KOMPAS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI berkomitmen untuk terus memberdayakan dan mendorong kemajuan UMKM di berbagai wilayah Indonesia, salah satunya melalui program Klasterku Hidupku di BRI Unit Dofior, Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Salah seorang yang menerima dukungan program tersebut ialah Nursia, pelaku usaha pengolahan ikan kering yang dimulai sejak 2017. Berbekal keberanian dan keinginan untuk hidup lebih sejahtera, Nursia pun mengumpulkan modal sedikit demi sedikit untuk merintis usahanya.
Bukan tanpa tantangan, usaha Nursia sangat dipengaruhi oleh kondisi dan hasil tangkapan nelayan. Sementara itu, pendapatannya juga bergantung pada pergerakan harga ikan dan tingkat permintaan pasar.
“Setiap bulan ada naik turunnya. Namun, kami selalu berusaha untuk tetap bertahan,” ujar Nursia dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (30/8/2026).
Di tengah gelombang tantangan yang dihadapinya, kebutuhan modal menjadi salah satu faktor penting agar usahanya dapat terus berjalan.
Ketika awal merintis, Nursia membutuhkan dana sekitar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta sebagai modal untuk membeli ikan sebagai bahan baku. Keterbatasan modal itu mempertemukan Nursia dengan BRI untuk memperoleh solusi kelangsungan usaha.
“Namun, modal yang terbatas itu mulai menemukan jalan keluar pada akhir tahun yang sama, ketika saya memperoleh pembiayaan dari BRI,” ujarnya.
Selain mendapat dukungan terhadap akses pembiayaan, melalui pendampingan Mantri BRI, Nursia bersama para pelaku usaha ikan lainnya didorong untuk membentuk Klaster BRI Penjual Ikan Jembatan Puri Sorong.
Nursia dan pelaku usaha lainnya juga turut tergabung dalam Klaster BRI Penjual Ikan Jembatan Puri Sorong, sebagai ruang diskusi, mencari informasi, dan menemukan solusi terkait kendala usaha. Pembentukan klaster tersebut membuat para pelaku usaha tidak lagi menghadapi berbagai tantangan sendirian. Klaster menjadi ruang pertemuan bagi para anggota untuk bertukar informasi, mendiskusikan kendala usaha, dan mencari solusi bersama.
Para pelaku usaha juga memperoleh berbagai pelatihan dari BRI, mulai dari penguatan merek, pengemasan produk, penjualan online, pemasaran di media sosial, serta kesempatan mengikuti pameran UMKM BRI untuk memperluas pengenalan produk.
“Keikutsertaan dalam klaster menjadi babak baru bagi perkembangan usaha saya. Selain memperoleh akses pembiayaan, saya juga mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dan menjaga keberlanjutan usaha,” ujar Nursia.
Nursia turut mengapresiasi kehadiran BRI melalui mantrinya yang sangat membantu. Ia mengaku, sejak awal bergabung, Mantri BRI sangat ramah dan sabar ketika turun tangan mengatasi kendala administratif dan pemenuhan persyaratan yang diperlukan.
Pendampingan yang konsisten membuat Nursia merasa dihargai. Bukan hanya sebagai nasabah, melainkan juga sebagai mitra usaha yang tumbuh bersama BRI.
“Pencapaian yang paling kami syukuri adalah dapat membayar kewajiban kepada bank tepat waktu setiap bulan tanpa catatan kredit bermasalah,” kata Nursia.
Dengan kemitraan yang dijalin BRI, kebutuhan rumah tangga Nursia dapat terpenuhi dan modal usahanya juga tetap terjaga.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan, BRI berkomitmen untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan untuk membantu UMKM memperoleh dukungan finansial, meningkatkan kemampuan usaha, dan memperluas akses pasar. Pendekatan tersebut dilakukan dengan membentuk berbagai inisiatif, salah satunya Klasterku Hidupku.
“Melalui pendekatan tersebut, BRI berkomitmen mendampingi UMKM Indonesia agar semakin tangguh, adaptif, dan mampu naik kelas secara berkelanjutan,” ujar Akhmad.
Ia menambahkan, BRI berupaya mendorong pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan melalui sinergi dukungan permodalan, penguatan modal sosial, serta transformasi digital sebagai solusi perluasan akses pasar.