Advertorial

Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Direktur Utama BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka

Kompas.com - 27/08/2026, 18:07 WIB

KOMPAS.com – Koperasi memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama dengan membuka kesempatan berusaha serta memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi hingga tingkat akar rumput.

Peran tersebut kembali mendapat perhatian dalam Koperasi Awards 2026 yang diselenggarakan Kementerian Koperasi Republik Indonesia dan bekerja sama dengan detik.com.

Pada ajang tersebut, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Hery Gunardi meraih penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka.

Penghargaan itu diterima Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y S mewakili Hery di Hotel The St Regis, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono mengatakan, koperasi tetap relevan karena berlandaskan prinsip kebersamaan dan gotong royong.

“Koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan gagasan tentang bagaimana ekonomi dibangun melalui kebersamaan dan gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan manfaat untuk masyarakat,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (27/8/2026).

Bagi BRI, penguatan koperasi juga sejalan dengan upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat dan memperluas kesempatan berusaha.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap visi Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat koperasi sebagai salah satu pilar perekonomian nasional.

Hery mengatakan, penghargaan yang diterimanya menjadi motivasi bagi BRI untuk terus memperkuat kontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi bagi seluruh Insan BRILian yang selama ini terus hadir dan bekerja bersama masyarakat hingga ke berbagai pelosok Indonesia,” ujar Hery.

Ia melanjutkan, pemberdayaan koperasi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta pelaku usaha di tingkat akar rumput merupakan bagian dari peran BRI sebagai bank yang memiliki fokus pada ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, posisi koperasi dalam agenda pembangunan ekonomi nasional membuat dukungan terhadap sektor tersebut perlu terus diperkuat.

Oleh karena itu, BRI berkomitmen mengambil peran dalam mendukung kebijakan pemerintah, termasuk visi untuk menjadikan koperasi sebagai salah satu kekuatan ekonomi masyarakat.

Perluas akses layanan hingga tingkat desa

Salah satu dukungan tersebut dilakukan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Pada program ini, BRI memberikan pendampingan dan pemberdayaan serta memperluas akses layanan keuangan di tingkat desa, termasuk melalui BRILink Agen.

Hingga Juni 2026, jumlah BRILink Agen telah mencapai 1,13 juta agen yang tersebar di lebih dari 60.000 desa.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, BRILink Agen mencatat lebih dari 501 juta transaksi dengan volume mencapai Rp 841 triliun.

Selain akses terhadap layanan keuangan, pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha dilakukan juga melalui sejumlah program.

Melalui program Desa BRILiaN, misalnya, BRI telah menjangkau lebih dari 5.000 desa. Sementara, KlasterkuHidupku telah mengembangkan lebih dari 43.337 klaster usaha.

Platform LinkUMKM telah dimanfaatkan lebih dari 17,3 juta pelaku UMKM. Adapun 54 Rumah BUMN telah menyelenggarakan lebih dari 18.000 pelatihan dengan sekitar 596.000 UMKM terdaftar.

Dukungan terhadap ekonomi kerakyatan juga diberikan melalui pembiayaan. Pada akhir triwulan II 2026, portofolio kredit UMKM BRI mencapai sekitar Rp 1.235 triliun atau 75,2 persen dari total portofolio kredit perusahaan.

Sementara itu, sepanjang Januari-Juni 2026, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 103,81 triliun kepada 2 juta debitur.

Penyaluran tersebut antara lain mengalir ke sektor pertanian dan perdagangan dengan porsi masing-masing 42,68 persen dan 32,34 persen dari total penyaluran.

Sebagai informasi, Koperasi Awards 2026 merupakan ajang apresiasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia bagi pihak-pihak yang berkontribusi dalam pembinaan dan pengembangan koperasi sebagai bagian dari gerakan ekonomi kerakyatan.

Selain Ferry, acara tersebut dihadiri Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Ketua Komite IV DPD RI AA Ahmad Nawardi, serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf.

Hadir pula Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung Republik Indonesia Reda Manthovani, Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung, serta keluarga Wakil Presiden pertama Republik Indonesia Mohammad Hatta.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau