Advertorial

Tumbuh Bersama UMKM, BRI Salurkan Kredit Rp 1.235 Triliun untuk Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Kompas.com - 01/09/2026, 13:29 WIB

KOMPAS.com – Konsistensi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan kembali terlihat dalam kinerja keuangan perseroan pada triwulan II 2026.

Pada kuartal kedua tahun ini, perseroan telah menyalurkan kredit segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp 1.235,4 triliun. Angka ini meningkat 8,6 persen secara tahunan (yoy).

Dari segi porsi, kredit UMKM berkontribusi 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan perseroan yang sebesar Rp 1.646 triliun. Kinerja seluruh pembiayaan perseroan juga tumbuh 16,2 persen yoy.

Adapun total aset BRI Group hingga triwulan II 2026 mencapai Rp 2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen yoy. Laba bersih konsolidasian perseroan tercatat Rp 31,2 triliun. Angka ini tumbuh 17,5 persen yoy.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengatakan, BRI tetap mempertahankan dominasi segmen UMKM dalam portofolio kredit.

Hal ini menunjukkan bahwa UMKM tetap menjadi fondasi utama pertumbuhan BRI di tengah ekspansi bisnis ke berbagai segmen.

Ia melanjutkan, besarnya porsi pembiayaan kepada UMKM beriringan dengan upaya BRI dalam mendorong pelaku usaha untuk terus tumbuh dan naik kelas.

Dukung dan berdayakan UMKM

Dukungan tersebut dibangun melalui pendekatan pemberdayaan secara menyeluruh, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga pelaku usaha individu.

Salah satu program yang mendukung pemberdayaan UMKM adalah Desa BRILiaN yang juga berdampak dalam penguatan ekonomi daerah.

BRI melakukan pemberdayaan UMKM melalui berbagai inisiatif, yakni Desa BRILian, LinkUMKM, Klasterku Hidupku, dan Rumah BUMN. Dok. BRI BRI melakukan pemberdayaan UMKM melalui berbagai inisiatif, yakni Desa BRILian, LinkUMKM, Klasterku Hidupku, dan Rumah BUMN.

“Melalui Desa BRILiaN, BRI telah memberdayakan lebih dari 5.700 desa dengan fokus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal serta memperkuat kapasitas dan kelembagaan desa,” ujar Aquarius dalam konferensi pers Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Jakarta, Senin (31/8/2026), seperti dikutip dari siaran pers perseroan, Selasa (1/9/2026).

BRI juga bergerak untuk menghidupkan komunitas usaha di berbagai wilayah Indonesia. Melalui program Klasterku Hidupku, BRI telah menjangkau lebih dari 44.000 klaster usaha.

Perluasan jangkauan juga dilakukan lewat platform digital LinkUMKM dan telah merangkul sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.

Tidak sekadar memperluas jangkauan, BRI juga turun langsung memberikan pendampingan melalui Rumah BUMN. Hingga Juni 2026, sekitar 596.000 pelaku UMKM telah tergabung dalam ekosistem tersebut.

Berbagai inisiatif tersebut merupakan langkah strategis BRI untuk menjalankan peran sebagai lembaga perantara keuangan serta juga penggerak pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus.

Pendekatan tersebut, lanjut Aquarius, itu dilakukan untuk membangun siklus pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, UMKM dapat semakin berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha untuk naik kelas dan kian terintegrasi dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas.

“Pada akhirnya, pertumbuhan usaha tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pelaku UMKM,” ujar Aquarius.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau