KOMPAS.com – Di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu, tawaran berinvestasi dengan imbal menjanjikan bisa menjadi pilihan yang menarik. Namun, masyarakat perlu mewaspadai penawaran yang menjanjikan keuntungan yang tidak wajar.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam menyikapi berbagai penawaran investasi, terutama investasi dengan imbal hasil tinggi.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengakui, meningkatnya minat masyarakat dalam berinvestasi menunjukkan perkembangan positif.
Ia menambahkan, informasi yang memadai menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat mempertimbangkan pilihan investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risikonya.
Dhanny memahami bahwa imbal hasil menjadi salah satu pertimbangan dalam berinvestasi. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat bisa menggali informasi lebih dalam mengenai produk investasi yang dipilih.
“Namun, sebelum menempatkan dana, masyarakat perlu memahami bagaimana investasi tersebut bekerja, risiko yang menyertainya, serta siapa pihak yang menawarkan produk tersebut,” ujar Dhanny dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (28/8/2026).
Masyarakat juga perlu memikirkan kembali mengenai penawaran yang menjanjikan tingkat keuntungan yang tidak wajar, serta imbal hasil tinggi dalam waktu singkat.
Selain itu, masyarakat perlu berhati-hati jika informasi produk tidak disampaikan secara jelas. Masyarakat perlu memahami status legalitas dan otoritas pengawas produk investasi yang ditawarkan.
Biasanya, oknum akan menggunakan nama, logo, dan identitas perusahaan atau institusi tertentu untuk meyakinkan calon investor.
Namun, perlu dicatat bahwa penggunaan atribut tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya hubungan resmi dengan pihak yang menawarkan investasi.
Maka dari itu, BRI turut mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menyikapi berbagai penawaran investasi, khususnya yang menawarkan imbal hasil tinggi.
“Dengan informasi yang memadai, masyarakat dapat mempertimbangkan pilihan investasi dengan lebih bijak,” imbuh Dhanny.
Masyarakat juga diimbau agar tidak terburu-buru melakukan transfer dan menyerahkan data pribadi serta informasi perbankan bila menerima penawaran investasi dengan imbal hasil dan bunga yang tinggi.
BRI mengimbau masyarakat agar memverifikasi legalitas dan produk investasi dari pihak yang menawarkan. Masyarakat bisa melakukan pengecekan secara mandiri, baik melalui kanal resmi perusahaan maupun pihak otoritas yang berwenang.
Jika ditemukan indikasi penipuan atau penyalahgunaan nama dan identitas BRI, masyarakat dapat menyimpan bukti komunikasi dan transaksi. Kemudian, segera laporkan melalui kanal resmi BRI dan kepada pihak berwenang.
Informasi seputar produk dan layanan BRI dapat diakses melalui kanal resmi bri.co.id, Instagram @bankbri_id, X @BANKBRI_ID, @kontakBRI, dan @promo_BRI, TikTok @bankbri_id, Facebook dan YouTube BANK BRI, serta Contact BRI 1500017.