Advertorial

Pemprov Jabar Revitalisasi 22 Hektare Kebun Teh di Ciater dan Pangalengan

Kompas.com - 31/08/2026, 20:39 WIB

KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) telah merevitalisasi 22 hektare perkebunan teh di Ciater, Kabupaten Subang, dan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Revitalisasi dilakukan setelah sebagian kawasan perkebunan teh beralih fungsi menjadi bangunan liar di Ciater dan perkebunan sayuran di Pangalengan.

Kepala Dinas Perkebunan Jabar Gandjar Yudniarsa mengatakan, penanaman kembali teh di kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko bencana alam dan memperbaiki estetika lingkungan.

“Perkebunan teh yang direvitalisasi di Pangalengan lebih luas lagi mencapai 16 hektare. Jumlah pohon teh telah ditanam mencapai 198.000 pohon,” kata Gandjar dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (31/8/2026).

Rincian revitalisasi di Ciater

Lebih lanjut, Gandjar merinci, revitalisasi perkebunan teh di Ciater dilakukan di tiga lokasi, yakni Desa Ciater, Desa Cisaat, dan Desa Tambakan.

Di Desa Ciater, luas lahan teh yang telah direvitalisasi mencapai 2 hektare. Pada lahan tersebut, Dinas Perkebunan Jabar menanam 15.200 pohon teh. Adapun penanaman perdana teh di desa ini dimulai sejak November 2025.

Sementara itu, di Desa Cisaat, revitalisasi dilakukan di lahan seluas 3 hektare dengan menanam 25.000 pohon teh.

Adapun di Desa Tambakan, luas lahan teh yang direvitalisasi mencapai 1 hektare dengan jumlah 10.000 pohon teh.

Dengan demikian, total lahan teh yang telah direvitalisasi di tiga desa di kawasan Ciater mencapai 6 hektare. Jumlah pohon teh yang ditanam di wilayah tersebut sebanyak 50.200 pohon.

Sementara di Pangalengan, Kabupaten Bandung, revitalisasi telah dilakukan di lahan seluas 16 hektare dengan jumlah 198.000 pohon teh. Adapun penanaman telah dilaksanakan sejak Desember 2025.

Secara keseluruhan, revitalisasi di Ciater dan Pangalengan telah mencakup 22 hektare lahan dengan penanaman 248.200 pohon teh.

Libatkan warga dan pensiunan PTPN

Pelaksanaan revitalisasi kebun teh di Ciater dan Pangalengan dilakukan sesuai rencana Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Gandjar mengatakan, program tersebut melibatkan warga sekitar kawasan kebun. Selain itu, pensiunan karyawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) juga turut dilibatkan dalam kegiatan revitalisasi.

Adapun total pekerja yang terlibat dalam revitalisasi kebun teh mencapai 96 orang.

Ia menambahkan, revitalisasi kebun teh akan terus dilakukan hingga target yang ditetapkan tercapai.

“Target revitalisasi di Ciater, Kabupaten Subang, mencapai 12 hektare. Sementara itu, target revitalisasi di Pangalengan, Kabupaten Bandung, mencapai 24 hektare,” tambahnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau