KOMPAS.com - Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli berkomitmen menghadirkan wujud dukungan bagi pekerja migran di Taiwan lewat "BRI Peduli Go Global PMI Entrepreneur Academy: Building Skills, Creating Opportunities".
Inisiatif tersebut menyediakan ruang edukasi guna mengasah kecakapan aplikatif sekaligus membekali kemampuan wirausaha dan pilihan profesi saat kembali menuju Tanah Air.
Agenda yang melibatkan puluhan pahlawan devisa tersebut diselenggarakan pada Sabtu (22/08/2026) di Deh Yu College of Nursing and Health, Keelung City, Taiwan, lewat sesi "PMI Entrepreneur Connect". Selanjutnya, pada Minggu (23/08/2026), dihadirkan pula "Beautypreneur Empowerment Workshop".
Pada PMI Entrepreneur Connect, peserta mengikuti workshop dan praktik memasak bersama instruktur, mulai dari pengenalan bahan, teknik pengolahan, hingga penyajian masakan Taiwan secara aplikatif.
Metode praktik digunakan agar peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut.
Pada agenda ini, para peserta turut mendalami workshop dan simulasi memasak kuliner Taiwan secara terpadu bersama pengajar di Keeling District Fishermen’s Association serta memperoleh pengalaman latihan langsung mulai dari pemahaman bahan, tahapan pengolahan, sampai penataan makanan.
Peningkatan kapasitas untuk PMI diteruskan lewat Beautypreneur Empowerment Workshop yang memberikan peserta pembekalan edukatif berupa peragaan dan latihan merias wajah bersama pengajar tata rias ahli berbekal materi yang gampang dipahami serta aplikatif.
Membawa gagasan Beauty & Inclusivity, acara tersebut mendudukkan kecantikan selaku bentuk ungkapan diri yang bisa dijangkau semua orang.
Materi dipaparkan secara inklusif dan sesuai kebutuhan peserta, tanpa melihat latar belakang ataupun tingkat kemahiran penggunaan makeup.
Kegiatan ini dilengkapi peragaan serta praktik tata rias yang dibimbing langsung beauty trainer profesional asal Indonesia yang menetap di Taiwan, dengan melibatkan peserta secara aktif selama acara.
Sifa, salah satu PMI di Taiwan asal Surabaya, mengatakan bahwa melalui kegiatan ini, ia mendapatkan pengetahuan serta keterampilan baru, salah satunya dalam mengolah masakan Taiwan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi peluang usaha.
“Kegiatan ini juga mendorong kami sebagai PMI untuk menjadi lebih mandiri, kreatif, dan mampu melihat peluang yang dapat dikembangkan di Indonesia. Saya berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat menjadi modal untuk membangun usaha yang berkelanjutan dan meningkatkan perekonomian setelah kembali ke Tanah Air,” ungkapnya.
Di lain pihak, Sumarsih, PMI di Taiwan asal Solo menambahkan, program pengembangan kapasitas dari BRI Peduli memberikan manfaat bagi para PMI di Taiwan, khususnya dalam memanfaatkan waktu libur dengan kegiatan yang positif dan produktif.
Melalui makeup class ini, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan untuk mempercantik dan merawat penampilan diri sendiri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tersebut menjadi peluang usaha sebagai penata rias.
“Semoga ilmu dan keterampilan yang didapatkan hari ini dapat terus dipraktikkan dan menjadi bekal untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemandirian, serta membuka peluang usaha di masa depan,” imbuhnya.
Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan BRI telah memiliki roadmap pemberdayaan PMI yang dilakukan secara berkelanjutan.
“BRI hadir mendampingi perjalanan diaspora Indonesia, terutama PMI, secara menyeluruh tidak hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari proses pemberdayaan,” tegasnya.
“Melalui program CSR, literasi keuangan, dan pengembangan keterampilan kewirausahaan, BRI mendorong diaspora untuk memanfaatkan penghasilan dan remitansi secara lebih produktif, mulai dari memenuhi kebutuhan keluarga hingga membangun tabungan, investasi, aset, dan modal usaha di Indonesia,” ujar Dhanny.
“Pada akhirnya, BRI ingin memastikan bahwa apabila selesai bekerja di luar negeri, PMI tidak hanya sekadar pulang ke Indonesia, tetapi pulang dengan kehidupan yang lebih sejahtera.
Diaspora diharapkan kembali dengan keterampilan, aset, dan kemampuan berwirausaha yang lebih kuat sehingga dapat memperkuat ekonomi dan menciptakan lapangan kerja,” pungkas Dhanny.