KOMPAS.com – PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), menjalin empat kerja sama strategis dalam rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 yang digelar di Nusa Dua Bali, Senin (24/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026).
Keempat kerja sama tersebut adalah Letter of Intent (LOI) dengan PEACE Cable International Network Co, Limited (PEACE), Open API & Open Digital Architecture (ODA) Manifesto dengan TM Forum, serta Memorandum of Understanding (MoU) dengan SM+ dan PT Graha Telekomunikasi Indonesia (GTI), bagian dari Remala Group dalam Djarum Group.
Kemitraan tersebut mencakup pengembangan kapasitas konektivitas internasional, penerapan standar arsitektur digital yang lebih terbuka dan interoperabel, serta integrasi kapabilitas konektivitas dan data center. Jalinan kerja sama ini juga sejalan dengan upaya Telin dalam mengembangkan layanan dan membuka peluang bisnis di pasar internasional.
Pada kesempatan terpisah, CEO Telin Abdul Rahman Ansyori menyampaikan, industri digital terus bergerak menuju ekosistem yang semakin terkoneksi. Kebutuhan pelanggan pun turut semakin berkembang.
Oleh karena itu, Telin tidak hanya memperluas jaringan, tetapi juga menghubungkan berbagai teknologi, platform, dan pemain di dalam ekosistem untuk menciptakan lebih banyak pilihan dan nilai bagi pelanggan.
Abdul menambahkan bahwa empat kerja sama yang disepakati di BATIC 2026 merefleksikan pendekatan tersebut.
"Kami ingin terus berada di titik temu berbagai kapabilitas untuk membuka ruang pertumbuhan baru bagi Telin, TelkomGroup, dan para partner,” ujar Abdul dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (31/8/2026).
Dalam kemitraan dengan PEACE, Telin akan menambah sumber daya konektivitas Telin sekitar 1,4 Terabit per second (Tbps) pada sejumlah rute strategis yang menghubungkan Asia, Afrika, dan Eropa.
Penandatanganan dilakukan oleh CEO Telin in Singapore Indarto dan CEO PEACE Cable International Network Co, Sun Xiaohua, serta disaksikan oleh SVP Business Development & Operation Telin Bernadus Wahyu Wijayanto dan Chief Commercial Officer PEACE Lucus.
Melalui LOI tersebut, rencana ekspansi Telin mencakup dark spectrum resources yang menghubungkan Mesir dan Prancis serta kapasitas end-to-end dengan nilai setara yang mendukung konektivitas lintas Mesir.
Penambahan sumber daya itu akan memperkuat kapabilitas konektivitas internasional Telin serta menyediakan kapasitas yang lebih besar. Langkah tersebut dapat mendukung kebutuhan bisnis dan layanan digital yang terus berkembang di berbagai pasar.
Penandatangan MoU antara Telin dengan PEACE Cable International Network Co., Limited (PEACE) untuk menambah sumber daya konektivitas.Ekspansi itu juga sejalan dengan peningkatan kebutuhan international bandwidth yang didorong oleh pertumbuhan penggunaan layanan cloud, data center, kecerdasan buatan (AI), serta berbagai aplikasi digital lain.
Dengan memperluas ketersediaan kapasitas pada rute-rute internasional strategis, Telin dan PEACE mendukung kebutuhan konektivitas yang andal dan efisien antarpasar digital utama.
Kerja sama ini juga merupakan kelanjutan kolaborasi antara Telin dan PEACE dalam mengeksplorasi peluang pengembangan kapasitas konektivitas serta memperkuat kehadiran kedua perusahaan pada rute-rute internasional.
Kemudian, kemitraan dengan TM Forum bertujuan untuk memperkuat transformasi digital.
Penandatanganan dilakukan oleh Chief Technology Officer Telin Wahyudi Chandra Purnama dan Chief Technology Officer TM Forum George Glass serta disaksikan oleh perwakilan dari kedua belah pihak.
Melalui deklarasi tersebut, Telin berkomitmen untuk mengadopsi Open Digital Architecture dan Open APIs sebagai elemen fundamental arsitektur perangkat lunaknya.
Penandatanganan itu menjadi bagian dari perjalanan Road to ODA Telin dalam menyelaraskan kapabilitas teknologinya dengan standar industri global.
