kondisi tersebut mendorong Sukma Ayu Mayangsari untuk mulai memperkenalkan kerajinan khas Papua melalui sebuah toko daring sederhana di Jayapura pada 2022.
Berawal dari keinginan membawa karya para perajin lokal kepada lebih banyak orang, usaha yang dirintis Sukma perlahan berkembang menjadi PT MJEthnic Craft Indonesia.
Kini, perusahaan tersebut tidak hanya memasarkan kerajinan khas Papua, tetapi juga menjadi distributor berbagai produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari sejumlah daerah di Indonesia.
Produk yang dipasarkan pun semakin beragam, mulai dari kerajinan tangan, fesyen, aksesori, hingga kuliner khas.
Bagi Sukma, produk-produk tersebut tidak sekadar memiliki nilai ekonomi. Setiap barang juga membawa cerita mengenai budaya dan kehidupan para perajin yang membuatnya.
Sukma juga memegang prinsip bahwa usaha baru memiliki makna yang lebih besar ketika dapat berkembang bersama masyarakat di sekitarnya.
Oleh karena itu, kata Sukma, pengembangan MJEthnic Craft diarahkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia serta memberikan manfaat bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari karya tersebut.
Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui pemberdayaan perajin lokal, khususnya perempuan. Selain itu, MJEthnic Craft juga menyisihkan 2,5 persen dari setiap hasil penjualan untuk membantu masyarakat kurang mampu di Papua.
Membekali diri untuk pasar global
Seiring perkembangan usaha, tantangan yang dihadapi pun ikut bertambah. Sukma perlu memahami berbagai aspek agar produk yang dipasarkan dapat semakin siap memasuki pasar internasional.
Salah satu langkah yang ditempuh Sukma adalah mengikuti Pelatihan Ekspor BRI Peduli. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai ekspor dan kebutuhan pasar global.
“Pelatihan Ekspor BRI Peduli menambah ilmu dan wawasan saya tentang dunia ekspor. Selain itu, saya juga mendapat kesempatan menambah jejaring dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (20/8/2026).
Salah satu produk kerajinan yang dipasarkan PT MJEthnic Craft Indonesia. Usaha asal Jayapura tersebut memasarkan berbagai produk UMKM Nusantara hingga pasar internasional.Menurutnya, pengalaman tersebut tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas untuk mengembangkan usaha di pasar global.
Perjalanan yang bermula dari Papua itu kini telah membawa produk-produk MJEthnic Craft ke sejumlah negara, seperti Australia, Belanda, Uzbekistan, Italia, Malaysia, Inggris, hingga Amerika Serikat.
Sukma menilai, pendampingan yang diterimanya menjadi salah satu faktor yang membantu pelaku UMKM semakin percaya diri untuk mengembangkan pasar.
“Saya sangat mengapresiasi komitmen dan konsistensi BRI dalam mendampingi pelaku usaha lokal untuk naik kelas hingga menembus pasar internasional,” katanya.
Menurut Sukma, dukungan bagi UMKM tidak hanya dibutuhkan dari sisi layanan keuangan, tetapi juga dalam pengembangan kapasitas dan jejaring.
“BRI tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga menjadi mitra sociopreneur di Indonesia. Terima kasih BRI sudah memberikan dukungan nyata dan berdampak bagi UMKM lokal. Sesuai moto kami, ‘Small Business, Big Impact’,” lanjutnya.
Pelajari strategi hingga regulasi ekspor
Secara terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, Pelatihan Ekspor merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli untuk mendukung pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha.
Melalui program tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai proses ekspor sehingga lebih siap mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing di pasar internasional.
Materi pelatihannya mencakup strategi ekspor, regulasi perdagangan internasional, penyusunan dokumen ekspor, riset pasar global, hingga pengemasan dan branding produk sesuai dengan kebutuhan pasar internasional.
Menurut Dhanny, pengalaman Sukma menunjukkan peran penting akses terhadap pengetahuan dalam mendukung pengembangan usaha.
“Kisah Sukma dengan usaha PT MJEthnic Craft Indonesia menjadi salah satu contoh bahwa ketika semangat pelaku UMKM bertemu dengan akses pembelajaran yang tepat, peluang untuk tumbuh dan menjangkau pasar internasional semakin terbuka,” ujarnya.