Advertorial

Ketika Perjalanan Menjadi Lebih Personal dan Penuh Tujuan

Kompas.com - 27/08/2026, 09:34 WIB

KOMPAS.com – Selama 15 tahun mendampingi masyarakat Indonesia, tiket.com tak hanya tumbuh sebagai platform pemesanan kebutuhan wisata, tetapi juga menjadi bagian dari jutaan cerita, kenangan, dan pengalaman yang tercipta di berbagai destinasi.

Selama periode tersebut, tiket.com turut menyaksikan perubahan dalam cara masyarakat memaknai perjalanan.

Jika dahulu bepergian lebih banyak dikaitkan dengan liburan, perjalanan kini semakin melekat pada gaya hidup dan berbagai momentum.

Mulai dari merayakan pencapaian, mengeksplorasi minat dan hobi, hingga mencari pengalaman baru.

Perjalanan pun tidak lagi sekadar tentang berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Di tengah rutinitas yang semakin padat, masyarakat mulai menjadikan perjalanan sebagai ruang untuk mengambil jeda, memulihkan energi, mempererat hubungan, sekaligus menjalani pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dan ketertarikan mereka.

Healing dan recharge menjadi salah satu alasan utama masyarakat Indonesia untuk bepergian.

Berdasarkan hasil survei Lokadata terhadap 1.300 responden, sebanyak 31 persen melakukan perjalanan untuk memulihkan energi dan mengambil jeda dari rutinitas.

Merencanakan perjalanan kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia, mulai dari merayakan momen personal hingga mengeksplorasi pengalaman dan tujuan baru.Dok. tiket.com Merencanakan perjalanan kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia, mulai dari merayakan momen personal hingga mengeksplorasi pengalaman dan tujuan baru.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pertimbangan masyarakat dalam merencanakan perjalanan tidak lagi sebatas pertanyaan “mau pergi ke mana?” tetapi juga tentang hal yang ingin dirasakan dan pengalaman yang ingin didapatkan.

Tren perjalanan berbasis tujuan semakin menguat karena wisatawan kini bepergian untuk menghadiri konser, mengikuti ajang olahraga, jelajahi kuliner lokal, atau mencoba aktivitas baru.

Makna recharge juga berbeda bagi setiap orang. Sebagian memilih untuk istirahat dan menikmati alam, sebagian yang lain justru mendapatkan energi baru dari konser, ajang olahraga, atau pengalaman yang berkaitan dengan minat personal.

Destinasi tetap penting, tetapi semakin dipandang sebagai wadah untuk mewujudkan pengalaman tersebut.

Perubahan tersebut turut memengaruhi cara wisatawan menilai sebuah perjalanan. Sebanyak 88 persen responden menyatakan bersedia mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatkan perjalanan yang berkesan.

Bukannya menjadi konsumtif, wisatawan semakin selektif dan mempertimbangkan nilai dari pengalaman yang akan diperoleh.

Co-Founder dan Chief Marketing Officer tiket.com. Gaery Undarsa mengatakan bahwa wisatawan kini semakin sadar terhadap nilai yang ingin mereka dapat dari sebuah perjalanan.

“Mereka tidak hanya mencari destinasi, tetapi juga mempertimbangkan apakah pengalaman tersebut relevan dengan minat, kebutuhan, dan prioritas mereka,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (21/8/2026).

Sebanyak 74 persen responden menentukan destinasi terlebih dahulu sebelum memilih aktivitas, sedangkan 26 persen lainnya memulai perjalanan dari aktivitas tertentu yang ingin diikuti.

Perubahan tersebut mendorong industri perjalanan untuk semakin customer-centric.

Alhasil, platform perjalanan tidak lagi hanya berperan dalam menyediakan tiket dan akomodasi, tetapi juga perlu memahami alasan di balik setiap perjalanan serta membantu wisatawan menemukan pilihan yang sesuai dengan preferensi mereka.

Sebagai online travel agent (OTA) pertama di Indonesia, tiket.com terus mengembangkan perannya untuk menjadi “The Most Loved OTA and Lifestyle Platform”.

Teknologi dimanfaatkan untuk membantu wisatawan menemukan inspirasi, menyusun rencana, serta menikmati perjalanan secara lebih praktis dan relevan.

Gaery mengatakan bahwa teknologi seharusnya tidak hanya mempermudah proses pemesanan, tetapi juga membantu masyarakat merancang perjalanan berdasarkan preferensi dan tujuan mereka.

Bagi tiket.com, lanjut Gaery, pendekatan yang customer-centric memungkinkan pihaknya untuk terus memahami kebutuhan wisatawan yang semakin beragam.

Pada akhirnya, perjalanan tidak lagi semata-mata ditentukan oleh seberapa jauh seseorang pergi, tetapi juga oleh tujuan yang melatarbelakanginya dan makna yang dibawa pulang.

Setiap perjalanan menjadi kesempatan untuk merajut kenangan, mempererat hubungan, serta menemukan pengalaman yang benar-benar berarti.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau