KOMPAS.com – Gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong PT Telkom Akses, operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), mengerahkan lebih dari 150 teknisi untuk memulihkan infrastruktur jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak.
Upaya tersebut merupakan bagian dari upaya TelkomGroup untuk mengidentifikasi dan memastikan ketersediaan konektivitas bagi masyarakat di tengah situasi darurat.
TelkomGroup telah memulihkan konektivitas dan layanan digital di wilayah NTT dalam waktu tiga hari.
Di tengah kondisi pascabencana, proses perbaikan jaringan berlangsung dalam situasi yang tidak selalu mudah.
Para teknisi Telkom Akses menelusuri sumber gangguan, memeriksa kondisi jaringan, dan memperbaiki jaringan di sejumlah titik, sembari menghadapi medan yang berubah, akses lokasi yang terbatas, hingga potensi bahaya di sekitar area kerja.
Direktur Utama Telkom Akses Irphan Wijaya mengatakan, dalam kondisi bencana, konektivitas bukan lagi sekadar layanan, melainkan kebutuhan penting bagi masyarakat.
“Kami memastikan tim di lapangan dapat bergerak cepat untuk memulihkan infrastruktur jaringan dan mendukung masyarakat agar tetap terhubung,” ucap Irphan dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, percepatan pemulihan tidak dapat dipisahkan dari kesiapan personel, koordinasi operasional, serta kemampuan teknisi beradaptasi terhadap kondisi lapangan yang dinamis.
Hadapi medan pascabencana
Bagi para teknisi yang bekerja di lapangan, setiap titik gangguan memiliki tantangan tersendiri.
Di Ende, misalnya, lokasi pekerjaan berada di kawasan rawan longsor dan berdekatan dengan jurang. Kondisi tersebut membuat proses penarikan maupun penyambungan kabel membutuhkan kewaspadaan ekstra.
Sebelum pekerjaan dimulai, tim terlebih dulu memastikan kondisi lingkungan, mengidentifikasi potensi bahaya, dan menentukan langkah penanganan yang paling aman.
Pekerjaan kemudian dilakukan bertahap dengan tetap mengedepankan prinsip Health, Safety, and Environment (HSE).
Penggunaan alat pelindung diri, komunikasi antarpersonel, pemeriksaan lingkungan, hingga penerapan prosedur kerja menjadi bagian penting dalam penanganan gangguan.
Di tengah tuntutan untuk memulihkan jaringan dengan cepat, keselamatan teknisi tetap menjadi prioritas, terlebih medan pascabencana dapat berubah sewaktu-waktu.
Teknisi Telkom Akses melakukan pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).“Kami mengapresiasi seluruh teknisi yang terus menunjukkan dedikasi untuk hadir di tengah masyarakat NTT. Mereka tidak hanya menjalankan pekerjaan teknis, tetapi juga membawa misi untuk memastikan konektivitas dapat kembali mendukung aktivitas masyarakat. Namun, yang tidak kalah penting, seluruh teknisi harus tetap mengutamakan keselamatan dan dapat kembali kepada keluarga dalam kondisi selamat,” ucap Irphan.
Kehadiran teknisi di lapangan berperan penting dalam memastikan masyarakat dapat kembali terhubung.
Bagi warga yang menjalani masa pemulihan, jaringan telekomunikasi membantu mereka menghubungi keluarga, memperoleh informasi, berkoordinasi, hingga kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sementara bagi berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, konektivitas turut mendukung kelancaran koordinasi di lapangan.
Setelah pemulihan site di NTT rampung, tim teknisi Telkom Akses memantau kondisi infrastruktur di wilayah operasional Flores.
Kesiapan personel dan dukungan operasional di lapangan juga diperkuat untuk memastikan jaringan tetap andal selama fase normalisasi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.
Pemulihan jaringan bukan hanya tentang memulihkan infrastruktur yang terganggu, tetapi juga membuka kembali akses masyarakat untuk berkomunikasi, memperoleh informasi, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Di balik konektivitas yang terjaga, TelkomGroup melalui Telkom Akses terus hadir di lapangan untuk memastikan masyarakat NTT dapat beraktivitas kembali.