KOMPAS.com – Perjalanan Narsun dalam mengembangkan usaha dimulai dari sebuah konter pulsa sederhana di Bandung, Jawa Barat. Ia merintis usaha tersebut sejak 2007.
Sembilan tahun kemudian, usaha itu berkembang setelah ia menjadi agen BRILink. Kini, Narsun dikenal sebagai agen BRILink kategori “Juragan” dan berhasil mendaftarkan 7.215 pekerja bukan penerima upah (BPU) sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Atas pencapaiannya tersebut, Narsun menerima grand prize berupa satu unit mobil dari jajaran pimpinan BRI dan BPJS Ketenagakerjaan. Ia juga memperoleh dua unit sepeda motor.
Berawal dari konter pulsa
Narsun mulai merintis usaha konter pulsa dan penjualan ponsel pada 2007. Saat itu, ia menyewa sebuah rumah kontrakan di Bandung dengan modal seadanya.
Hubungan Narsun dengan BRI sebenarnya telah terjalin lebih lama. Sekitar 2002, tidak lama setelah menyelesaikan pendidikan SMA, ia mengaku sudah membuka rekening BRI.
“Sudah lama sih kalau BRI, sekitar tahun 2002. Sepertinya lulus SMA saya langsung bikin rekening BRI,” kenang Narsun dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (28/8/2026).
Kesempatan untuk mengembangkan usahanya bersama BRI datang pada 2014. Saat itu, seorang petugas BRI bernama Robi mendatangi konter pulsa miliknya dan menawarkan kesempatan menjadi BRILink Agen.
BRILink merupakan layanan perbankan berbasis keagenan yang memungkinkan masyarakat mendapatkan sejumlah layanan perbankan melalui agen.
Didampingi Robi yang saat itu bertugas sebagai Mantri BRI, Narsun kemudian mendaftarkan diri sebagai BRILink Agen melalui BRI Unit Bandung Naripan.
Namun, Narsun pada awalnya belum melihat potensi besar dari layanan tersebut. Ia menganggap aktivitas sebagai agen BRILink hanya sebagai pekerjaan sampingan.
“Sebenarnya saya tidak terlalu mengerti dan kurang tertarik karena transaksi awal cuma sedikit, bisa dihitung jari,” ujarnya.
Pandangan tersebut mulai berubah setelah Narsun mengikuti gathering yang diselenggarakan BRI untuk para agen. Ia melihat sejumlah agen dengan kinerja baik mendapatkan apresiasi atas pencapaiannya.
“Di sana ada pembuktian, banyak yang dapat hadiah seperti emas dan TV. Saya jadi merasa tertantang dan termotivasi karena luar biasa hadiahnya,” ungkapnya.
Sejak saat itu, Narsun mulai melihat BRILink sebagai usaha yang dapat dikembangkan secara serius. Ia juga merasakan dukungan BRI dalam menjalankan usahanya, termasuk dalam menanggapi keluhan dan masukan sebagai agen.
Jadi agen BRILink “Juragan”
Narsun memanfaatkan jejaring masyarakat dan layanan BRILink untuk memperluas akses keuangan sekaligus mengenalkan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja informal.Volume transaksi yang terus meningkat membuat Narsun menyandang kategori BRILink Agen “Juragan”, yakni agen dengan volume transaksi bulanan tinggi dan performa unggulan.
Dalam sebulan, BRILink Agen miliknya tercatat pernah melayani rata-rata 3.840 transaksi.
Salah satu strategi yang diterapkannya adalah sistem jemput bola. Sejak 2015, Narsun tidak hanya menunggu masyarakat datang ke konternya, tetapi juga mendatangi rumah pelanggan yang membutuhkan layanan, seperti pembayaran tagihan listrik dan transfer uang.
Cara tersebut membantunya memperluas basis pelanggan. Sejak 2015, Narsun juga hampir setiap tahun memperoleh penghargaan melalui berbagai program apresiasi BRI.
Seiring perkembangan teknologi, strategi Narsun turut berubah. Ia membangun grup WhatsApp yang kini beranggotakan hampir 500 warga di sekitar tempat tinggalnya.
Grup tersebut tidak hanya digunakan untuk menawarkan layanan, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi informasi dan berinteraksi dengan masyarakat.
“Biar mereka tidak bosan, saya kasih kuis. Informasi apa pun ada di situ,” terangnya.
Daftarkan ribuan pekerja informal ke BPJS Ketenagakerjaan
Jejaring tersebut kemudian dimanfaatkan Narsun untuk mengenalkan pentingnya perlindungan jaminan sosial kepada masyarakat.
Ketika program BPJS Ketenagakerjaan mulai digalakkan, ia mengawalinya dengan menawarkan pendaftaran kepada 10 orang pertama yang datang ke konternya.
Upaya tersebut sempat menemui kendala. Kelurahan setempat awalnya menolak ajakan Narsun untuk mengadakan sosialisasi karena menganggap seluruh warga telah mendapatkan perlindungan dari pemerintah.
Narsun kemudian menjelaskan bahwa pedagang kecil dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tergolong pekerja BPU tetap menghadapi risiko dalam menjalankan pekerjaan sehingga membutuhkan akses terhadap program jaminan sosial.
Penjelasan tersebut akhirnya diterima. Pihak kelurahan kemudian memberikan ruang bagi Narsun untuk mengadakan sosialisasi secara resmi kepada masyarakat.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Narsun berhasil mendaftarkan 7.215 pekerja BPU sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Melalui kepesertaan tersebut, para pekerja informal mendapatkan akses terhadap program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).
Peran Narsun terus berkembang
Narsun kini dipercaya menjadi Ketua Paguyuban BRILink Agen Jawa Barat. Ia juga aktif memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan berbagai produk dan layanan dalam ekosistem BRI, termasuk perlindungan asuransi dari BRI Insurance dan BRI Life.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kiprah Narsun menunjukkan peran BRILink Agen dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus membuka peluang usaha dan mendekatkan masyarakat dengan program perlindungan sosial.
Menurut Dhanny, kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan turut membantu BRILink Agen memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi pekerja informal yang belum terlindungi secara memadai.
Ia berharap, sinergi tersebut dapat memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja informal di berbagai wilayah Indonesia.
“Sinergi ini diharapkan semakin memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja informal di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Dhanny.