Penerapan arsitektur dan standar terbuka pun diharapkan dapat menyederhanakan integrasi, memperluas ruang kolaborasi, dan meningkatkan efisiensi pengembangan kapabilitas digital.
Chief of Product Telin Azmal Yahya mengatakan, penandatanganan manifesto menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan transformasi digital Telin untuk membangun fondasi yang lebih terbuka, interoperabel, dan agile.
"Adopsi Open Digital Architecture dan Open APIs menjadi langkah penting dalam perjalanan transformasi digital Telin,” kata Azmal.
Kerja sama itu turut menegaskan bahwa Teliners merupakan bagian dari komunitas inovasi terbaik dunia yang didukung oleh TM Forum. Dengan begitu, kerja sama yang dijalin dapat menghadirkan inovasi ke tingkat global sekaligus di lingkungan Telin sendiri, serta mendukung visi perusahaan membangun Digital Telco of Tomorrow.
Chief Technology Officer TM Forum George Glass menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Telin dalam penerapan Open Digital Architecture dan Open APIs. Menurutnya, standar yang terbuka dan interoperabel sangat penting untuk mempercepat inovasi, menyederhanakan integrasi, dan membuka peluang kolaborasi baru dalam ekosistem global
"Adopsi Open Digital Architecture oleh Telin memungkinkan cara kerja yang lebih efisien dan seamless,sehingga Telin dapat memanfaatkan kapabilitas dari pemain telekomunikasi dan teknologi lainnya untuk memperkuat kolaborasi," imbuh George.
Kerja sama dengan SM+ berpeluang membuka pengembangan infrastruktur digital global. Kemitraan ini menggabungkan kapabilitas data center SM+ dengan keahlian dan jaringan konektivitas global Telin untuk membuka peluang baru di pasar infrastruktur digital internasional.
Kerja sama strategis yang dijalin Telin diharapkan mampu menjawab kebutuhan pelanggan, sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan bisnis di pasar internasional. Melalui kolaborasi tersebut, Telin akan mendukung SM+ dalam memperluas jangkauan solusi data center colocation dan menjangkau pelanggan baru di pasar internasional dengan memanfaatkan jaringan serta jangkauan global Telin.
Selain itu, Telin akan mendukung SM+ dan para pelanggannya melalui solusi konektivitas global dalam portofolio layanan internasional Telin, termasuk juga Telin NeXt Gen Platform (TNEX) untuk menghadirkan konektivitas ke berbagai pasar utama di dunia.
Kemitraan tersebut mendukung kedua perusahaan dalam memperluas kapabilitas dan jangkauan pasar masing-masing. Kesepakatan yang dijalin juga merespons kebutuhan yang terus berkembang terhadap solusi data center dan konektivitas global yang terintegrasi.
Kerja sama tersebut turut menjadi dasar fondasi kedua pihak untuk mengeksplorasi dan mengembangkan area kolaborasi baru ke depan.
Adapun kerja sama dengan GTI dilakukan untuk mengeksplorasi kapasitas fiber pair dan peluang konektivitas internasional melalui BSCS Fiber Pair Project.
Sinergi itu mempertemukan kapabilitas Telin dan GTI untuk mengeksplorasi pemanfaatan kapasitas fiber pair pada BSCS. Kemitraan ini sejalan dengan peningkatan kebutuhan terhadap konektivitas berkapasitas tinggi dan tangguh serta penguatan akses terhadap infrastruktur telekomunikasi internasional.
Seiring dengan peningkatan kebutuhan konektivitas yang seamless antarpasar, kerja sama tersebut membuka peluang bagi kedua pihak untuk mengoptimalkan nilai dari infrastruktur BSCS serta mengeksplorasi solusi yang dapat mendukung kebutuhan konektivitas di masa mendatang.
Melalui keempat kerja sama strategis tersebut, Telin terus memperluas kemitraan dengan berbagai pemain dalam industri digital.
Kerja sama strategis tersebut sejalan dengan peran TelkomGroup melalui Telin dalam menghadirkan konektivitas dan infrastruktur digital yang menjawab kebutuhan pelanggan, termasuk menciptakan peluang pertumbuhan di pasar internasional.