KOMPAS.com – Kekhawatiran mengenai biaya pengobatan sempat muncul di benak Sulistiyatno (56) setelah dokter mendiagnosis dirinya mengalami penyakit jantung koroner dan membutuhkan pemasangan ring jantung.
Namun, kekhawatiran tersebut perlahan berkurang setelah ia merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Melalui program tersebut, Sulistiyatno dapat menjalani pengobatan hingga kontrol rutin setiap bulan tanpa terbebani biaya.
“Hal pertama yang saya pikirkan ketika dokter mendiagnosis bahwa saya memiliki penyakit jantung koroner dan harus memasang kateter di jantung adalah biaya,” ungkap Sulistiyatno dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (28/8/2026).
Sulistiyatno kemudian menjalani rangkaian pengobatan hingga tindakan pemasangan ring. Setelah itu, kontrol rutin menjadi bagian dari upayanya untuk menjaga kondisi kesehatan jantung tetap stabil.
Kontrol rutin dengan JKN
Menurut Sulistiyatno, proses pelayanan kesehatan menggunakan JKN cukup mudah. Ia hanya perlu mengikuti prosedur.
Mulai dari mendapatkan rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) hingga mendaftar untuk mendapatkan nomor antrean kontrol di rumah sakit melalui aplikasi Mobile JKN.
“Jadi untuk memantau dan memastikan kondisi kesehatan jantung tetap stabil melalui kontrol bulanan ini prosesnya sangat mudah,” jelasnya.
Kemudahan juga dirasakan Sulistiyatno saat menggunakan fitur antrean online Mobile JKN. Dengan fitur tersebut, ia dapat mengambil nomor antrean sebelum datang ke fasilitas kesehatan sehingga proses kunjungan menjadi lebih praktis.
“Mengambil antrean kontrol bulanan melalui aplikasi JKN sangat mudah dan cepat, kita tinggal buka aplikasi dan klik saja. Jadi tidak perlu menunggu lama untuk mencari antrean. Dari rumah pun kita sudah bisa mendaftarkan diri untuk antrean,” ujarnya.
Manfaatkan layanan skrining kesehatan
Bagi Sulistiyatno, manfaat JKN tidak hanya dirasakan ketika membutuhkan pengobatan, tetapi juga melalui pelayanan promotif dan preventif, seperti skrining kesehatan.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan sejak dini dapat membantu masyarakat mengetahui risiko penyakit sebelum kondisinya menjadi lebih berat.
“Sebetulnya kita bisa memanfaatkan layanan yang disediakan oleh JKN, salah satunya skrining kesehatan. Potensi penyakit dapat terdeteksi lebih awal, jadi tidak menunggu ada gejala sakit dan setelah dicek ternyata didiagnosis penyakit parah,” jelasnya.
Sebagai peserta JKN, Sulistiyatno berharap pelayanan kesehatan terus berkembang dan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
“Bagi masyarakat yang belum memahami apa itu JKN, jangan ragu dan takut untuk meminta bantuan secara langsung kepada petugas yang ada di BPJS Kesehatan sehingga nantinya jaminan kesehatan kita melalui JKN ini dapat terpenuhi dengan baik,” jelasnya.