KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) telah merevitalisasi 22 hektare perkebunan teh di Ciater, Kabupaten Subang, dan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Revitalisasi dilakukan setelah sebagian kawasan perkebunan teh beralih fungsi menjadi bangunan liar di Ciater dan perkebunan sayuran di Pangalengan.
Kepala Dinas Perkebunan Jabar Gandjar Yudniarsa mengatakan, penanaman kembali teh di kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko bencana alam dan memperbaiki estetika lingkungan.
“Perkebunan teh yang direvitalisasi di Pangalengan lebih luas lagi mencapai 16 hektare. Jumlah pohon teh telah ditanam mencapai 198.000 pohon,” kata Gandjar dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (31/8/2026).
Rincian revitalisasi di Ciater
Lebih lanjut, Gandjar merinci, revitalisasi perkebunan teh di Ciater dilakukan di tiga lokasi, yakni Desa Ciater, Desa Cisaat, dan Desa Tambakan.
Di Desa Ciater, luas lahan teh yang telah direvitalisasi mencapai 2 hektare. Pada lahan tersebut, Dinas Perkebunan Jabar menanam 15.200 pohon teh. Adapun penanaman perdana teh di desa ini dimulai sejak November 2025.
Sementara itu, di Desa Cisaat, revitalisasi dilakukan di lahan seluas 3 hektare dengan menanam 25.000 pohon teh.
Adapun di Desa Tambakan, luas lahan teh yang direvitalisasi mencapai 1 hektare dengan jumlah 10.000 pohon teh.
Dengan demikian, total lahan teh yang telah direvitalisasi di tiga desa di kawasan Ciater mencapai 6 hektare. Jumlah pohon teh yang ditanam di wilayah tersebut sebanyak 50.200 pohon.
Sementara di Pangalengan, Kabupaten Bandung, revitalisasi telah dilakukan di lahan seluas 16 hektare dengan jumlah 198.000 pohon teh. Adapun penanaman telah dilaksanakan sejak Desember 2025.
Secara keseluruhan, revitalisasi di Ciater dan Pangalengan telah mencakup 22 hektare lahan dengan penanaman 248.200 pohon teh.
Libatkan warga dan pensiunan PTPN
Pelaksanaan revitalisasi kebun teh di Ciater dan Pangalengan dilakukan sesuai rencana Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Gandjar mengatakan, program tersebut melibatkan warga sekitar kawasan kebun. Selain itu, pensiunan karyawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) juga turut dilibatkan dalam kegiatan revitalisasi.
Adapun total pekerja yang terlibat dalam revitalisasi kebun teh mencapai 96 orang.
Ia menambahkan, revitalisasi kebun teh akan terus dilakukan hingga target yang ditetapkan tercapai.
“Target revitalisasi di Ciater, Kabupaten Subang, mencapai 12 hektare. Sementara itu, target revitalisasi di Pangalengan, Kabupaten Bandung, mencapai 24 hektare,” tambahnya.