KOMPAS.com – Chery J6T CSH menawarkan daya jelajah kombinasi lebih dari 1.000 kilometer. Angka tersebut menarik perhatian, terlebih sport utility vehicle (SUV) tersebut menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama.
Lantas, jika roda digerakkan motor listrik, apa fungsi mesin bensin yang terdapat di dalamnya?
Jawabannya ada pada teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV). Pada sistem tersebut, motor listrik bertugas menggerakkan roda, sedangkan mesin bensin tidak digunakan sebagai penggerak utama.
Mesin tersebut berfungsi sebagai generator yang menghasilkan energi listrik untuk mendukung kebutuhan kendaraan.
Dengan konfigurasi tersebut, karakter berkendara yang dirasakan tetap berasal dari motor listrik.
Pada saat yang sama, keberadaan generator memberikan fleksibilitas ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan dengan jarak lebih jauh dan/atau ke daerah yang masih minim Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Teknologi REEV pada J6T CSH merupakan bagian dari Chery Super Hybrid (CSH), sebuah payung teknologi elektrifikasi Chery yang juga mencakup hybrid electric vehicle (HEV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
Artinya, CSH bukan satu jenis sistem penggerak, melainkan mencakup beberapa jenis teknologi elektrifikasi dengan karakteristik berbeda.
J6T CSH menjadi salah satu model yang mengusung pendekatan REEV. Kombinasi ini menjadi menarik ketika diterapkan pada sebuah SUV.
Daya jelajah lebih dari 1.000 kilometer membuat J6T CSH memiliki ruang penggunaan yang lebih luas, tidak hanya untuk mobilitas harian, tetapi juga perjalanan antarkota hingga aktivitas adventure.
Chery J6T CSH mengandalkan kombinasi motor listrik dan generator dalam teknologi REEV, serta dilengkapi fitur Vehicle-to-Load (V2L) dengan daya 6,0 kW. Lebih dari sekadar penggerak roda, teknologi REEV memiliki dua keunggulan yang didukung motor listrik dan baterai.
Pertama, energi yang tersedia di dalam kendaraan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain melalui fitur vehicle-to-load (V2L) dengan daya 6,0 kW.
Besarnya daya tersebut memungkinkan kendaraan menyuplai listrik untuk lebih banyak perangkat elektronik sehingga fungsinya dapat meluas ketika mobil digunakan di luar rumah.
Dalam aktivitas outdoor atau perjalanan jauh, misalnya, kendaraan tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga dapat berperan sebagai sumber listrik untuk berbagai kebutuhan.
Kedua, J6T CSH hadir dengan sistem penggerak intelligent all-wheel drive (iWD), teknologi yang dikembangkan dari keluarga J6 dan kini dipadukan dengan Three-Motor Performance pada J6T CSH.
Kombinasi itu membantu menghasilkan performa sekaligus traksi yang dibutuhkan saat kendaraan menghadapi berbagai kondisi jalan.
Konfigurasi sistem penggerak tersebut juga memungkinkan Chery mengembangkan kemampuan J6T CSH lebih jauh.
Salah satunya melalui fitur Tank Turn yang membantu kendaraan melakukan manuver di area dengan ruang terbatas, termasuk ketika menghadapi lintasan off-road.
Sementara itu, J6T CSH tetap mempertahankan kemampuan yang menjadi karakter keluarga J6.
Ground clearance 220 mm dan kemampuan melewati genangan hingga 650 mm menjadi bekal penting ketika kendaraan harus melintasi jalan dengan kondisi yang tidak selalu ideal.
Kebutuhan perjalanan jauh juga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan kendaraan. Kenyamanan penumpang turut menjadi perhatian melalui sudut sandaran kursi baris kedua yang dibuat lebih rileks.
Sementara itu, 15 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) memberikan dukungan kepada pengemudi dalam berbagai kondisi perjalanan.
Dengan teknologi REEV dan kemampuan adventure yang diusung, J6T CSH menawarkan pendekatan elektrifikasi yang tidak hanya mengandalkan jarak tempuh, tetapi juga mendukung kebutuhan perjalanan yang lebih beragam.