KOMPAS.com – Konsistensi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan kembali terlihat dalam kinerja keuangan perseroan pada triwulan II 2026.
Pada kuartal kedua tahun ini, perseroan telah menyalurkan kredit segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp 1.235,4 triliun. Angka ini meningkat 8,6 persen secara tahunan (yoy).
Dari segi porsi, kredit UMKM berkontribusi 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan perseroan yang sebesar Rp 1.646 triliun. Kinerja seluruh pembiayaan perseroan juga tumbuh 16,2 persen yoy.
Adapun total aset BRI Group hingga triwulan II 2026 mencapai Rp 2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen yoy. Laba bersih konsolidasian perseroan tercatat Rp 31,2 triliun. Angka ini tumbuh 17,5 persen yoy.
Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengatakan, BRI tetap mempertahankan dominasi segmen UMKM dalam portofolio kredit.
Hal ini menunjukkan bahwa UMKM tetap menjadi fondasi utama pertumbuhan BRI di tengah ekspansi bisnis ke berbagai segmen.
Ia melanjutkan, besarnya porsi pembiayaan kepada UMKM beriringan dengan upaya BRI dalam mendorong pelaku usaha untuk terus tumbuh dan naik kelas.
Dukung dan berdayakan UMKM
Dukungan tersebut dibangun melalui pendekatan pemberdayaan secara menyeluruh, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga pelaku usaha individu.
Salah satu program yang mendukung pemberdayaan UMKM adalah Desa BRILiaN yang juga berdampak dalam penguatan ekonomi daerah.
BRI melakukan pemberdayaan UMKM melalui berbagai inisiatif, yakni Desa BRILian, LinkUMKM, Klasterku Hidupku, dan Rumah BUMN. “Melalui Desa BRILiaN, BRI telah memberdayakan lebih dari 5.700 desa dengan fokus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal serta memperkuat kapasitas dan kelembagaan desa,” ujar Aquarius dalam konferensi pers Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Jakarta, Senin (31/8/2026), seperti dikutip dari siaran pers perseroan, Selasa (1/9/2026).
BRI juga bergerak untuk menghidupkan komunitas usaha di berbagai wilayah Indonesia. Melalui program Klasterku Hidupku, BRI telah menjangkau lebih dari 44.000 klaster usaha.
Perluasan jangkauan juga dilakukan lewat platform digital LinkUMKM dan telah merangkul sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.
Tidak sekadar memperluas jangkauan, BRI juga turun langsung memberikan pendampingan melalui Rumah BUMN. Hingga Juni 2026, sekitar 596.000 pelaku UMKM telah tergabung dalam ekosistem tersebut.
Berbagai inisiatif tersebut merupakan langkah strategis BRI untuk menjalankan peran sebagai lembaga perantara keuangan serta juga penggerak pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus.
Pendekatan tersebut, lanjut Aquarius, itu dilakukan untuk membangun siklus pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, UMKM dapat semakin berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha untuk naik kelas dan kian terintegrasi dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas.
“Pada akhirnya, pertumbuhan usaha tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pelaku UMKM,” ujar Aquarius.