Advertorial

Berawal dari Konter Pulsa, Narsun Kini Bantu 7.215 Pekerja Informal Dapat Perlindungan Sosial

Kompas.com - 28/08/2026, 15:38 WIB

KOMPAS.com – Perjalanan Narsun dalam mengembangkan usaha dimulai dari sebuah konter pulsa sederhana di Bandung, Jawa Barat. Ia merintis usaha tersebut sejak 2007.

Sembilan tahun kemudian, usaha itu berkembang setelah ia menjadi agen BRILink. Kini, Narsun dikenal sebagai agen BRILink kategori “Juragan” dan berhasil mendaftarkan 7.215 pekerja bukan penerima upah (BPU) sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Atas pencapaiannya tersebut, Narsun menerima grand prize berupa satu unit mobil dari jajaran pimpinan BRI dan BPJS Ketenagakerjaan. Ia juga memperoleh dua unit sepeda motor.

Berawal dari konter pulsa

Narsun mulai merintis usaha konter pulsa dan penjualan ponsel pada 2007. Saat itu, ia menyewa sebuah rumah kontrakan di Bandung dengan modal seadanya.

Hubungan Narsun dengan BRI sebenarnya telah terjalin lebih lama. Sekitar 2002, tidak lama setelah menyelesaikan pendidikan SMA, ia mengaku sudah membuka rekening BRI.

“Sudah lama sih kalau BRI, sekitar tahun 2002. Sepertinya lulus SMA saya langsung bikin rekening BRI,” kenang Narsun dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (28/8/2026).

Kesempatan untuk mengembangkan usahanya bersama BRI datang pada 2014. Saat itu, seorang petugas BRI bernama Robi mendatangi konter pulsa miliknya dan menawarkan kesempatan menjadi BRILink Agen.

BRILink merupakan layanan perbankan berbasis keagenan yang memungkinkan masyarakat mendapatkan sejumlah layanan perbankan melalui agen.

Didampingi Robi yang saat itu bertugas sebagai Mantri BRI, Narsun kemudian mendaftarkan diri sebagai BRILink Agen melalui BRI Unit Bandung Naripan.

Namun, Narsun pada awalnya belum melihat potensi besar dari layanan tersebut. Ia menganggap aktivitas sebagai agen BRILink hanya sebagai pekerjaan sampingan.

“Sebenarnya saya tidak terlalu mengerti dan kurang tertarik karena transaksi awal cuma sedikit, bisa dihitung jari,” ujarnya.

Pandangan tersebut mulai berubah setelah Narsun mengikuti gathering yang diselenggarakan BRI untuk para agen. Ia melihat sejumlah agen dengan kinerja baik mendapatkan apresiasi atas pencapaiannya.

“Di sana ada pembuktian, banyak yang dapat hadiah seperti emas dan TV. Saya jadi merasa tertantang dan termotivasi karena luar biasa hadiahnya,” ungkapnya.

Sejak saat itu, Narsun mulai melihat BRILink sebagai usaha yang dapat dikembangkan secara serius. Ia juga merasakan dukungan BRI dalam menjalankan usahanya, termasuk dalam menanggapi keluhan dan masukan sebagai agen.

Jadi agen BRILink “Juragan”

Narsun memanfaatkan jejaring masyarakat dan layanan BRILink untuk memperluas akses keuangan sekaligus mengenalkan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja informal.Dok. BRI Narsun memanfaatkan jejaring masyarakat dan layanan BRILink untuk memperluas akses keuangan sekaligus mengenalkan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja informal.

Volume transaksi yang terus meningkat membuat Narsun menyandang kategori BRILink Agen “Juragan”, yakni agen dengan volume transaksi bulanan tinggi dan performa unggulan.

Dalam sebulan, BRILink Agen miliknya tercatat pernah melayani rata-rata 3.840 transaksi.

Salah satu strategi yang diterapkannya adalah sistem jemput bola. Sejak 2015, Narsun tidak hanya menunggu masyarakat datang ke konternya, tetapi juga mendatangi rumah pelanggan yang membutuhkan layanan, seperti pembayaran tagihan listrik dan transfer uang.

Cara tersebut membantunya memperluas basis pelanggan. Sejak 2015, Narsun juga hampir setiap tahun memperoleh penghargaan melalui berbagai program apresiasi BRI.

Seiring perkembangan teknologi, strategi Narsun turut berubah. Ia membangun grup WhatsApp yang kini beranggotakan hampir 500 warga di sekitar tempat tinggalnya.

Grup tersebut tidak hanya digunakan untuk menawarkan layanan, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi informasi dan berinteraksi dengan masyarakat.

“Biar mereka tidak bosan, saya kasih kuis. Informasi apa pun ada di situ,” terangnya.

Daftarkan ribuan pekerja informal ke BPJS Ketenagakerjaan

Jejaring tersebut kemudian dimanfaatkan Narsun untuk mengenalkan pentingnya perlindungan jaminan sosial kepada masyarakat.

Ketika program BPJS Ketenagakerjaan mulai digalakkan, ia mengawalinya dengan menawarkan pendaftaran kepada 10 orang pertama yang datang ke konternya.

Upaya tersebut sempat menemui kendala. Kelurahan setempat awalnya menolak ajakan Narsun untuk mengadakan sosialisasi karena menganggap seluruh warga telah mendapatkan perlindungan dari pemerintah.

Narsun kemudian menjelaskan bahwa pedagang kecil dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tergolong pekerja BPU tetap menghadapi risiko dalam menjalankan pekerjaan sehingga membutuhkan akses terhadap program jaminan sosial.

Penjelasan tersebut akhirnya diterima. Pihak kelurahan kemudian memberikan ruang bagi Narsun untuk mengadakan sosialisasi secara resmi kepada masyarakat.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Narsun berhasil mendaftarkan 7.215 pekerja BPU sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Melalui kepesertaan tersebut, para pekerja informal mendapatkan akses terhadap program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Peran Narsun terus berkembang

Narsun kini dipercaya menjadi Ketua Paguyuban BRILink Agen Jawa Barat. Ia juga aktif memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan berbagai produk dan layanan dalam ekosistem BRI, termasuk perlindungan asuransi dari BRI Insurance dan BRI Life.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kiprah Narsun menunjukkan peran BRILink Agen dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus membuka peluang usaha dan mendekatkan masyarakat dengan program perlindungan sosial.

Menurut Dhanny, kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan turut membantu BRILink Agen memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi pekerja informal yang belum terlindungi secara memadai.

Ia berharap, sinergi tersebut dapat memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja informal di berbagai wilayah Indonesia.

“Sinergi ini diharapkan semakin memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja informal di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Dhanny.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau