KOMPAS.com – Gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (24/8/2026) berdampak pada masyarakat dan infrastruktur di sejumlah wilayah. Rumah dan fasilitas publik mengalami kerusakan.
Di tengah pemulihan pascabencana, akses konektivitas pun menjadi salah satu kebutuhan krusial untuk mendukung komunikasi, koordinasi, dan aktivitas masyarakat.
Salah satu perusahaan penyedia layanan konektivitas, MoraRepublic, menyatakan bahwa jaringan dan layanan internet pihaknya di Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga NTT tetap berjalan 100 persen dan tidak mengalami gangguan setelah gempa tersebut.
Hal tersebut dikarenakan dukungan infrastruktur backbone yang menggunakan kombinasi kabel laut dan kabel darat. Demi memastikan performa dan kualitas layanan, MoraRepublic juga melakukan pemantauan jaringan secara real-time.
Hingga saat ini, infrastruktur jaringan MoraRepublic beroperasi dengan baik dan melayani kebutuhan konektivitas pelanggan serta akses internet masyarakat di NTT.
Traffic atau lalu lintas pada backbone MoraRepublic tercatat mengalami peningkatan, termasuk dari operator telekomunikasi lain yang terdampak. Meski meningkat, perusahaan mampu mengelola dengan baik. Dengan demikian, layanan konektivitas tetap optimal.
Salurkan bantuan sembako ke empat wilayah
Bantuan sembako dari MoraRepublic disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di Labuan Bajo, Ruteng, Bajawa, dan Ende.Selain menjaga layanan konektivitas, MoraRepublic juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak gempa di sejumlah wilayah NTT.
Bantuan sembako disalurkan ke sejumlah wilayah di NTT, seperti Labuan Bajo, Ruteng, Bajawa, dan Ende.
Chief Executive Officer (CEO) MoraRepublic Timotius Max Sulaiman mengatakan, dukungan kepada masyarakat terdampak tidak hanya dilakukan dengan menjaga konektivitas. Perusahaan juga menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dukungan tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk komitmen MoraRepublic untuk hadir tidak hanya sebagai penyedia infrastruktur dan layanan digital.
Lebih dari itu, MoraRepublic juga menjadi bagian dari masyarakat dengan berkontribusi dalam situasi yang membutuhkan solidaritas dan gotong royong serta ikut memberi dampak positif secara berkelanjutan.
“Dalam kondisi seperti ini, kami percaya dukungan tidak hanya hadir melalui konektivitas, tetapi juga melalui kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak,” ujar Timotius dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (24/8/2026).
Untuk itu, pihaknya turut memberikan dukungan berupa bantuan sembako untuk masyarakat di sejumlah wilayah di NTT. Bantuan ini diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama pemulihan pascagempa.