Advertorial

Jalani Pengobatan Jantung dengan JKN, Sulistiyatno: Tidak Perlu Takut Berobat

Kompas.com - 29/08/2026, 11:07 WIB

KOMPAS.com – Kekhawatiran mengenai biaya pengobatan sempat muncul di benak Sulistiyatno (56) setelah dokter mendiagnosis dirinya mengalami penyakit jantung koroner dan membutuhkan pemasangan ring jantung.

Namun, kekhawatiran tersebut perlahan berkurang setelah ia merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Melalui program tersebut, Sulistiyatno dapat menjalani pengobatan hingga kontrol rutin setiap bulan tanpa terbebani biaya.

“Hal pertama yang saya pikirkan ketika dokter mendiagnosis bahwa saya memiliki penyakit jantung koroner dan harus memasang kateter di jantung adalah biaya,” ungkap Sulistiyatno dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (28/8/2026).

Sulistiyatno kemudian menjalani rangkaian pengobatan hingga tindakan pemasangan ring. Setelah itu, kontrol rutin menjadi bagian dari upayanya untuk menjaga kondisi kesehatan jantung tetap stabil.

Kontrol rutin dengan JKN

Menurut Sulistiyatno, proses pelayanan kesehatan menggunakan JKN cukup mudah. Ia hanya perlu mengikuti prosedur. 

Mulai dari mendapatkan rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) hingga mendaftar untuk mendapatkan nomor antrean kontrol di rumah sakit melalui aplikasi Mobile JKN.

“Jadi untuk memantau dan memastikan kondisi kesehatan jantung tetap stabil melalui kontrol bulanan ini prosesnya sangat mudah,” jelasnya.

Kemudahan juga dirasakan Sulistiyatno saat menggunakan fitur antrean online Mobile JKN. Dengan fitur tersebut, ia dapat mengambil nomor antrean sebelum datang ke fasilitas kesehatan sehingga proses kunjungan menjadi lebih praktis.

“Mengambil antrean kontrol bulanan melalui aplikasi JKN sangat mudah dan cepat, kita tinggal buka aplikasi dan klik saja. Jadi tidak perlu menunggu lama untuk mencari antrean. Dari rumah pun kita sudah bisa mendaftarkan diri untuk antrean,” ujarnya.

Manfaatkan layanan skrining kesehatan

Bagi Sulistiyatno, manfaat JKN tidak hanya dirasakan ketika membutuhkan pengobatan, tetapi juga melalui pelayanan promotif dan preventif, seperti skrining kesehatan.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan sejak dini dapat membantu masyarakat mengetahui risiko penyakit sebelum kondisinya menjadi lebih berat.

“Sebetulnya kita bisa memanfaatkan layanan yang disediakan oleh JKN, salah satunya skrining kesehatan. Potensi penyakit dapat terdeteksi lebih awal, jadi tidak menunggu ada gejala sakit dan setelah dicek ternyata didiagnosis penyakit parah,” jelasnya.

Sebagai peserta JKN, Sulistiyatno berharap pelayanan kesehatan terus berkembang dan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

“Bagi masyarakat yang belum memahami apa itu JKN, jangan ragu dan takut untuk meminta bantuan secara langsung kepada petugas yang ada di BPJS Kesehatan sehingga nantinya jaminan kesehatan kita melalui JKN ini dapat terpenuhi dengan baik,” jelasnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau